Hai, generasi Y! Apa kabar? Masih bersemangat kan mencapai cita-cita?

Adakah dari antara kamu yang masih mengenali sosok yang ada pada foto di bawah ini?

Masih ingat sosok ini? via img.okezone.com

Advertisement

Jika lupa, bagaimana dengan yang satu ini?

Bagaimana dengan ini? via i0.wp.com

Dialah Bripda M. Taufiq Hidayat. Namanya sempat viral jagat maya Indonesia karena tinggal bersama keluarganya di bangunan bekas kandang sapi.

Tindakan terpuji via 3.bp.blogspot.com

Ketika jabatan polisi identik dengan kekuasaan, gagah berseragam, kaya, bahkan hingga memiliki rekening gendut, nama Bripda Taufiq muncul ke permukaan. Bukan karena tersandung kasus korupsi atau memiliki rekening gendut. Nama gagah profesi yang ia tekuni justru berbanding terbalik dengan perekonomiannya.

Taufiq adalah anak pertama dari empat bersaudara. Orang tuanya bercerai dan membuat mereka harus menjual harta benda yang dipunya. Ia memutuskan mengikuti ayahnya yang penghasilannya sendiri tak menentu. Karena hasil penjualan rumah lamanya tak cukup untuk membeli rumah baru, ia hanya mampu menyewa bangunan bekas kandang sapi seharga Rp 170.000,00 per tahun. Sejak itu, dimulailah hidup sederhana (jika bukan prihatin) di bangunan kecil yang bahkan tak mampu menampung seluruh keluarga Taufiq.

Dari sosok Taufiq, kita pernah belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang cita-cita. Meski keadaan ekonomi pas-pasan, ia lulus dan dilantik menjadi polisi.

Profesinya didapat dengan jujur via www.radarjogja.co.id

Advertisement

Keadaan Taufiq memang seadanya. Jangankan rumah yang kurang layak. Untuk mandi atau buang hajat saja, Taufiq harus pergi ke sungai terdekat. Berangkat ke kantor polisi pun, harus ditempuh dengan jalan kaki atau berlari. Padahal jaraknya sendiri sudah sangat jauh, yakni 5 km. Adik-adiknya yang masih sekolah pun sama. Mereka bertiga sudah terbiasa berjalan kaki sejauh 1 km ke sekolah.

Namun semangat Taufiq tak pernah pudar. Dalam keadaan sesulit apapun, ia tegas menamatkan pendidikannya di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro akhir 2014 lalu. Ia juga pernah mengatakan pada ibunya bahwa adiknya tidak diperbolehkan mengikuti ibunya ke Bogor. Alasannya, Taufiq ingin bertanggungjawab penuh atas segala kebutuhan adik-adiknya. Terutama untuk kebutuhan pendidikan mereka. Barangkali teman-teman sejawatan Taufiq pun belum lama mengetahui keadaan Taufiq. Sebab seberat apapun keadaan Taufiq dan keluarganya, ia tak pernah mengeluh. Tak pernah sedikit pun terguratkan rasa sedih dan kesulitan Taufiq di mata teman-temannya.

Sosok sederhana, jujur, dan gigih Taufiq telah menginspirasi banyak orang. Walau sekarang sudah tenar, keluarganya tetap menjadi tanggung jawab utama dalam hidupnya.

Rusunawa Jongke, tempat sekarang Bripda Taufiq dan keluarga tinggal via img.okezone.com

Berkat kesungguhan meraih cita-cita, nama Bripda Taufiq kini begitu dikenali orang. Taufiq masuk sekolah kepolisian, lulus, dan dilantik dengan cara yang sah, bukan dengan jalur yang curang. Ia menjadi polisi yang ditempa, bukan instan. Dengan ketenaran yang diterimanya, ia tetap rendah hati dan tak sedikit pun berniat macam-macam. Menjadi artis misalnya. Tanggungjawabnya untuk keluarga selalu jadi yang utama. Malahan niat memiliki kekasih dipendamnya.

Tuhan Maha Adil. Kegigihan dan kejujuran Taufiq mendapatkan perhatian barang orang. Ia mendapatkan bantuan biaya pendidikan untuk ketiga adik-adiknya yang masih kecil, dari beberapa pihak. Tak cuma itu, ia tak perlu berdesak-desakan tidur dalam bekas kandang sapi. Tak perlu lagi berjibaku dengan nyamuk yang tiba-tiba mengganggu dan ular yang kadang menghampiri tempat tidur. Sebab Pemerintah Kabupaten Sleman telah memberikan bantuan berupa rumah hunian di kompleks Rusunawa Jongke, Sleman, DIY.

Kabar terkininya, Taufiq baru saja mendapatkan penghargaan sebagai ikon Kepolisian Republik Indonesia dari World Peace Committee.

Penghargaan dari World Peace Committee via cdn-2.tstatic.net

Keberuntungan seperti tidak pernah berhenti dari sosok segigih dan sejujur Taufiq. Senin (8/6) Taufiq mendapatkan penghargaan dari masyarakat 202 negara yang tergabung dalam World Peace Committee (Komite Perdamaian Dunia). Penghargaan tersebut memang layak disandangnya karena kegigihannya meraih cita-cita sebagai anggota kepolisian.

“Dalam segala keterbatasan Bripda Taufiq tetap semangat meraih cita-cita menjadi anggota Polri,” kata Djuyoto, Presiden World Peace Committee seperti dilansir dari laman Okezone.com.

Menanggapi itu, Taufiq menanggapi dengan kerendahan hati.

“Apa yang saya dapat saat ini adalah izin Tuhan. Semoga semua ini dapat menjadi contoh untuk rekan muda,” ujarnya.

Penyerahan penghargaan

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Itulah yang Bripda Taufiq teladankan kepada kita. Meski harus prihatin pada awalnya, kamu akan menuai banyak kisah manis di akhir hidupmu. Namun, tak lantas kamu layak bertinggi hati karenanya. Di balik itu semua, selalu ada orang tua dan keluarga terdekat yang mendoakanmu.

Untuk Bripda Taufiq, Hipwee ucapkan selamat atas prestasi terbarunya. Kami doakan agar dapat terus berprestasi mencapai cita-cita yang lebih tinggi dan membahagiakan seluruh keluarga. Amin.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya