5 Kasta Kelereng yang Pernah Booming di Kalangan Generasi 90-an. Andalanmu yang Mana?

Kelereng generasi 90-an

Berbeda jauh dengan era saat ini, dulu bocah-bocah generasi 90-an punya hiburan tersendiri yang nggak kalah menarik dibandingkan dengan gadget. Salah satunya yang paling ngetren dan dimainkan oleh hampir semua anak pada masanya adalah kelereng. Bola kaca yang dulu kerap digunakan sebagai alat permainan tradisional ini sangat familiar di kalangan generasi 90-an. Baik itu anak perempuan atau laki-laki, semuanya pasti pernah memainkannya.

Advertisement

Aturan dan cara bermain kelereng ini pun di setiap daerah memiliki perbedaan sendiri-sendiri. Selain itu, jika kamu ingat dulu kelereng-kelereng tersebut memiliki kasta khusus di kalangan para bocah. Mulai dari kelereng biasa hingga kelereng istimewa, semuanya ada. Cara membedakan kasta kelereng itu pun tergolong unik. Sambil bernostalgia, kamu masih ingat dengan ini, kan?

1. Kasta terendah diduduki oleh kelereng yang memiliki corak paling umum

Kelereng kasta terendah / Credit: Syahrilachmad

Bisa dibilang bahwa kelereng dengan corak yang satu ini merupakan kelereng dengan posisi kasta paling bawah. Harganya pun biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis kelereng lainnya. Coraknya terlalu pasaran, dan biasanya paling sering digunakan untuk taruhan dengan lawan main. Ibaratnya, kalau yang dikasih ke orang lain kelereng yang satu ini pokoknya nggak nyesek-nyesek banget deh.

2. Naik ke kasta selanjutnya, ada kelereng yang ukurannya lebih besar dan juga lebih kecil

Kelereng kecil dan besar / Credit: Bukalapak

Meski coraknya terkadang nggak jauh berbeda dengan kelereng kasta terendah, jenis kelereng yang satu ini biasanya menduduki kasta kedua. Pasalnya, kelereng dengan ukuran yang lebih kecil atau yang lebih besar sering digunakan sebagai gacoan andalan. Katanya sih dulu dua jenis kelereng ini punya keberuntungan tersendiri dibandingkan dengan kelereng lainnya. Tapi, kalau dipikir-pikir pakai gacoan yang ukurannya lebih kecil memang terasa lebih seru sih! 😀

Advertisement

3. Mulai masuk ke kalangan setengah sultan, ada kelereng susu yang punya warna dominan putih dengan corak khas

Kelereng susu / Credit: Tokopedia

Setelah kelereng dengan ukuran yang berbeda dengan biasanya, kini naik ke kasta selanjutnya yang diduduki oleh kelereng susu. Bukan tanpa alasan, jenis kelereng ini dinamakan kelereng susu karena warnanya yang sangat khas dan beda dengan lainnya. Jika kelereng pada umumnya memiliki warna bening, kelereng susu ini punya warna dominan putih yang bukan transparan. Biasanya kelereng susu ini menjadi salah satu jenis kelereng yang paling disayang-sayang sama pemiliknya.

4. Kasta selanjutnya ada kelereng berlian. Tapi, di beberapa daerah biasanya juga disebut dengan kelereng kristal

Kelereng berlian / Credit: Piqsels

Sebenarnya setiap daerah di Indonesia memiliki julukan yang berbeda-beda terhadap jenis kelereng yang satu ini. Tapi, nama kelereng berlian atau kelereng kristal memang menjadi nama yang paling familiar di kalangan bocah kala itu. Ciri untuk mengenalinya sangat mudah,  biasanya kelereng ini memiliki satu warna saja. Jenis kelereng yang satu ini menduduki kasta yang lumayan tinggi lantaran peredaraannya yang nggak sebanyak jenis kelereng lainnya pada saat itu. Beruntung kalau dulu kamu sempat memilikinya.

5. Kasta tertinggi diduduki oleh kelereng planet atau kelereng galaksi. Sultan banget!

Advertisement

Sekilas mirip kelereng berlian / Credit: Blibli

Jenis kelereng planet atau kelereng galaksi menjadi kelereng dengan kasta tertinggi lantaran coraknya yang sangat unik. Jika diperhatikan lebih dekat, kelereng yang satu ini udah berasa kayak benda mewah di kalangan para bocah. Memiliki warna khas, corak khas, dan tentunya nggak dimiliki oleh semua bocah pada masanya. Dulu, kelereng yang satu ini pokoknya paling anti buat taruhan, biasanya hanya sekedar buat koleksi aja.

Saat ini jenis-jenis kelereng di atas sebenarnya masih bisa kita temukan dengan mudah. Harganya pun nggak begitu mahal untuk sekelas benda legendaris. Tapi, yang jelas sensasinya udah nggak bisa seperti dulu lagi. Beruntung banget bocah-b0cah yang dulu pernah merasakan masa kejayaan benda ini. Masa kecil yang berbahagia~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE