Pernahkah kamu mendengar istilah kesetaraan gender? Kelihatannya topik ini berat ya guys, padahal sangat penting dan dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Setiap hari kita harus berinteraksi dengan lawan jenis yang dalam masyarakat kita selalu dimaknai memiliki peran gender yang berbeda. Cewek itu harusnya seperti ini dan cowok diharuskan seperti itu, ada hal-hal yang dibedakan dan memang berbeda pada cewek dan cowok. Itulah gender.

“Gender bukan jenis kelamin, gender adalah peran yang dilekatkan pada jenis kelamin tersebut.”

Kamu harus memiliki pemahaman yang utuh tentang kesetaraan gender agar bisa mengambil keputusan yang tepat terhadap fenomena di sekitarmu. Jika kamu paham benar dengan konsepsi gender, sebagai cowok kamu tidak akan merendahkan cewek dan sebagai cewek kamu tidak akan menuntut terlalu berlebihan.

Isu ketidaksetaraan gender itu nyata, banyak kasus menyedihkan yang terjadi di sekitar kita. Tak sepantasnya kamu masih menutup mata!

Masih banyak ketidaksetaraan yang dirasakan via huffingtonpost.co.uk

Advertisement

Masih banyak perempuan yang digaji berbeda dengan laki-laki padahal bidang pekerjaannya sama. Beberapa pekerjaan masih dianggap sebagai milik jenis kelamin tertentu, misalnya pekerja konstruksi laki-laki dianggap lebih baik kinerjanya dibandingkan pekerja konstruksi perempuan. Sebaliknya, model perempuan pada faktanya selalu memiliki gaji lebih tinggi dan kesempatan kerjanya lebih luas dari laki-laki.

“Kamu itu cewek harus belajar masak, bersih-bersih yang bener. ‘Kan nanti kamu akan jadi istri dan ibu.”
“Kamu itu cowok, harus kuat ngangkat galon ke dispenser, harus bisa benerin alat yang rusak. Nggak boleh nangis, cowok kok!

Itulah kenyataan yang ada di masyarakat kita. Bagi sebagian orang ini wajar, tapi bagi sebagian lainnya hal ini adalah “siksa”. Tidak semua cewek selembut itu dan tidak semua cowok sekuat itu. Ada masalah ketidak setaraan disini dan dampaknya sangat kompleks, dari mulai kekerasan, pelecehan, hingga pelabelan.

Yang perlu diingat, setara dan sama itu dua hal yang berbeda! Jangan ribut dulu kalau kamu masih belum paham arti sebenarnya

Setara bukan berarti harus sama rata via britishcouncil.org

Ada sebuah analogi cerdas yang bisa menggambarkan tentang perbedaan filosofis antara kata “sama” dan “setara”. Analogi ini menyatakan:

“Cewek dan cowok ibarat dua burung yang memiliki paruh berbeda dan mereka memiliki hak yang sama untuk makan. Permasalahannya adalah tempat makan apa yang harus digunakan? Bentuk paruh runcing tidak sama tempat makannya dengan bentuk paruh bulat. Jika disamakan maka salah satunya justru tidak bisa makan dengan baik. Kalau menuntut kesamaan, apa harus dengan merubah bentuk paruh yang ada?”

Jelas ‘kan guys? gender juga seperti itu, kita cewek dan cowok memang punya hak yang sama di segala bidang tapi pemenuhannya bisa jadi berbeda tergantung konteksnya. Secara biologis kita sudah jelas berbeda, akan selalu ada hal-hal yang tidak bisa disama-ratakan.

Cewek sekarang dikit-dikit bilangnya emansipasi, apapun maunya disamakan dengan laki-laki. Apa iya itu semua harus dituruti?

Cewek ingin mendapatkan kesamaan di semua bidang via theipinionsjournal.com

Cewek jaman sekarang banyak yang menganggap pekerjaan itu lebih penting dari keluarga. Akibatnya cewek yang memilih jadi ibu rumah tangga sering kali diremehkan.  Cowok jadi sering dituntut dan terkadang “diperbudak” sebagai pelampiasannya. Bahkan banyak pula yang memilih tidak mau hamil dan melahirkan demi mematahkan pendapat bahwa itu kodrat. Fenomena ini tergambar di sinetron-sinetron kita.

Cewek-cewek berlomba-lomba menyaingi cowok, menyejajarkan diri kemudian membuktikan bahwa cewek bisa mengalahkan mereka. Apa benar ini makna emansipasi? Apakah ini usaha menuju kesetaraan gender? Lagipula yang jadi korban ketidaksetaraan itu bukan cuma cewek, cowok juga!

“Kesetaraan yang kita kejar adalah akses yang sama terhadap pendidikan, suara yang sama dalam politik, keadilan dalam pekerjaan, dan lainnya. Bukan membuat siapa menang atas siapa.”

Tapi faktanya cowok memang masih banyak yang nggak menghargai hak-hak cewek dan beranggapan cewek itu lebih rendah dan lemah

Cowok masih banyak yang menolak kesetaraan via youtube.com

Bukan rahasia umum kalau di masyarakat kita masih banyak yang lebih mengunggulkan laki-laki ddibandingkan perempuan. Misalnya jika dalam suatu keluarga, laki-laki biasanya akan lebih diutamakan pendidikannya. Jika hanya ada satu orang yang bisa kuliah, maka si laki-laki ini yang akan dipilih. Bukan karena kemampuannya tapi karena pertimbangan apa jenis kelaminnya.

Tidak hanya dalam urusan pendidikan, gaji perempuan pun sering kali disepelekan. Meski sama jam kerjanya, lebih banyak produktivitasnya, perempuan tetap perempuan yang dianggap bukan pencari nafkah sehingga gajinya lebih sedikit. Dalam kasus pelecehan seksual juga, cewek malu untuk melaporkan karena adanya anggapan keperawanan cewek itu sangat berharga. Sementara cowok bebas dari kekhawatiran karena keperjakaan tak ada yang bisa membuktikan. Ini semua bentuk kesenjangan bukan?

Kesetaraan gender memang harus ditegakkan karena masih banyak orang yang keterlaluan, tapi juga harus dipastikan bahwa itu semua nggak kelewatan

Apa yang harus kita lakukan? via huffingtonpost.com

Di dalam masyarakat kita, perempuan dan laki-laki umumnya diberi tanggung-jawab yang berbeda. Dan sejauh ini hak-hak yang didapatkan sudah cukup jauh dari kesenjangan, meskipun masih ada juga yang tidak setara untuk beberapa kasus tertentu. Kita bisa melihatnya dibidang pendidikan, perempuan dan laki-laki sama-sama diprioritaskan. Menjadi setara adalah sadar dan saling menghargai peran dan kewajiban masing-masing. Setara itu bukan sama, tapi sesuai porsinya.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa perbedaan biologis itu faktanya ada. Laki-laki secara fisik cenderung lebih kuat dari perempuan misalnya. Tapi perbedaan ini tak harus jadi pembatas mutlak untuk membedakan hak. Dalam banyak hal, hak cewek dan cowok harus sama!

“Tuhan menciptakan kita dalam bentuk yang berbeda agar bisa saling melengkapi. Dan apapun jenis kelaminmu kamu punya hak yang sama sebagai manusia, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia.”

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!