5 Kejadian Konyol Sobat Misqueen Ketika Masuk Toilet Mewah. Bingung, Tapi Malu buat Nanya ke Orang

Kejadian konyol di toilet

Budaya menggunakan toilet antara satu orang dengan yang lainnya berbeda-beda, apalagi kalau beda budaya. Contohnya orang Indonesia dengan bule: mayoritas dari kita lebih suka pakai kloset jongkok, sementara bule lebih nyaman dengan kloset duduk. Orang Indonesia kalau cebok pakai air, sementara bule cuma pakai tisu.

Advertisement

Ngomong-ngomong soal toilet, ada yang aneh dari toilet umum di hotel, mal, gedung pertemuan di Indonesia. Kenapa fasilitas yang disediakan merujuk pada toilet duduk semua? Padahal, kan, ini di Indonesia. Seperti ada aturan yang nggak tertulis bahwa toilet umum standarnya begitu. Tentu aja ini menyulitkan orang-orang kita, terlebih sobat misqueen yang nggak bisa BAB kalau nggak jongkok. Maka jangan heran kalau 5 kejadian konyol ini sering terjadi di toilet umum.

1. Pernah nggak sih kamu bingung cara buka keran di mal? Saking nggak ngertinya sampai nunggu orang cuci tangan

Bingung nggak ada kerannya. via www.indozone.id

Model keran di era modern sangat beragam. Semakin modern, semakin susah cara pakainya. Seakan nggak cukup dengan cara diputar, muncul yang dipencet, disensor, dan lain sebagainya. Kebaruan teknologi ini kadang sampai bikin kita bingung pas masuk toilet. Udah utak-atik nggak keluar airnya, alhasil mesti nunggu orang lain dulu baru bisa cuci tangan. Kamu gini juga nggak?

2. Orang Indonesia terbiasa cebok dengan air. Makanya ketika ada urinoar yang nggak ada kucuran airnya mereka bingung

Bingung cara nyiram dan ceboknya. via media.rooang.com

Cowok-cowok pasti pernah mengalami kejadian konyol di toilet umum. Utamanya saat kencing di urinoar lalu nggak ada kucuran airnya. Selain bingung gimana menyiramnya, bingung juga gimana ceboknya. Akhirnya kamu bodo amat dan meninggalkannya begitu aja.

Advertisement

Inilah alasan kenapa urinoar modern nggak cocok di Indonesia. Orang terbiasa cebok dengan budaya timur, yaitu pakai air. Kalau airnya dihilangkan, susah dong mereka kalau mau sembayang. 🙁

3. Pernah nggak kamu nungguin pintu lama-lama, eh, ternyata nggak ada orangnya?

Masa iya harus diterawang dulu? via canopikaca.blogspot.com

Nggak cuma urinoar atau wastafel yang semakin lama semakin modern, pintu toilet juga. Kita terbiasa menganggap pintu yang tertutup berarti ada orangnya, sedangkan beberapa jenis pintu toilet yang baru formatnya beda. Seperti ada penanda khusus yang menunjukkan bahwa toilet itu ada yang pakai.

Inilah yang kemudian memunculkan kejadian konyol: udah lama-lama nahan kencing atau BAB, ternyata dari tadi toiletnya kosong. Semoga masih kuat nahan, yha~

Advertisement

4. Nggak cukup hanya dengan gambar, beberapa toilet menggunakan tanda yang berbeda dari biasanya. Bikin salah masuk toilet 🙁

Gimana bedainnya? via www.indozone.id

Inovasi seharusnya memudahkan orang bukannya malah menyulitkan. Seperti halnya penanda masuk toilet yang kadang antara tempat satu dan lainnya nggak sama. Lazimnya menggunakan gambar dan keterangan ‘men’ dan ‘women’.

Namun penulis pernah menemukan toilet berbahasa asing—bukan bahasa Inggris. Pernah juga menemukan toilet dengan penanda baru yang bikin bingung. Alhasil penulis jadi salah masuk toilet. Hmm, malu!

5. Yang paling sering tentu saja nggak tahu cara buat cebok. Celana jadi basah semua akibat tersiram semprotan otomatis

Ribet betul. via www.shutterstock.com

Tanpa ember dan gayung aja sebenarnya orang sudah susah buat cebok. Nah, ini disuruh pakai kloset dengan teknologi nyiram otomatis. Celana yang tadinya kering jadi basah gara-gara kita nggak tahu sama cara kerja mesin buat ceboknya. Padahal udah baca keterangannya, tapi masih tetep aja nggak paham. 🙁

Kejadian konyol ini nggak bakalan terjadi kalau toilet umum disesuaikan dengan budaya orang Indonesia. Kenapa sih suka banget pakai teknologi yang memudahkan bule, sementara orang kitanya jadi kesulitan? Bingung deh. Emang ada yang salah dari jongkok dan cebok pakai air? Bukan apa-apa, malu aja gitu kalau setiap ke toilet mal lihatin orang lain dulu biar tahu cara pakainya. 😀

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE