Hai, Mas Gibran yang sekarang lagi sibuk-sibuknya menyiapkan pesta pernikahan!

Maaf jika mendadak saya menulis surat menjelang hari bahagia Mas Gibran dengan Mbak Selvi. Bukan, saya bukan nggak terima karena nggak diundang. Tujuan saya menulis surat ini adalah sebagai permohonan maaf kepada Mas Gibran. Beberapa waktu lalu saya sempat menuduh Mas Gibran sebagai agen illuminati. Saya tahu Mas Gibran mungkin cuek aja dengan tuduhan saya (mungkin nggak baca juga), tapi saya tetap menyesal dan ingin meminta maaf.

Advertisement

Saya juga memohon maaf, mungkin surat ini nggak stadar sesuai aturan protokoler kepresidenan. Tampaknya terlalu banyak kata maaf yang saya tuliskan di surat ini. Maklum, Mas, mau bulan puasa. Enggak apa-apa kan ya? Jadi, setelah saya pikir-pikir, saya renungkan, dan saya telaah berkali-kali. Tuduhan saya atas Mas Gibran yang menyebarkan paham illuminati itu salah besar. Itu karena saya sebenarnya nggak begitu paham illuminati itu apa, saya kira semacam metode laminasi di tempat fotokopian gitu. Dan setelah saya bertapa, saya jadi sadar kalau Mas Gibran itu sosok yang pas banget jadi agen cowok idaman versi Hipwee. Sebab…

Mas Gibran terlahir sebagai anak sulung, itu tandanya Mas Gibran orangnya dewasa, berjiwa pemimpin dan tegar.

Si anak sulung yang cool

Si anak sulung yang cool via www.google.co.id

Terlahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Joko Widodo dan Iriana, membuat Mas Gibran jadi sosok yang dewasa dan tegar. Menurut artikel yang saya baca tentang anak sulung, mereka yang terlahir sebagai anak sulung itu terbiasa mengalah dan selalu menjadi andalan utama bagi orang tua. Mungkin Mas Gibran sangat paham, bagaimana perjuangan Bapak Jokowi dari awal membuka usahanya dulu. Jauh sebelum beliau menjadi walikota Solo, apalagi presiden yang selalu menjadi sorotan seperti saat ini.

Tentunya, Mas Gibran juga begitu diharapkan dapat meneruskan usaha yang telah dirintis Pak Jokowi. Untuk itu, Mas Gibran disekolahkan jauh-jauh ke Singapura dan Australia agar dapat memajukan usaha mebel Bapak ke kancah internasional. Saya yakin perjuangan Mas Gibran di perantauan dalam usia yang masih sangat muda membentuk Mas Gibran menjadi pribadi yang mandiri seperti saat ini.

Meski kemudian Mas Gibran memilih untuk membuka usaha sendiri, itu menunjukkan bahwa Mas Gibran memang cowok mandiri.

Masakin aku, Mas!

Masakin aku, Mas! via www.chillipari.com

Advertisement

Saya baca di berbagai media, Mas Gibran kini mengelola usaha katering yang saat ini cukup terkenal di kota Solo. Cerita Mas Gibran membangun bisnis ini juga keren persis seperti cerita-cerita inspiratif di film. Mulanya, Pak Jokowi nggak setuju dengan ide Mas Gibran membuka usaha kuliner. Pasalnya, Pak Jokowi sangat berharap Mas Gibran dapat mengurusi usaha mebel yang telah dirintisnya. Tapi Mas Gibran tetep kukuh pada keinginannya. Akhirnya, Mas Gibran pun memutuskan untuk pinjam dana di bank. Meskipun pada saat itu Mas Gibran adalah anak walikota, tapi tak semudah itu Mas Gibran dapat pinjaman. Mas Gibran harus ke sana ke sini sampai akhirnya ada bank yang mau memberikan pinjaman.

Awal mendirikan usaha pun, Mas Gibran tak langsung mendapat kepercayaan masyarakat. Untuk itu, Mas Gibran harus turun langsung ke lapangan melayani konsumen demi mendapatkan kepuasaan dan kepercayaan. Mas Gibran juga idealismenya sangat tinggi. Dia menolak orderan dari pemerintah kota Solo agar nggak dituduh nepotisme. Benar-benar keren ya?!

Kerja keras Mas Gibran pun berbuah manis. Kateringnya kini laris manis dan tak jarang diorder ke luar kota. Di usia yang masih terbilang muda ini, Mas Gibran sudah bisa sukses di usia muda. Keren! Pak Jokowi pun akhirnya legowo dengan pilihan karir Mas Gibran.

Sebagai pengusaha muda, Mas Gibran terus kreatif mengembangkan sayap dengan membuka usaha baru yang lebih populer.

Tempat yang lagi hits banget

Tempat yang lagi hits banget via www.google.co.id

Sukses dengan bisnis katering tak membuat Mas Gibran lantas cepat berpuas diri. Bersama teman-temannya, Mas Gibran pun membuka usaha baru yakni sebuah cafe yang menjual martabak dengan aneka rasa yang unik. Tempat tongkrongan ini sedang nge-hits di Solo. Enggak jarang, follower Mas Gibran di twitter sirik dan pengen Mas Gibran buka cafe juga di kotanya. Kalau saya sih cuma pingin dikirimin martabaknya aja, Mas, maklum anak kos.

Dalam bergaul pun Mas Gibran nggak pilih-pilih, makanya bisa kenal Mbak Selvi yang sekarang jadi pasangannya.

Kalau senyum dikit gini kan manis, tapi sayang udah ada gandengannya

Kalau senyum dikit gini kan manis, tapi sayang udah ada gandengannya via www.google.co.id

Saya pikir dulu Mas Gibran ini orangnya sombong. Iya habisnya Mas Gibran pelit senyum, suka menganggat dagu, dan kalau ngomong agak gimana gitu. Setelah saya renungkan kalau Mas Gibran sombong, mana mau Mas Gibran yang kala itu anak walikota berkenalan dan berteman akrab dengan Mbak Selvi  yang dari keluarga sederhana. Dan sekarang mereka hidup bahagia. Bukan. Bukan kayak cerita dongeng-dongeng yang akhirnya hidup bahagia di istana. Tapi, mereka hidup bahagia di rumah sederhana yang telah disiapkan.

Soal sombong ini, saya baru paham kalau Mas Gibran itu bukan sombong tapi mungkin tergolong orang yang introvert dan orang yang introvert itu cocok untuk jadi pemimpin. Orang yang introvert ini konon juga layak untuk dijadikan teman hidup. Ah, tapi sudah lah, saya terlambat menyadarinya. Mas Gibran sudah keburu ada yang punya sekarang.

Sebagai orang yang nggak dikenal sama sekali oleh Mas Gibran, saya hanya bisa berdoa. Semoga pernikahan Mas Gibran dan Mbak Selvi menjadi berkah untuk kalian berdua. Pokoknya samawa ya, Mas dan Mbak!

Dariku,

Yang pernah menuduhmu agen iluminati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya