Keluarkan Guru dari Grup WhatsApp Pembelajaran, Warganet ini Tuai Kritikan. Lagian Ada-Ada Aja!

Keluarkan guru dari grup WhatsApp

Semakin ke sini, tentunya zaman semakin modern, canggih, dan orang-orang bisa melakukan apa pun itu lewat dunia maya. Namun, perkembangan zaman tersebut ternyata nggak selalu dibarengi dengan perkembangan moral dan etika anak-anak masa sekarang. Generasi kita saat ini cenderung melakukan hal-hal konyol cuma demi mendapatkan atensi dari khalayak luas.

Advertisement

Salah satunya adalah konten TikTok berisikan video yang memperlihatkan seorang siswa mengeluarkan gurunya dari dalam grup WhatsApp pembelajaran online. Seperti yang kita tahu, setahun belakangan ini para pelajar di Indonesia memang mengikuti pembelajaran secara online lantaran pandemi yang nggak kunjung selesai. Kelakuan nggak ada akhlak yang diunggah bocah tersebut akhirnya mendapat kritikan keras dari para warganet.

Kita terkadang mau nge-chat guru aja takutnya udah setengah mati, ini malah ada orang yang kelakuannya nggak nalar, tanpa alasan lagi

Kalau kamu termasuk pelajar atau mahasiswa yang normal, tentunya paham dong gimana rasanya mau mengirim pesan ke guru atau dosen. Entah mau bertanya tentang pelajaran, tugas, konfirmasi jadwal, atau apa pun itu, pasti ada rasa deg-degan dan takut yang menghantui. Terlebih jika gurumu terkenal dengan citranya sebagai guru yang galak.

Advertisement

Sementara zaman sekarang, kok ada orang yang tega bertindak kayak gitu sama gurunya tanpa alasan yang jelas? Coba deh lihat chat dari guru tersebut, dia cuma menyapa anak didiknya dan mengingatkan apa tugas yang harus dikerjakan hari itu lo. Memang dasarnya bocah nggak ada akhlak, keterlaluan sih.

Padahal jadi guru itu nggak gampang lo. Gaji guru juga nggak seberapa, belum lagi harus berhadapan dengan siswa nggak ada akhlak kayak gini 🙁

Ilustrasi guru / Credit: Tanotofoundation via www.tanotofoundation.org

Sepertinya orang-orang begitu tuh nggak pernah kepikiran, kalau jadi guru itu bukan persoalan yang gampang. Usahanya berat banget, gaji nggak seberapa, kadang dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan nggak diperhatikan nasibnya, udah gitu sering banget pula berhadapan dengan siswa-siswa yang nggak ada akhlak kayak mereka. Jadinya julukan “pahlawan tanpa tanda jasa” yang disandang para guru itu cuma dianggap lucu-lucuan oleh sebagian orang deh. Padahal di waktu-waktu pandemi kayak gini, guru juga susah banget mikirin gimana cara dan strateginya, biar ilmunya dapat tersalurkan ke anak didiknya lo.

Mau itu setting-an, sekadar konten, atau bahkan gimik, tetap aja nggak bisa dibenarkan sih. Apalagi kalau sampai berpengaruh memotivasi orang lain untuk melakukan hal serupa

Advertisement

Perjuangan seorang guru / Credit: Republika via republika.co.id

Kejadian viral yang bikin geram banyak warganet itu pun akhirnya menuai berbagai macam respons dari pengguna media sosial lainnya. Banyak yang mengkritik kelakuan si pembuat konten tersebut, beberapa yang lainnya juga memperdebatkan keaslian percakapan di grup WhatsApp tersebut. Mau bagaimanapun kebenarannya, entah itu memang setting-an, cuma konten buat lucu-lucuan, atau apa pun itu tujuannya, tetap aja hal tersebut nggak bisa dibenarkan. Tahu sendiri bagaimana tipikal warganet Indonesia, ketika ada satu hal yang viral, biasanya yang lain bakal mengikuti, nggak peduli tindakan tersebut benar atau salah.

Jangan lagi deh bersikap demikian pada guru, bercandaan boleh-boleh aja, tapi nggak perlu sampai keterlaluan kayak gitu. Mereka juga pasti udah pusing banget mikirin strategi ini-itu demi proses pembelajaran buat anak didiknya. Nanti kalau mereka marah, toh kita sendiri yang rugi, kan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE