Kemudahan teknologi saat ini juga berdampak pada transportasi masyarakat. Hadirnya berbagai jenis transportasi dalam jaringan atau online membuat para pengguna jalan lebih leluasa. Mereka nggak perlu berdesak-desakan menggunakan transportasi umum biasa. Waktu yang digunakan pun tentu lebih hemat karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kehadiran transportasi ini tentu nggak terlepas dari cerita dan pengalaman di baliknya. Nggak sedikit para pengguna transportasi online yang berbagi cerita mereka di media sosial. Mulai dari hal kocak, mengharukan, hingga mengesalkan. Dan salah satu cerita tentang transportasi online ini diunggah oleh seorang netizen melalui Instagram. Ia menceritakan biaya perjalanan yang sangat mahal, hampir mencapai satu juta rupiah. Simak ceritanya!

Kejadian ini bermula saat seorang netizen menggunakan jasa taksi online dari Bandara Soekarno Hatta ke Cikarang

Curhatan netizen pengguna uber via www.instagram.com

Pengalaman tidak menyenangkan ini dialami oleh seorang netizen bernama Visca Anastashia. Melalui akun Instagramnya @viscanastashia, ia menceritakan pengalamannya menggunakan salah satu transportasi umum berbasis jaringan atau online, yaitu Uber. Ia memesan jasa Uber dari bandara Soekarno Hatta ke Cikarang. Dan setelah sampai, Visca dibuat kaget dengan jumlah biaya perjalanan yang harus dibayarnya.

Dilihat melalui trip details, tertera biaya perjalanan hampir satu juta rupiah dengan jarak 355 kilometer

Jaraknya nggak masuk akal via www.instagram.com

Advertisement

Pada trip details yang tertera di aplikasi Uber tersebut, tertulis nominal Rp947.500. Tentu bukanlah harga yang wajar untuk jarak antara bandara Soetta ke Cikarang. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah jarak yang ditempuh oleh Visca saat menggunakan Uber tersebut adalah lebih dari 355 kilometer. Melalui akunnya tersebut, Visca mengunggah bukti rute yang ia lalui lengkap dengan rincian tagihan perjalanannya. Sebelum sampai di tujuan, Uber tersebut sempat menurunkan saudara Visca yang kebetulan pulang bersamanya. Jaraknya pun hanya 3 kilometer dari rumah Visca. Tapi itulah alasan sang supir mengapa tagihannya hampir mencapai 1 juta rupiah.

Saya pesan Uber dari Bandara Soekarno Hatta terminal 2F tunjuan Cikarang, biasanya saya naik grabcar tapi karena mau ngedrop saudara saya jadi naik uber karena saya tau perjalanan uber berdasarkan Kilo meter. Supir ini bernama Budi, mobil Daihatsu Xenia warna Silver. Jarak ngedrop sodara saya ke rumah saya sekitar 3km dan sejalan, tapi perjalanan uber setelah berhenti nyaris 335 km dan bisa dilihat dari titik keberangkatan bercabang 3 dan tripnya panjang, dibuat ada petir padahal sebelum naik tidak ada petir 2x lipat atau bahkan 3x lipat. Supir Budi ditanya soal ini malah jawab “kan ngedrop jadi double perjalanan, memang segitu” karena saya naik uber pukul 01.00 WIB dan tiba sekitar 03.00 WIB dini hari akhirnya saya kasih uang cash sebanyak Rp. 950.000.
Saat itu juga saya lapor pihak Uber dengan meng-klik “Help” dan belum ada respon, paginya saya lapor via Twitter, dibalas dari pihak @uber_idn suruh DM email yang digunakan, sudah saya balas dan sampai saat ini belum ada kelanjutannya.
Hati-hati ya semuanya, jangan sampai ini kejadian berulang ke kalian semua. 👌🏻 #indonesian
Pesan moral: satu dua tiga supir driver curang, kena imbas kesemua driver uber. Berbagai macam orang ingin cepat mendapatkan uang dengan cara menipu bahkan maling demi kehidupannya, bahkan ada yang untuk menghidupi anak istri di rumah yang tidak paham betul sebenarnya, mereka hanya tahu suaminya supir uber tapi ternyata supir yang menipu banyak orang dengan FAKE GPS. Semoga berkah rezeki yang bapak Budi dapatkan, tidak menghambat rezeki bapak selanjutnya. 😊 #uberindonesia #ubercomplaint #ubercurang #uber

Meski langsung melaporkannya pada pihak Uber, tapi Visca belum mendapatkan respons langsung dari pihak terkait

Kena tarif hampir satu juta via www.instagram.com

Alasan sang supir tersebut tentu rasanya nggak masuk akal. Dan supir pun nggak bilang kalau ada kesalahan pada peta ataupun aplikasinya. Akhirnya, Visca pun harus membayar sebesar Rp950.000. Setelah kejadian tersebut, Visca langsung menghubungi pihak Uber lewat pilihan ‘help’ di aplikasi mereka namun tidak ada tanggapan. Dan paginya, ketika Visca menghubungi lewat Twitter, pihak Uber meminta alamat email yang digunakan Visca saat komplen. Namun masih belum ada respons.

Kejadian yang dialami Visca ini tentu saja bikin para pengguna transportasi online harus lebih berhati-hati. Semakin canggih teknologi, semakin canggih juga cara orang buat melakukan penipuan. Dan ternyata nggak sekali ini kejadian tersebut terjadi. Beberapa netizen lainnya yang mengetahui hal ini juga ikut membagikan pengalaman mereka. Meski nggak semahal tarif yang dibayar Visca, tetap saja para pengguna transportasi online ini merasa ditipu.

bagustianewok: Sejujurnya sepupuku juga abis kena ginian dari rumahnya ke pelabuhan ferry. Tapi enggak segila ini. Hadeh, aku kapok Uber, biasa go-car. Nih @fatah.slowtipe

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya