Ketampanan seorang lelaki itu memang bukan sesuatu yang mutlak, sifatnya relatif. Mungkin kamu pernah dengar istilah “beauty is in the eye of the beholder” yang maknanya adalah kecantikan atau ketampanan seseorang itu berbeda di masing-masing orang! Meskipun begitu, standar ketampanan itu pasti ada, terutama yang sudah dikonstruksi oleh masyarakat umum, media, dan juga budaya.

Kali ini Hipwee Boys mau ngasih tahu kamu tentang standar ketampanan pria di berbagai negara, termasuk Indonesia! Dengan informasi ini, semoga kamu bersyukur karena wanita-wanita Indonesia ternyata tidak memiliki standar ketampanan yang terlalu tinggi, hehe!

Di Amerika Serikat, Tampan itu adalah maskulin, Berotot, giginya bagus dan…umm.., berkulit putih alias ras kaukasia. Wah, rasis juga ya!

lumbersexual! via www.instagram.com

Dengan Hollywood dan Billboard, Amerika pun menjadi ka’bah musik, media dan bidang entertainment lainnya. Nggak heran bahwa banyak tekanan bagi pria AS untuk sekeren bintang-bintang hollywood untuk dibilang ganteng! Meskipun Amerika cukup multikultural, standar ketampanan selalu digambarkan seperti aktor-aktor kulit putih. Akhir-akhir ini standar ketampanan juga sedikit berevolusi dari yang tadinya klimis dan rapi menjadi yang agak kasual tapi macho. Brewokan, rambut panjang, dan juga maskulin menjadi standar utama cowok ganteng di AS.

Fisik yang atletis adalah yang utama di Brazil. Selain itu, kombinasi antara fitur wajah ras kaukasia dan warna kulit ras etnis menjadi standar tampan yang ideal!

brazil! via www.instagram.com

Advertisement

Brazil adalah salah satu negara yang punya banyak etnis dan ras di dalamnya. Bahkan hampir setengah dari populasinya adalah orang berdarah campuran. Meskipun begitu, pria akan dianggap tampan apabila dia memiliki fitur-fitur wajah orang Kaukasia dengan kulit gelap ala orang etnis. Maksudnya fitur wajah orang Kaukasia? Itu lho, hidung mancung, tulang pipi tinggi, mata besar dan berwarna cerah, dan juga tubuh yang atletis dan tinggi. Duh, susah juga jadi ganteng di Brazil!

Afrika Selatan memang negara orang kulit hitam, tapi standar ketampanannya adalah orang kulit putih! Sedih ya?

Armand Du Plessis, Mister Afsel 2016 via www.instagram.com

Tahu nggak sih, orang kulit putih di Afrika Selatan itu Cuma 9% dari total populasi. Meskipun begitu, standar ketampanan yang ada di media dan juga dunia hiburan orang Afrika Selatan adalah mereka ras kulit putih. Jadi, fitur-fitur wajah dan tubuh orang kulit putih dianggap lebih menarik daripada mereka yang berkulit hitam!

Evolusi standar ketampanan di Turki berubah dari yang maskulin menjadi lebih feminin!

klimis! via www.instagram.com

Hayo ngaku, pasti kamu sering deh lihat sinetron asal Turki yang sering ditayangkan di salah satu stasiun televisi kita. Kalau iya, berarti kamu sudah familiar dengan standar ketampanan cowok-cowok Turki. Seperti cowok-cowok Arab, tadinya standar tampan cowok Turki adalah yang badannya besar, banyak bulunya, dan macho. Tapi, standar tampan baru-baru ini sudah bergeser ke arah yang lebih feminin seperti aktor-aktor tampan sinteron Turki tersebut. Oleh karena itu, banyak cowok Turki yang hobi Grooming atau perawatan terutama waxing atau cabut bulu-bulu di badan biar terlihat lebih mulus dan klimis!

Kombinasi kualitas style yang feminin dan pembawaan yang maskulin menjadi standar tampan di negara asal Capuccino, Italia!

cowok-cowok Italia dengan rambut mereka yang klimis dan pakaian ketat yang klimis via www.instagram.com

Pasti tahu dong bahwa Italia adalah salah satu pusat mode paling maju di dunia. Armani, Gucci, Dolce Gabbana, hampir semua merk ternama datangnya dari Italia. Mungkin karena itu juga ketampanan di Italia diatributkan pada mereka cowok-cowok yang stylish dan pandai berpakaian. Tak jarang mereka memakai pakaian berkualitas seperti jas dan pakaian-pakaian tailor lainnya sehari-hari. Bahkan pakaian mereka cenderung berwarna nge-jreng yang biasanya identik dengan sifat feminin. Gaya berpakaian yang feminin tersebut digabungkan dengan sifat maskulin dan pembawaan yang cuek atau biasa disebut sebagai “spezzatura” di Italia.

Standar tampan di Inggris Raya? Coba deh tanya David Beckham! Cowok Atletis, Tatoan, dan terawat adalah definisi tampan di UK.

cowok-cowok Inggris yang berotot, tatoan, tapi juga merawat diri! via www.instagram.com

Semenjak David Beckham populer, cewek-cewek Inggris pun mulai melihat dia sebagai standar utama cowok ganteng.  Hal itu pun berdampak pada cowok-cowok yang bertubuh atletis, tatoan, tapi juga perawatan. Mereka menata rambutnya dengan stylish, brewok pun selalu rapi, dan kadang mereka juga tanning atau berjemur agar kulit mereka coklat kayak habis main layangan.

Semakin gede dan berotot badanmu, semakin menarik kamu dimata para wanita Australia!

badan dan otot besar, namun tetap ramping! via www.instagram.com

Standar cowok tampan dan menarik di Australia itu cukup ribet lho! Banyak penelitian yang bilang bahwa cowok-cowok Australia memiliki banyak tuntutan media untuk tampil lebih besar, maskulin, berotot, namun tetap ramping. Lha? Susah juga ya bro?

Di Asia, K-pop menjadi acuan utama standar Ketampanan. Cowok cantik dengan badan kurus dan berotot adalah idaman cewek-cewek Asia!

cowok-cowok Korea yang cantik, tinggi, dan cute! via www.instagram.com

Yang sering ngikutin budaya Korea baik musik maupun drama pasti sudah nggak asing lagi kan sama standar ketampanan di Korea Selatan. Cowok dengan fitur cantik dan feminin dianggap lebih menarik daripada mereka yang terlalu maskulin. Bahkan nggak jarang juga dari mereka yang memakai makeup. Badan pun harus ramping, tinggi, namun tetap berotot. Duh, susah juga ya? Apalagi dengan mudahnya melakukan operasi plastik di Korsel, cowok-cowok di Korea pun diharapkan memiliki fitur-fitur yang nggak “terlalu Asia” seperti mata belok dan hidung mancung.

Dan akhirnya, Indonesia! Standar ketampanan Asia pun tercampur dengan standar barat. Alhasil, cowok tampan adalah mereka yang putih, tinggi, dan badannya berisi!

keenan pearce definisi ganteng ala Indonesia! via www.beritasatu.com

Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi produk-produk perawatan wajah dan pemutih kulit untuk pria. Mungkin karena pengaruh budaya luar seperti Korea juga, standar ketampanan di Indonesia juga fokus pada mereka yang putih dan bersih. Budaya metroseksual yang akhir-akhir ini ngetren di Indonesia pun menjadi pengaruh utama kenapa cowok yang feminin secara tampilan lebih dianggap menarik. Meskipun begitu,  kebanyakan cewek suka mereka yang badannya berisi, meskipun tak harus berotot, sebuah kualitas yang dianggap lebih maskulin daripada mereka yang atletis dan berotot.

Wah, ternyata standar ketampanan di Indonesia nggak seribet negara-negara lain ya? Pastinya untuk jadi ganteng kita nggak perlu ganti ras, operasi plastik, atau mendapatkan tato. Cukup jadi bersih dan berisi, kamu pun sudah bisa dianggap menarik oleh kebanyakan cewek di Indonesia. Setuju nggak bro?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya