Berjuang Menghadapi Kesepian Lewat 6 Drama Korea. Yuk, Jujur sama Diri Sendiri!

“Tetapi, saat aku melihat sekitar, nggak ada siapa pun…,”

Ketika mendengar suaranya yang bergetar, aku tahu bahwa dia menahan air mata. Namun, tangisnya tak pernah pecah. Tangisan tertahan bersama dengan rasa kesepian yang sudah terlalu lama bersemayam.

Melihat dia menghela napas yang berat, aku sadar bahwa kehadiranku sebagai teman juga nggak mengubah apapun. Pelukanku mungkin sudah nggak bisa menyelamatkannya dari kesepian. Bahkan, aku nggak sanggup hanya untuk mengatakan, “Tenang aja, kan, ada aku di sisimu.”

Apa yang dirasakan temanku ini sebenarnya dialami oleh banyak orang. Semakin dewasa, orang semakin lelah dan sibuk dengan jalan terjal hidupnya masing-masing. Mereka menjadi sulit menghadirkan diri dan perhatian untuk orang lain. Nggak heran kalau orang lebih mudah merasa kesepian.

Lantas, pada akhirnya setiap orang harus bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, termasuk melepaskan diri dari jerat sepi. Beragam jalan ditempuh, bahkan sesederhana mencari cara berdamai dengan kesepian melalui drama Korea. Melihat drama-drama ini adalah contohnya. Selepas menonton, rasanya… jiwa kembali hidup, penuh, dan utuh.

1. My Liberation Notes bukan hanya mengajarkan tentang kebebasan dan penerimaan, tapi juga menggambarkan cara lepas dari perasaan sepi

Masih ingatkah kamu dengan perkataan Yeom Mi-jeong ini?

I’m not unhappy but I’m not happy either. I don’t know where I’m stuck.

Sebenarnya, semua tokoh utama dalam My Liberation Notes menghadapi kesepian. Namun, sejak episode pertama, karakter Yeom Mi-jeong menggambarkan kesepian dengan sangat kuat meski hanya dengan diam saja. Walaupun tanpa kata, Mi-jeong menjeritkan dengan keras kesepian melalui sorot matanya. Mi-jeong adalah penggambaran tepat tentang kesepian akut yang membuat seseorang merasa terjebak.

Mi-jeong nggak tahu caranya berbagi perasaan dan pikirannya. Keadaan yang berlarut-larut ini membuatnya semakin sendiri dan kesepian sampai hati dan jiwanya terasa kosong. Bahkan, dia kesulitan untuk merasakan kebahagiaan maupun kesedihan.

Perjuangan Mi-jeong menemukan titik damai dalam hidupnya memang lamban, tapi cukup realistis. Di dunia nyata, proses berdamai bisa jadi memang membutuhkan waktu. Dari Mi-jeong pula kita belajar untuk menerima dan mengakui apa yang tengah dirasakan diri sendiri. Dengan kerendahan hati menerima kondisi apa adanya atau perasaan nggak nyaman, kita justru mampu melepaskan diri dari semua hal yang membelenggu, termasuk kesepian.

2. Berjuang menikmati hidup setiap detiknya dan menyadari apa saja yang berharga adalah cara mengusir kesepian ala drama Doom at Your Service

Bayangkan dirimu menjadi Dong-kyung yang divonis mengidap kanker kronis. Nahasnya, kanker itu belum ada obat penyembuhnya. Hari-hari yang tersisa seperti mimpi buruk bagi Dong-kyung. Gairah hidup Dong-kyung menipis karena dia berpikir semua sisa hari nggak berguna. Toh, pada akhirnya Dong-kyung akan meninggal dalam hitungan hari.

Saat itulah Dong-kyung merasa sangat sepi dan sendirian. Nggak ada satu pun orang yang bisa memahami perasaan putus asa Dong-kyung. Namun, pertemuannya dengan Mul-myang, sosok fiktif dan misterius, perlahan mengubah cara pandang Dong-kyung tentang hidup.

Tim Dalam Artikel Ini