Isu SARA perfilman Hollywood sepertinya belum bisa seratus persen menghilang. Hal ini karena penulis naskah pemenang Piala Oscar – David Franzoni mengatakan keinginannya memberikan peran Jalaluddin Rumi kepada Leonardo DiCaprio. Rumi – penyair asal Persia (sekarang Afganistan) sendiri jelas bukan berkulit putih. Inilah yang menjadi polemik.

Sebelumnya pun perfilman Hollywood telah beberapa kali membuat dunia memanas karena menyinggung SARA. Beberapa karakter dalam film yang sebenarnya secara fisik dinilai lebih relevan untuk diperankan oleh mereka dari ras-ras tertentu pada akhirnya tetap diserahkan ke aktor dan aktris kulit putih. Apalagi perhelatan Piala Oscar tahun ini juga menyimpan kesan #OscarSoWhite.

Advertisement

Memang seperti apa sih isu SARA yang kembali terkuak ini? Hipwee udah menghimpun informasinya dari berbagai sumber, silahkan disimak ya.

 

Pengumuman diberikannya kesempatan bagi Leondardo DiCaprio untuk memerankan Jalaluddin Rumi menimbulkan kontroversi.

menimbulkan kontroversi

menimbulkan kontroversi via www.theguardian.com

“Rumi sangat popular di Amerika Serikat. Saya pikir film ini akan memberi gambaran dan cerita,” ungkap Franzoni.

seperti dikutip dari republika.co.id

Advertisement

David Franzoni boleh aja telah memenangkan Piala Oscar untuk naskah yang dibuatnya pada film Gladiator. Namun, dia sulit memenangkan hati para netizen untuk film selanjutnya yang sedang dia garap. Ia mengangkat kisah penyair terkenal abad ke-13 bernama Jalaluddin Rumi, dan berakhir membuat panas dunia maya. Hal ini karena Rumi bukan berkulit putih dan jelas berbeda sekali dengan Leonardo DiCaprio – calon pemeran Rumi.

 

Jalaluddin Rumi yang berasal dari Persia ini diyakini nggak berkulit putih. Kata netizen: #RumiWasntWhite.

#RumiWasntWhite

#RumiWasntWhite via www.siasat.com

Penyair yang diyakini lahir di daerah timur pinggiran Kerajaan Persia ini memang sangat terkenal di belahan dunia. Buku-buku yang berisi tulisannya telah menjadi best seller Amerika Serikat pada 2014 lho. Meski begitu, bagi netizen tetap aja Rumi nggak berkulit putih. Berbagai kritik dan kecaman bermunculan saat David Franzoni mengumumkan keinginannya peran Rumi diberikan kepada Leonardo DiCaprio.

“Orang kulit putih mengacaukan Ramadan 2016 dengan pengumuman film Rumi #RumiWasntWhite,” kata @aamer_rahman – pengguna twitter.

seperti dikutip dari metrotvnews.com

“Pembuat film Gladiator ingin film tentang Rumi diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Masalahnya: #RumiEasntWhite,” ujar @BethanyAllenBr – pengguna twitter.

seperti dikutip dari metrotvnews.com

Untuk menggarap filmnya, David Franzoni bersama produser Stephen – Joel Brown menyempatkan ke Turki untuk mendalami Rumi. Timbullah keinginan mereka agar Leonardo memerankan Rumi.

setuju?

setuju? via www.telesurtv.net

Dalam mengerjakan proyek film yang mengangkat kisah tokoh hebat seperti Rumi ini, Franzoni bersama produser – Joel Brown mengunjungi Turki untuk mengetahui Rumi lebih jauh. Beberapa cendikiawan di Istanbul telah diwawancarai dan mereka pun menyempatkan berkunjung ke makam di Konya – tempat guru Sufi meninggal.

Setelahnya mereka pun sepakat ingin Leonardo DiCaprio memerankannya, bahkan Robert Downey Jr pun juga ingin diikutsertakan sebagai mentor spiritual Rumi, yaitu Shams of Tabriz.

“Level pemain seperti inilah yang kami inginkan,” jawab Franzoni.

seperti dikutip dari liputan6.com

Bagi Franzoni, Rumi sendiri seperti Shakespeare yang merupakan tokoh besar. Menurutnya, Rumi pantas dieksplorasi.

David Franzoni

David Franzoni via www.dailymail.co.uk

“Dia seperti Shakespeare, tokoh yang memiliki talenta besar dan merupakan tokoh besar di masyarakatnya, yang hasil karyanya masih menyentuh hingga kini. Ia adalah orang yang layak untuk dieksplorasi,” tutur Franzoni.

seperti yang dikutip dari liputan6.com

Jalaluddin Rumi memang sangat terkenal di belahan dunia. Karya-karya epiknya seperti the Masnavi and the Divan dinilai sebagai puisi terbaik yang pernah ditulis. David Franzoni pun berpendapat bahwa Rumi seperti Shakespeare yang punya bakat hebat dan seorang tokoh yang karya-karyanya selalu menyentuh kalbu sampai sekarang.

 

Meski begitu, film ini masih dalam tahap diskusi. Proses syutingnya sendiri diharapkan dapat berjalan pada 2017.

proses syutingnya masih 2017 nanti

proses syutingnya masih 2017 nanti via en.wikipedia.org

Dari kabar yang Hipwee himpun, film tentang Jalaluddin Rumi ini akan mulai menjalani proses syuting pada 2017 nanti. Sedangkan kepastian siapa pemerannya masih belum diputuskan secara resmi. Karena sejak keinginan penulis naskah dan produser kondang ini terkuak di media, belum terdengar kabar selanjutnya. Dengan begitu film tentang Rumi ini pun masih dalam tahap diskusi.

 

Perfilman Hollywood bukan cuma sekali membuat dunia memanas. Sebelumnya beberapa kali memunculkan isu SARA.

bukan mereka berdua aja yang nggak disetujui netizen

bukan mereka berdua aja yang nggak disetujui netizen via perezhilton.com

Industri raksasa perfilman Hollywood sendiri sebelumnya pernah beberapa kali menyinggung isu SARA. Kontroversi ras saat perhelatan ajang penghargaan sekelas Piala Oscar 2016 pun masih teringat. Belum lagi adanya film-film yang memberikan peran kepada pemain berkulit putih, padahal kisah aslinya berbeda. Ini semakin meyakinkan tuduhan whitewashing yang dilakukan Hollywood. Misalnya dalam Doctor Strange yang karakter The Ancient One merupakan biksu Tibet malah dimainkan oleh aktris Tilda Swinton.

Kabar film Jalaluddin Rumi yang masih belum ada kejelasannya selanjutnya ini belum mendapat tanggapan dari Leonardo Dicaprio dan Robert Downey Jr. Kalau dipikir-pikir sebenarnya Hollywood mungkin bisa menemukan sosok Rumi pada aktor asli dari negara Rumi maupun yang berasal dari ras yang menyerupai ya. Bukannya jauh lebih berkesan seandainya Hollywood menemukan tokoh baru yang nggak kalah hebat aktingnya dibanding para pemain Hollywood?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya