Menjadi fakir asmara selama di bangku kuliah tentu ada suka dan dukanya. Adakalanya kamu merasa jadi mahasiswa yang paling bahagia di dunia karena bebas mau ngapain aja. Mau naksir siapa aja nggak akan ada yang marah. Nongkrong di sekre selama apa pun, oke-oke aja. Kamu juga bebas berteman sama siapa aja (nah, belakangnya A semua ini).

Tapi, kamu juga nggak bisa membohongi diri kalau ada kalanya kamu merasa kesepian dan iri tiap liat mereka yang pacaran. Misalnya saat mereka yang punya pacar selalu dateng ke kampus berduaan dan nggak pernah absen pegangan tangan, kamu selalu sendirian. Hingga akhirnya terbesit dalam pikiran kapan ya jodoh gue datang. Atau duh, wisuda nanti gue ada pendampingnya ga ya. Dan kegamangan kamu yang lainnya. Puk-puk, kamu nggak sendirian kok.

1. Berangkat dan pulang ngampus kamu selalu sendirian, di saat mereka yang pasangan nggak pernah absen berduaan.

Iri ya liat mereka yang ke kampus selalu boncengan??

Iri ya liat mereka yang ke kampus selalu boncengan?? via lolading.com

Advertisement

Kamu yang jomblo selalu berangkat dan pulang ngampus sendirian. Tapi itu masih mending daripada kamu yang udah jomblo nggak punya dan nggak bisa bawa motor. Kemana-mana harus naik angkutan kota atau nyari tebengan. Ngenes banget ya? Sementara mereka yang pacaran nggak pernah absen berduaan. Nyesek ya liatnya.

2. Nggak jarang kamu makan di kantin sendirian, saat temanmu tengah sibuk semua. Saat lihat sekitaran mereka yang pacaran ternyata lagi sibuk suap-suapan. #kalau gitu kamu makan sambil tutup mata aja.

Bete nggak liat mereka suap-suapan di kantin kaya gini?

Bete nggak liat mereka suap-suapan di kantin kaya gini? via citizen6.liputan6.com

Suatu ketika kamu lagi laper dan bergerak menuju kantin kampus. Kamu pun ngajak temanmu untuk makan bareng di kampus. Yah, kebetulan temanmu lagi pada sibuk berkegiatan semua. Kamu yang seorang jomblo dan nggak punya gebetan, akhirnya memilih untuk makan sendiri di kantin. Saat itulah kamu merasa sangat merana berada di tengah mereka yang pacaran ternyata lagi sibuk suap-suapan.

3. Ada saatnya juga kamu iri lihat mereka yang bisa berkeluh kesah seputar dunia kuliah dengan pacarnya. Sekadar pertanyaan sederhana tentang kenapa ya gue nggak ngalamin hal itu?

Kamu harus rajin belajar ya, Sayang. (Pura-pura budek aja kalau kebetulan dengar percakapan mereka).

Kamu harus rajin belajar ya, Sayang. (Pura-pura budek aja kalau kebetulan dengar percakapan mereka). via www.berkuliah.com

Yang, kok nilai kamu semester ini anjlok semua sih! Ada E-nya pula!

Iya nih. Padahal aku udah belajar lho, Yang.

Bohong! Kamu sih terlalu sibuk di BEM. Boleh kamu sibuk berorganisasi, tapi jangan sampai lupain urusan kuliah juga dong. Kan, ini demi masa depan kita juga, Yang.

Iya, Sayang. Makasih ya kamu udah ingetin.

Jomblo yang denger mendadak sakit dada.

Advertisement

Mungkin kamu yang masuk kategori spesies jomblo selama di kampus, belum atau nggak pernah ngalamin percakapan di atas ya. Kalau kebetulan kamu mendengar secara nggak sengaja percakapan di atas, kamu pura-pura nggak denger aja ya. Yakin deh, setidaknya pernah terbesit dalam benakmu sekali tentang kenapa yah gue nggak pernah ngalamin kaya itu. Tenang, mungkin saat ini kamu nggak mengalami hal itu. Tapi pasti akan ada saatnya kamu miliki seseorang yang suatu hari nanti akan selalu ada disampingmu untuk menguatkanmu. #mendadak tambah baper.

4. Duh, kalau inget dukanya jadi jomblo selama kuliah, cukup ngenes ya? Tapi kamu nggak usah khawatir berlebihan. Jadi jomblo banyak enaknya kok. Salah satunya bebas naksir siapa aja.

Kalau kamu naksir adik tingkatmu yang cantik ini, nggak akan ada yang marah kok. Asyik kan jomblo?

Kalau kamu naksir adik tingkatmu yang cantik ini, nggak akan ada yang marah kok. Asyik kan jomblo? via www.kompasiana.com

Nah, inilah keasyikannya jadi jomblo selama kuliah. Kamu bisa bebas ngeceng siapa aja. Entah itu kakak tingkat, adik tingkat, bahkan dosen (dosen muda dong ya) sekalipun! Nggak akan ada yang marah dan cemburu juga. Jadi, biar kata status jomblo, tapi hati udah ada yang ngisi dong ya (tsaaah).

5. Kamu berkegiatan sampai larut malam di kampus pun nggak akan ada yang mengusikmu.

Kamu mau sibuk berkegiatan pun, nggak ada yang mengusikmu.

Kamu mau sibuk berkegiatan pun, nggak ada yang mengusikmu. via www.merdeka.com

Kamu yang kebetulan dapet gelar jomblo teraktif di kampus, pasti sangat menikmati statusmu ini yah. Karena nggak akan ada yang mengusik kegiatanmu, nggak akan ada yang protes sama kegiatanmu. Hidup bakal akan sangat nyaman tanpa kalimat kamu di mana, sama siapa, pulang jam berapa, dan kapan ada waktu buat aku. Selamat, kamu punya masa kuliah yang produktif. Ketimbang mikirin kapan dapet pacar, kamu lebih memilih mengisi masa kuliahmu dengan kegiatan yang bermanfaat. Salut deh sama jomblo kaya kamu ;).

6. Asyiknya jadi jomblo adalah bisa bebas temenan sama siapa aja, tanpa ada yang curiga.

Kamu bisa bebas..

Bersyukur karena kamu nggak akan mengalami percakapan kaya gambar di atas. via m.keepo.me

Yang, ini siapa ya? Kok aku nggak tau kamu kemarin jalan sama dia?

Ohh, itu adik tingkat, anak BEM juga kok.

Kamu nggak ada apa-apa kan sama dia?

Ya ampun, Yang. Kita jalannya nggak cuma berdua kok. Sama anak-anak yang lain juga.

Kalau kamu jomblo kamu harus bersyukur karena nggak usah ngalamin percakapan kaya di atas. Kamu mau temenan sama siapa aja, sah-sah aja. Jalan sama lawan jenis juga nggak bakal ada yang curiga dan cemburu. Duniamu jadi luas dan nggak terbatas.

7. Lagi, daripada kamu sibuk memikirkan statusmu yang tak kunjung ‘digenapkan’, lebih baik kamu fokuskan diri untuk mencapai target kelulusan.

Lebih baik mengusahakan diri biar cepet lulus.

Lebih baik mengusahakan diri biar cepet lulus. via anteaterblog.tumblr.com

Dunia perkuliahan sayang untuk disia-siakan. Karenanya kamu harus mengisinya dengan prestasi dan kegiatan berorganisasi. Dari pada kamu gamang memikirkan status jomblomu yang tak kunjung digenapkan. Baiknya kamu fokuskan diri untuk mencapai target kelulusan. Semakin kamu cepet lulus, cepet dapet kerja, dan nggak menutup kemungkinan jodoh juga semakin mendekat. *eaaa!

8. Mungkin saja jodohmu datang seiring toga disematkan. Sekali lagi, mungkin ya..

Siapa tau nanti pas wisuda, ada seseorang yang spesial datang untukmu. Membawa bunga dan menawarkan masa depan. #ajiiib!

Siapa tau nanti pas wisuda, ada seseorang yang spesial datang untukmu. Membawa bunga dan menawarkan masa depan. #ajiiib! via poskotanews.com

Atau bisa jadi. Okeh, sekali lagi bisa jadi ya. Jodoh kamu akan datang seiring toga disematkan. Mungkin di hari kamu wisuda, akan ada seseorang spesial yang datang kepada kamu dengan membawa seikat bunga. Dan.. menawarkan masa depan. *Semoga ini bukan sekadar hayalan ya.

9. Sebagai pengingat, kampus bukanlah tempat untuk mencari pasangan. Karena jodoh di dunia perkuliahan itu hanya bonus semata.

Dapet jodoh di kampus itu cuma bonus aja kok.

Dapet jodoh di kampus itu cuma bonus aja kok. via forums.soompi.com

Kampus sejatinya tempat untuk menimba ilmu, bukan untuk mencari jodoh. Karenanya kamu yang lagi gamang dengan status mahasiswa tuna asmara, nggak usah khawatir. Mungkin jodohmu datang setelah lulus kuliah nanti. Karena jodoh di dunia perkuliahan itu hanya bonus semata.

Jadi, wahai kamu yang tuna asmara, nggak punya pacar selama jadi mahasiswa itu bukan hal yang perlu dirisaukan kok. Justru itu sebuah anugerah yang patut kamu syukuri karena kamu bisa bebas mengembangkan diri. So, nggak usah gamang bin galau kalau selama menjadi mahasiswa kamu menyandang gelar fakir asmara. Tenang, Guys! Mungkin jodohmu akan datang seiring toga disematkan. Amiin. (Yang amin-nya paling kenceng, jomblonya udah kelamaan). 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya