Evelin Menolak Dibilang Minta Nafkah 135 Juta ke Aming. Tapi yang Jelas 8 Juta Memang Nggak Cukup

Beberapa bulan terakhir, pasangan selebriti Aming Supriatna Sugandhi dengan istrinya Evelin Nada Anjani menjadi sorotan publik. Pasalnya, mereka yang baru resmi menikah pada 4 Juni 2016 lalu sedang menjalani proses perceraian. Padahal rumah tangga mereka bisa dibilang baru seumur jagung.

Advertisement

Berbagai rumor penyebab rumah tangga mereka retak pun bermunculan. Namun nggak ada alasan pasti tentang alasan di balik berakhirnya pernikahan antara Aming dan Evelin. Bahkan Evelin sempat memohon agar Aming menceraikannya. Tapi tetap saja, Aming bersikukuh dengan keputusannya tersebut.

Dan kabar baru pun mulai bermunculan. Salah satunya Evelin yang meminta nafkah sebesar 135 juta rupiah per bulan.

Melalui akun Instagramnya, Evelin mengklarifikasi kalau pemberitaan tentang dirinya yang minta uang bulanan 135 juta nggak benar

Klarifikasi Evelyn di instagramnya via www.instagram.com

Beberapa jam lalu, Evelin mengunggah sebuah berita tentang dirinya yang minta dinafkahi oleh Aming sebesar 135 juta per bulan, tapi Aming hanya sanggup memberikan sebesar 8 juta rupiah saja. Hal tersebut langsung ditampik oleh Evelin. Melalui caption di foto unggahannya, Evelin menyangkal berita tersebut dan mengaku nggak pernah meminta nafkah sebesar itu.

Advertisement

saya tegaskan di sini, krna saya dan pengacara saya kaget melihat berita ini krna saya tidak pernah meminta nafkah 135jt perbulan.
tolong jngn bikin berita yg membuat kesalah pahaman terjadi.
bikin berita yg bener deh.
jngan manas2in. jangn mentang2 saya diem terus atas pemberitaan di luar yg ngawur.
saya juga punya batas sabar?

Yang dikatakan Evelin adalah bahwasanya uang nafkah yang diberikan Aming sebesar 8 juta rupiah itu nggak cukup untuk hidup di Jakarta

Aming dan Evelyn menjalani sidang cerai via www.instagram.com

Evelin memang merasa nggak pernah meminta nafkah sebesar 135 juta rupiah per bulan kepada suami yang menalaknya itu. Melalui Henry Indraguna selaku pengacaranya, Evelin cuma bilang kalau nafkah yang diberikan sebesar 8 juta sebulan dirasa nggak cukup untuk hidup di Jakarta. Dilansir dari laman kumparan.com, sebelum ditalak, Aming memberikan nafkah lebih dari 8 juta rupiah. Dan baru pada proses percerian inilah istrinya dikasih 8 juta saja. Henry bilang kalau Evelin nggak mematok nominal nafkah yang diminta, tetapi yang jelas 8 juta nggak cukup. Permasalahan itupun disampaikan oleh pengacara Evelin kepada pengacara Aming, Devi Waluyo. Sedangkan  135 juta rupiah yang disebut-sebut itu sebenarnya adalah angka yang diajukan oleh Henry sebagai kompensasi selama proses cerai, seperti dilansir dari laman nova.grid.id.

Hingga sidang ke-5 perceraian yang telah berlangsung, belum ada kata sepakat bagi mereka untuk rujuk kembali

Aming dan Evelyn via www.instagram.com

Hari ini (28/4) proses perceraian antara Aming dan Evelin sudah masuk tahap kelima. Persidangan inipun hanya diwakili oleh masing-masing kuasa hukum. Dan keputusan Aming tetap teguh, ia menolak permintaan istrinya untuk kembali seperti semula dan Aming tetap memilih untuk bercerai.

Semoga keputusan akhir rumah tangga keduanya bisa menemukan jalan terbaik. Meskipun tentunya banyak yang kecewa dengan perceraian ini, karena sebelumnya pasangan tersebut berhasil membuat banyak orang merasa salut dan kagum dengan keduanya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

216 Comments

  1. Prayoga berkata:

    8 jt tidak cukup? ? Astaqfirullahaladzim.. Itu namanya tidak bersyukur.. Liatlah orang2 di bawahmu..yang hidup dengan uang yang pas pasan..

  2. Muthia berkata:

    Ini namanya tdk tau bersyukur, bukan minta nafkah. ?

  3. Ken Tōshi Lucy berkata:

    sialan… banci biaya hidupnya mahal amat 😀

  4. Phelina Felim berkata:

    8 juta per bulan ya gak cukup kalau dr kalangan menengah ke atas. Emangnya tinggal di hutan gak perlu biaya listrik, air, makan, gas, keperluan rumah tangga dll?

  5. Syarifah Hasna berkata:

    8jt gak cukup? Itu kebutuhan atau keinginan yg kudu dipenuhi? Klo sekedar kebutuhan mah pasti cukup, kalo keinginan nah baru.
    *Ingin ini ingin itu banyak sekali
    *hai baling baling bambuu

  6. Brian Sulistiyo berkata:

    Belum pernah ngerasa d bawah ya mbak..??

  7. Ronni berkata:

    Rumah tangga penuh kpalsuan

  8. MylLa KeZer berkata:

    Brgayalah sesuai isi dompet ..
    Jika kita bersyukur insya allah itu cukup .. Klw ngikutin gaya hidup ya mana cukup .

  9. Utsman Zulhakim berkata:

    kalo hitung”an,
    sewa apartemen kelas menengah alias udah bagus, dapet lah 3,5 jt perbulan, lalu biaya cuci, listrik dll, kalo memang pake jasa kena 1,5

    biaya makan, jika tiap hari makan di luar/ nge starbuck minimal sehari, kena minimal 400rb perhari, asumsi tiap hari jalan”, kena 12jt. belum bayar taksi, bensin, dllnya

    jadi kemungkinan mahal di gaya hidupnya,
    ya ga cukup kalo di turutin terus…

  10. Orang kaya kan banyakan gengsi, makanya kurang trus,

CLOSE