Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Dunia hiburan, khususnya perfilman di Indonesia selalu menarik untuk dibicarakan. Sadar atau nggak, berita tentang film baru, aktor, aktris, sutradara dan lainnya silih berganti menyentuh telinga kita. Salah satu bukti bahwa dunia perfilman tanah air tengah meroket.

Baru-baru ini netizen ramai membicarakan film baru yang berjudul Posesif. Pasalnya, film yang menceritakan tentang percintaan remaja ini masuk dalam 10 nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Bukan hanya filmnya yang jadi bahan perbincangan, namun sang pemeran utama, Adipati Dolken nggak terlewat dari perhatian khalayak. Nah, kali ini Hipwee ingin mengajak kamu untuk sejenak melihat kilas balik pemeran Yudhis ini.

ADVERTISEMENTS

Pria yang memiliki nama asli Adipati Koesmadji ini mulai dikenal sejak berperan dalam sinetron Kepompong di SCTV tahun 2008

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Berperan sebagai Virgo. via gozzip.id

Kamu masih ingat dengan sinetron Kepompong? Sinetron remaja yang bisa dibilang booming pada masanya itu, bercerita tentang kehidupan 5 orang sahabat dengan segala problemanya, mulai dari persahabatan, cinta, pengembangan diri, dan sebagainya. Di sini, Adipati Dolken berperan sebagai Virgo. Meski bukan sebagai pemeran utama, namun setelah bermain dalam sinetron itu, wajah Adipati kerap terlihat di layar kaca Indonesia.

ADVERTISEMENTS

Sebelum bermain film layar lebar, aktor yang sempat diisukan dekat dengan Maudy Ayunda ini membintangi beberapa sinetron dan FTV

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Sinetron Heart Series 2. via www.pulsk.com

Setelah kemunculannya pada sinetron Kepompong, Adipati mulai mondar-mandir berperan sebagai aktor utama di pelbagai sinetron. Sebut saja Cinta Puteri, Heart Series 2, dan Get Married 2. Sinetron-sinetron yang boleh dibilang hits pada zamannya itu menjadi batu loncatan sang aktor hingga akhirnya ia bermain dalam film layar lebar.

ADVERTISEMENTS

Setelah mencicipi peran sebagai pemain figuran di beberapa film, Adipati Dolken memulai debutnya dalam film Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Kurang begitu laris. via www.kapanlagi.com

Di film Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets, Adipati berperan sebagai Adit. Film drama remaja ini dirilis pada 29 Oktober 2009 dan dengan disutradarai oleh Nayato Fio Numala. Meskipun begitu film ini kurang mendapat perhatian publik. Setelah itu, dalam rentang 2010-2012, Adipati bermain dalam 3 film: Pocong Kelilng, 18+: True Loves Never Dies, dan Sang Martir.

ADVERTISEMENTS

Tahun 2012 menjadi tahun keberuntungan Adipati Dolken, Pasalnya ia membintangi film yang melambungkan karirnya. Kamu pasti pernah nonton film ini dong?

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Kugy dan Keenan. via twitter.com

Akhirnya, kerja keras Adipati berbuah manis. Ia bermain dalam film yang sukses di pasaran. Ya, film itu berjudul Perahu Kertas, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film yang diadaptasi dari novel karya Dewi Lestari ini sukses mengangkat namanya.

Dalam film tersebut, Adipati beradu akting dengan beberapa nama tenar lainnya, seperti Maudy Ayunda, Reza Rahadian, dan yang lainnya. Tentu saja, dirinya dikenal bukan hanya karena kesuksesan film tersebut, namun juga performanya dalam film tersebut. Adipati cukup sukses dalam memerankan sosok Keenan baik di film Perahu Kertas, sekuel lanjutannya, Perahu Kertas 2.

ADVERTISEMENTS

Boleh dibilang, Adipati termasuk dalam jajaran aktor terbaik di Indonesia. Pada tahu 2013 ia meraih penghargaan pemeran pembantu terbaik FFI dalam film Sang Kiai

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Sang Kiai (2013). via www.muslimedianews.com

Setelah meraih sukses dalam Perahu Kertas, karier Adipati meningkat dengan bermain dalam banyak film layar lebar. Selain film drama cinta remaja seperti Operation Wedding dan Adriana di tahun 2013, Adipati juga membintangi film biopik. Film tersebut berjudul Sang Kiai, yang bercerita tentang tokoh agama Islam di Indonesia, K. H. Asyari.

Dalam film tersebut Adipati berperan sebagai Harun yang merupakan salah satu santri K. H. Asyari. Kepiawaiannya dalam berakting dalam film itu membuahkan hasil dengan ganjaran yang disematkan FFI kepadanya sebagai pemeran pembantu terbaik 2013.

ADVERTISEMENTS

Beragam peran telah ia mainkan hingga terakhir ia bermain dalam film Posesif. Sudah saatnya ia go internasional mengikuti jejak para seniornya deh

Kilas Balik Karier Adipati Dolken Sebelum Bermain dalam Film Posesif. Sudah Pantas Go Internasional?

Go international. via showbiz.liputan6.com

Penampilan Adipati dalam Posesif sudah sedikit kita singgung diawal. Kali ini ia berpotensi meraih penghargaan pemeran utama terbaik karena ia masuk nominasi FFI. Selain masuk nominasi FFI, rupanya kemampuan akting pria asal Jakarta ini telah menarik perhatian sutradara asal Jepang, Koji Fukuda. Buktinya, pemain Posesif itu terpilih untuk bermain dalam film terbaru garapan sutradara yang pernah memenangkan Festival Film Cannes bertajuk, Laut (The Man from the Sea).

“Saat saya memilih saya tidak tahu kalau Adipati sangat populer. Saya tahu justru setelah saya memilih dia untuk film ini,”

Dunukil dari Liputan 6 , selain Adipati Dolken, film ini juga akan diperankan oleh beberapa aktor kenamaan Jepang, seperti Dean Fujioka, Taiga, Junko Abe, dan Mayu Tsurada. Nggak ketinggalan serta aktris asal Indonesia, Sekar Sari. Rencananya, film Laut akan mulai tayang pada pertengahan 2018 mendatang.

Itulah tadi kilas balik perjalanan Adipati Dolken dalam karier beraktingnya. Bagaimana? Buat yang kemarin gembar-gembor bosan dengan Reza Rahadian kemarin, kira-kira kalau yang memerankan Benyamin Sueb adalah sosok yang satu ini. Setuju?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.