Betapa Sulitnya Jelaskan Profesi Kita kepada Orang Tua. Harus Diulang-ulang Dulu Baru Paham

Salah satu hal yang paling sering ditanyakan orang dewasa saat bertemu ialah profesi atau pekerjaan. Saat teman lama bertemu dengan kita, pekerjaan menjadi pertanyaan kedua yang dilontarkan setelah kabar. Begitu juga pada saudara-saudara kita yang sudah lama nggak bertemu. Sekalinya bertemu pasti ditanya, “Kerja apa sekarang?”.

Advertisement

Menjelaskan pekerjaan belakangan ini menjadi hal yang menyulitkan. Terlebih jika penjelasan itu ditujukan kepada para orang tua. Ada beberapa pekerjaan modern yang kurang familiar untuk mereka. Kira-kira beginilah sulitnya menjelaskan pekerjaan kepada orang-orang tua.

Menjelaskan pekerjaan kita itu susah, mesti berulang-ulang baru mereka paham

Sulit | credit: Pinterest via www.tipspengembangandiri.com

Jangankan orang lain, menjelaskan ke orang tua sendiri pun cukup sulit. Butuh lebih dari dua kali sampai mereka benar-benar paham. Misalnya content writer. Saat dijelaskan kalau content writer itu kerja di media, beliau langsung berkesimpulan bahwa kerjaan kita jurnalis. Padahal, kan, sedikit berbeda. Ketika dijelaskan pekerjaan kita admin media sosial, beliau malah mengira kita penjaga warnet. Hmmmm~

Kadang kita sampai mencari pekerjaan lain yang jobdesc-nya mirip-mirip baru mereka paham

Cari pekerjaan lain yang jobdesc-nya mirip. | credit: Andrea Piacquadio on Pexels via www.pexels.com

Menjelaskan pekerjaan kepada para orang tua itu susah. Udah dijelaskan dengan detail pun mereka belum tentu paham. Makanya kadang males juga ngejelasin ke mereka. Solusi yang biasa dipakai ialah mencari profesi lain yang jobdesc-nya mirip biar mereka nangkep. Nggak pedulilah meskipun ada sedikit perbedaan, yang penting mereka nggak tanya-tanya lagi.

Advertisement

Paling nyebelin kalau lebaran tiba. Mulai dari bude, pakde, hingga tetangga, pada nanya. Kita harus jelasin panjang lebar lagi

jelasin lagi dari awal. | credit: mihrabqolbi via www.mihrabqolbi.com

Rasa sebal menjelaskan profesi mencapai puncaknya ketika lebaran. Semua orang jauh datang mengunjungi rumah. Saudara-saudara pasti menanyakan kabar kita yang sudah beranjak dewasa. Selaiknya orang yang sudah lama nggak ketemu, pakde, bude, mbah, saudara sepupu pasti pada nanya. Di sinilah kita mesti menjelaskan lagi soal pekerjaan kita secara berulang-ulang. Rasanya pengin bikin brosur khusus yang berisi deskripsi pekerjaan kita, jadi kalau pada penasaran bisa baca sendiri.

Zaman berubah, pekerjaan jenis baru pun bermunculan. Wajar jika mereka nggak paham

Pekerjaan modern bermunculan. | credit: business-standard via www.business-standard.com

Ketidaktahuan ayah, ibu, bude, pakde, om, tante pada profesi karena mereka nggak mengikuti perkembangan zaman. Seiring dengan perubahan zaman, banyak bermunculan pekerjaan baru. Apalagi sekarang zamannya semua serba digital, mereka jelas semakin berjarak. Mereka perlu belajar dahulu sebelum akhirnya bisa mengerti.

Advertisement

Dulu mana ada content writer, YouTuber, social media strategist? Adanya guru, dokter, PNS, insinyur, pedagang, dan lain-lain. Wajar kalau mereka butuh dijelaskan. Sulitnya menjelaskan pekerjaan dialami oleh banyak orang. Jangankan orang tua, anak muda aja kadang banyak yang nggak paham sama pekerjaan temannya.

Jabatan kerja sekarang makin aneh-aneh. Ada yang pekerjaannya sama, tapi namanya berbeda. Ada juga yang pekerjaannya apa yang disuruh kerjain pekerjaan yang bukan jobdesc-nya. Relate?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE