Belum usai soal tayangan-tayangan penuh settingan dan gimik, kini warganet mengkritik salah satu sinetron di televisi swasta yang dianggap nggak mendidik. Sudah sejak lama, masyarakat kita memang nggak seratus persen mempercayai sinteron dan acara televisi sebagai tayangan yang mendidik dan pantas ditonton oleh semua usia.

Seperti salah satu adegan dalam sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta, salah satu adegan yang memperlihatkan aktornya tengah berhubungan ranjang belakangan ini kerap muncul di akun-akun publik dan gosip karena dianggap sudah kelewatan. Lalu, bagaimana sih bijaknya kita menghadapi tayangan seperti ini? Yuk, simak uraian Hipwee Hiburan berikut!

Salah satu adegan tengah jadi kritikan karena dinilai nggak pantas. Meski dalam cerita, kedua aktor sudah menikah, warganet tetap mempermasalahkan adegannya

Semua orang jadi takut buat nonton lagi. via www.instagram.com

Advertisement

Belum lama ini warganet tengah mempermasalahkan adegan ranjang dalam suatu sinetron yang memperlihatkan suami istri di ranjang. Mereka tampak mengenakan pakaian minim (atau bahkan tampak nggak mengenakan), dengan tubuh yang tersingkap selimut, dan sangat mirip seperti tengah berhubungan suami istri.

Dalam sinetron, kedua aktor tersebut memang diceritakan sudah menikah, namun banyak warganet yang masih mengeluhkan soal adegannya. Para orang tua juga khawatir jika anak-anak dan remaja akan salah paham dengan adegan yang kurang pantas dilihat. Sebaliknya, ini justru memengaruhi persepsi mereka soal menikah.

Sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta memang pernah mendapat teguran dari KPI. Tapi masa sih harus terulang lagi?

Adegan yang ditegur KPI. via jambi.tribunnews.com

Pada Desember 2017, sinetron dengan judul yang sama juga sempat dapat teguran KPI. Hal ini dipermasalahkan perihal aktornya tampak berdekatan bibir dan kelihatan seperti berciuman dalam salah satu adegan sinetron. Jenis pelanggaran tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang norma kesopanan, kesusilaan, dan perlindungan oleh KPI.

Advertisement

Sinetron tersebut akhirnya mendapat teguran. Namun kali ini, masa sih mau kedua kalinya kembali ditegur KPI? Bukankah seharusnya kru dan produser yang bertanggung jawab atas penayangan sinetron ini memastikan bahwa adegan dan cerita di sinetron aman ditonton semua umur?

Bukan hal baru lagi kalau di televisi banyak tayangan yang kurang baik. Nggak heran kalau masyarakat mulai hilang kepercayaan

Makin sedikit acara yang berbobot. via www.duniaku.net

Sebagian masyarakat yang skeptis telah lama meninggalkan siaran televisi nasional sebagai hiburan keluarga. Sebaliknya, banyak yang kemudian memilih menonton siaran televisi luar negeri atau hanya memilih acara-acara tertentu saja. Jika permasalahan kualitas tayangan yang nggak kunjung diperbaiki ini diteruskan, bukan nggak mungkin kalau akhirnya kita sendirilah yang harus menyaring tayangan apa yang baik untuk kita tonton. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak.

Kembali lagi pada kita sendiri, sepertinya kita memang perlu lebih cerdas memilih tayangan. Jika hanya mengandalkan kontrol dari KPI dan peningkatan kualitas siaran televisi, tentunya akan lebih sulit lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya