Perkuliahan telah dianggap sebagai fase kehidupan tersendiri bagi banyak orang. Banyak hal baru yang akan kita hadapi dan banyak pula tantangan. Masa kuliah jadi momen pencarian jati diri dan belajar untuk bertanggung jawab pada hidup yang kita pilih.

Menjadi mahasiswa (apalagi maba) sangat perlu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus. Banyak hal yang berbeda, terutama yang menyangkut aturan kampus. Ada fenomena unik soal aturan di lingkungan kampus yang aneh dan nggak masuk akal. Sebagaimana yang curhatan salah satu warganet Twitter ini.

Seorang mahasiswa curhat aturan angkatan yang mempersulit orang untuk berangkat kuliah. Berangkat harus bareng teman seangkatan -_-

Advertisement

Baru-baru ini warganet curhat di akun base @collegemenfess. Dia mengeluh soal aturan angkatan jurusan di kampusnya mewajibkan mahasiswanya berangkat ke kampus bareng teman, nggak boleh jalan kaki, ngojek, atau pun dianter. Jika ketahuan nggak patuh, maka yang dihukum satu angkatan.

Aturan ini sekilas baik, niatnya mungkin biar saling kenal atau bahkan untuk mengurangi kemacetan. Sayangnya, kejadian di lapangan berkata lain. Si sender telah berusaha untuk meminta tumpangan teman, namun ternyata nggak ada yang merespons. Alhasil, dia nggak masuk kuliah.

Sebelumnya, ada juga semacam ‘peraturan’ nggak tertulis dari kakak tingkat soal konten unggahan di media sosial juniornya

Hah? via twitter.com

Advertisement

Beberapa hari sebelumnya, ada sebuah twit dari akun base Twitter juga yang mengungkapkan bahwa si sender diharuskan menghapus konten di media sosialnya karena mengenakan pakaian crop top yang kelihatan bagian perutnya. Tentu, potongan chat ini mendapat beragam respons dari warganet; dari yang merasa aneh dengan peraturan kampus/jurusan, hingga memberi saran untuk nggak mencantumkan nama kampus di bio media sosialnya.

Aturan aneh semacam ini bukan barang baru. Banyak yang sudah mengakar jadi tradisi turu-temurun. Bermanfaatkah?

Yang kena biasanya maba. via ramlannarie.blogspot.com

Setiap kampus punya aturannya sendiri-sendiri. Ada yang dibuat oleh kampus, ada pula yang diciptakan mahasiswa jurusannya sendiri (biasa disebut tradisi). Pada unggahan di atas, belum jelas aturan itu dari siapa, namun jelas terbukti bahwa aturan itu menyulitkan si sender. Ternyata nggak semua mahasiswa mau berangkat bareng, banyak yang pilih-pilih. Paling kasihan yang nggak punya motor dan yang nggak ditemenin.

Berangkat kuliah mestinya jadi otoritas pribadi, malah diatur dan mendapat sanksi yang nggak masuk akal. Kalaupun dibuat dengan tujuan yang baik, dengan adanya fakta bahwa justru menyulitkan seseorang, mestinya dikaji lagi dong. Dicari jalan tengahnya agar nggak ada yang dirugikan.

Masyarakat yang berpengetahuan luas sangatlah penting bagi peradaban sebuah bangsa. Realitasnya, mau belajar sekarang cenderung makin susah. Orang-orang yang cukup beruntung bisa kuliah saja terhambat aturan atau tradisi aneh yang layak ditiadakan. Seperti nggak ada cara lain buat menyatukan mahasiswa satu jurusan deh!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya