Hubungan pemain sinetron Tsania Marwa dan Atalarik Syah memang sedang di ujung tanduk. Keduanya seolah sepakat untuk perang dingin. Sejak gugatan cerai dilayangkan Tsania kepada suaminya pada beberapa waktu lalu, curhatan demi curhatan saling ditampakkan keduanya melalui akun media sosial masing-masing. Tak jelas apa penyebab sebenarnya hubungan mereka harus berakhir di meja hijau. Pengakuan Tsania hanya sebatas mereka sudah tidak satu prinsip lagi. Keterangannya tersebut memunculkan banyak pertanyaan publik pasalnya gugatan cerai Tsania dilayangkan setelah dua minggu lamanya ia pulang ke rumah orangtuanya. Terlepas dari penyebab retaknya hubungan rumah tangga pasangan yang terpaut selisih 17 tahun ini, pengorbanan Tsania untuk dapat bertemu anak-anaknya sepertinya layak disandingkan dengan peribahasa ‘Kasih Ibu sepanjang masa’. Buat kamu yang sudah jadi ibu, mungkin tahu persis bagaimana jika dilarang bertemu dengan anak-anak. Sedih..

Marwa rela diusir hingga diperkarakan dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan karena memaksa bertemu anak-anaknya sendiri

Advertisement

Hari Minggu lalu Tsania Marwa nekat mendatangi bekas rumah yang pernah ditinggalinya bersama sang suami lantaran kerinduan dengan anak-anaknya sudah tak terbendung. Bahkan Tsania sampai harus membawa polisi. Namun kedatangannya tak disambut baik. Saat itu Atalarik memang sedang tidak ada di rumah. Tsania hanya bertemu dengan kakak suaminya, itupun ditemui di luar pagar. Perdebatan beberapa menit berujung sia-sia. Hari itu Tsania tetap gagal menemui anak-anaknya. Bahkan, kabarnya Atalarik sampai melaporkan tindakan Tsania tersebut ke Polres Bogor karena dianggap sebagai perbuatan tidak menyenangkan. Hmm.. memang salah ya seorang ibu kandung ingin bertemu anak-anaknya sendiri?

Menilik kembali kisah kasih Tsania-Atalarik yang terjadi karena cinta lokasi

Tsania Marwa dan Atalarik Syah via hot.detik.com

Pada akhir 2011, publik dikejutkan dengan rencana pernikahan mereka karena perbedaan usia yang cukup jauh. Pertemuan mereka berawal dari keterlibatan keduanya dalam sebuah sinetron berjudul Putri yang Tertukar. Awalnya Tsania justru memanggil Atalarik dengan sebutan ‘Om’. Lama kelamaan benih-benih cinta pun tumbuh dan membuat keduanya mengikat janji suci tanggal 10 Februari 2012. Hingga saat ini mereka dikaruniai dua orang anak bernama Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Syabira.

Ternyata hubungan yang tampak baik-baik saja di media sosial tidak menjamin kebahagiaan satu sama lain ya

Terlihat mesra via www.kapanlagi.com

Tsania dan Atalarik termasuk pasangan yang bisa dikatakan jauh dari gosip, bahkan keduanya tergolong romantis. Namun, karena mereka tidak terlalu mengumbar kebersamaan di media sosial, awalnya kita juga tidak banyak tahu tentang apa yang ada di balik itu semua. Nyatanya hubungan mereka tidak berjalan langgeng.

Eh, tapi Tsania sempat ‘curhat’ di Instagram lantaran Atalarik mengembalikan semua barang-barangnya secara kurang sopan

Curhat di Instagram via kumparan.com

Advertisement

Setelah rumor keretakan rumah tangga mereka ‘terendus’ media, beberapa hari setelahnya, tepatnya sebelum sidang pidana perceraian mereka digelar, Tsania mengunggah foto setumpuk kantong plastik hitam yang menurutnya adalah barang-barang miliknya yang dikembalikan oleh Atalarik dengan cara kurang sopan. Atalarik membungkus semua barang-barang Tsania di plastik sampah hitam dan menaruhnya di depan pos satpam. Tsania menuding Atalarik telah berlaku zalim padanya.

Hingga kini Tsania mengaku belum bisa menemui kedua buah hatinya karena Atalarik tidak memberi izin

Bersama buah hati via rockingmama.id

Sudah sebulan lebih Tsania mengaku belum bisa menemui kedua buah hatinya. Bahkan kabarnya mereka diambil secara paksa oleh sang Ayah. Berbagai cara kerap dilakukan Tsania. Ia juga sempat menumpahkan kesedihannya lewat akun media sosial miliknya. Pada akhirnya ia hanya bisa berdoa akan dipertemukan kedua anaknya secepatnya.

Sedih nggak sih kalau kita sebagai ibu dilarang bertemu anak-anak sendiri? Ya apa salahnya mempertemukan barang sejenak karena biar bagaimanapun yang berhak bertanggung jawab atas konflik yang terjadi tetap kedua orangtuanya, dan seharusnya sih anak-anak tidak ikut menanggung akibatnya ya..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya