Heboh Penggerebekan Angel Lelga, Opini Nana Mirdad ini Mungkin Mewakili Sebagian Besar dari Warganet

Sampai bingung bedain mana yang gimik atau beneran :(

Figur publik memang menjadi salah satu yang sering dibuntuti oleh media ke mana-mana. Kadang kehidupan privasi mereka juga menjadi konsumsi publik. Apakah itu positif maupun negatif, kehidupan selebritas secara nggak langsung menjadi makanan sehari-hari masyarakat.

Advertisement

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Media massa dipenuhi oleh berita tentang penggerebekan yang dilakukan Vicky Prasetyo terhadap istrinya Angel Lelga. Permasalahan kehidupan rumah tangga mereka seakan nggak ada habisnya. Semalam, Vicky menggerebek istrinya yang tengah berduaan di dalam kamar bersama seorang pria. Dalam video tersebut, terlihat Vicky sangat emosi mengetahui perselingkuhan yang dituduhkan pada istrinya itu.

Seperti kata Nana, penggerebekan ini sangat disayangkan, apalagi menjatuhkan pasangan sampai sebegitunya di depan umum

tanggapan Nana Mirdad

Media massa termasuk media sosial yang dipenuhi oleh berita tentang penggerebekan Angel Lelga bukan hanya menyita perhatian publik, tapi juga rekan sesama artis. Salah satunya Nana Mirdad. Melalui Instastory-nya, Nana mengutarakan opininya terkait penggerebekan yang dilakukan oleh Vicky tersebut. Nana merasa sangat miris melihat fakta bahwa ada pasangan yang sebegitu menjatuhkannya satu sama lain, apalagi di depan umum. Bagi Nana, apa pun permasalahan keluarga, sebaiknya diselesaikan antara suami-istri saja, tanpa perlu “menelanjangi” atau “menggerebek” pasangan seperti itu, apalagi membawa-bawa media.

Opini Nana ini semata karena kekhawatiran atas penonton yang masih anak-anak. Penggerebekan istri sendiri lalu digembar-gemborkan lewat media tentu bukan hal yang mendidik

butuh konten berkualitas

Bukan cuma membahas tentang “isi dapur” rumah tangga, Nana juga memikirkan tentang dampak konten tersebut. Di berbagai media massa, termasuk media sosial, video penggerebekan Angel Lelga oleh suaminya ini memenuhi semua lini. Yang dikhawatirkan Nana adalah jika tayangan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak. Padahal, anak-anak membutuhkan tayangan yang edukatif.

Sejatinya, dengan memperbaiki tayangan, bangsa kita ke depannya juga bisa menjadi bangsa yang lebih baik. Isi dunia anak dengan contoh pernikahan yang baik, bagaimana cara mengatasi masalah dengan baik, dan bagaimana memperlakukan orang dengan baik. Karena anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat.

Hari ini, di berbagai media massa termasuk media sosial dipenuhi berita dan video penggerebekan Angel Lelga oleh Vicky Prasetyo saat berduaan dengan pria lain di dalam kamar

penggerebekan Angel via www.instagram.com

Pendapat Nana tersebut mungkin saja mewakili kekhawatiran kita. Bagaimana hal-hal yang bersifat privasi kini sengaja dijadikan konten publik demi mendulang popularitas. Apalagi ini adalah aib keluarga. Seolah-olah Vicky sengaja dan nggak malu menunjukkan perselingkuhan (jika itu benar adanya) sang istri. Padahal aib istrinya adalah aib rumah tangganya. Lucunya, penggerebekan ini dihadiri oleh media sehingga bisa mendapatkan video langsung atau video ekslusif.

Advertisement

Sejak awal pernikahan mereka, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga memang merupakan pasangan yang seringkali dianggap sebagai pasangan yang kontroversial, bahkan lebih parahnya lagi, ada yang mengatakan pernikahan mereka adalah setting-an. Sempat dikabarkan hamil, lalu keguguran. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu rumah tangga keduanya nggak bisa dipertahankan lagi, meski Vicky tetap berusaha untuk rujuk. Dan sampailah babak rumah tangga mereka pada penggerebekan yang dilakukan Vicky di rumah Angel. Dalam penggerebekan tersebut, Angel didapati bersama seorang cowok di dalam kamar.

Kehidupan rumah tangga Vicky Prasetyo dan Angel Lelga sejak awal memang nggak lepas dari media. Apa pun updatean kehidupan mereka, selalu digembar-gemborkan di media massa, termasuk permasalahan yang tengah mereka hadapi. Bahkan bagi masyarakat sendiri sudah nggak bisa bedain mana yang asli atau kenyataan mana yang setting-an alias gimik.

Konten-konten seperti ini juga ditakutkan menjadi sebuah kebiasaan untuk dikonsumsi publik. Makin kaburlah batasaan antara privasi figur publik dengan apa yang pantas dikonsumsi oleh masyarakat. Mungkin salah satu caranya adalah dengan mengabaikan hal-hal yang tujuannya mencapai popularitas belaka. Sehingga mereka akan capek dengan sendirinya dan nggak lagi mengumbar hal-hal beginian ke publik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE