5 Gejolak Batin yang Kita Rasakan Saat Lihat Teman Dimarahi Ibunya. Jadi Merasa Bersalah juga :(

Lihat teman dimarahi ibunya

Bertandang ke rumah teman itu menyenangkan. Teman kita yang biasanya ngehe, tiba-tiba jadi anak baik. Camilan disodorin, minum dibuatin, makanan dibeliin, dan kita bebas menggunakan fasilitas yang ada di rumahnya. Kita diladeni selayaknya tamu.

Advertisement

Kalau sudah dekat dengan orang tuanya, biasanya kita akan disuruh menginap. Ajakan yang tentu saja susah untuk ditolak. Daripada gabut di rumah nggak ada teman, mending nginep sekalian, toh dapat beraneka ragam fasilitas. Sayangnya, kenyamanan itu terhenti ketika temanmu dimarahi ibunya. Kita yang nggak tahu apa-apa akhirnya jadi risih sendiri. Inilah 5 gejolak batin yang kita rasakan saat mendengar atau melihat teman dimarahi ibunya. Cekidot!

1. Mendengar teman dimarahi orang tuanya, entah kenapa selalu bikin hati nggak tenang. Ada rasa takut kalau dituduh membawa pengaruh buruk buat anaknya 🙁

Takut terseret ke dalam pertengkaran via get-kalm.com

Teman dimarahi ibunya adalah momen yang aneh. Hati mendadak jadi nggak tenang sendiri. Perasaan takut terseret ke dalam perseteruan muncul. Kita jadi takut kalau sewaktu-waktu dituding bawa pengaruh buruk oleh ibunya.

Kenapa bisa gitu, ya? Apakah karena kita tahu sering berbuat onar bareng.

2. Denger teman diomelin itu mengubah mood banget. Tadinya pengin ngajak main, jadi mikir dua kali karena takut kena omelan juga

Jadi nggak mood! via www.unsplash.com

Pernah nggak sih kamu datang ke rumah teman dengan tujuan mau ngajak main, eh, tahunya dia sedang dimarahin? Rasanya gimana? Mood seketika berubah. Niatnya mau seneng-seneng malah jadi rusak karena dua hal: kasihan sama dia dan takut kecipratan omelan ibunya. Hati kecil berkata, “Kenapa nggak nanti-nanti aja sih berantemnya?!”

3. Kadang-kadang kita yang malah diomelin duluan. Kita nggak tahu apa-apa malah jadi korban

Baru juga dateng via muslimobsession.com

Bertandang ke rumah teman baiknya janjian dulu. Jangan bertamu pas ibunya lagi ngomel, sebab kadang kita bisa keseret juga. Teman kita yang berbuat salah, kenapa kita yang kena? Aneh betul. Dikiranya kita yang ngajarin anaknya bandel. Padahal siapa tahu dia lebih bandel? 🙂

4. Pokoknya kalau teman udah diomelin ibunya, lebih baik kamu pulang. Hindari keributan!

Lebih baik pulang. via unsplash.com

Nggak ada yang bisa kita lakukan saat teman dan ibunya bertengkar. Menengahi nggak bisa, diam juga nggak nyaman. Kita hanyalah teman yang kebetulan bertamu saat pemilik rumah sedang berseteru. Berdiam diri terlalu lama di momen seperti ini sungguh melelahkan batin. Kita jadi dengar masalah-masalah yang ada pada keluarga mereka.

Advertisement

5. Paling bingung kalau posisinya lagi nginep. Mau pulang udah kemaleman, mau diem nggak nyaman

Ditinggal tidur pun tetap kedengeran. via www.fimela.com

Orang-orang yang sering nginep di rumah teman pasti tahu kalau pertengkaran lebih sering terjadi saat malam. Lagi enak-enak tidur atau main PS, tiba-tiba di luar kamar terdengar ribut-ribut. Meski kita nggak ada kaitannya dengan pertengkaran itu, tapi entah kenapa jadi risih. Mendadak kita jadi pengin pulang dan enggak ke sini lagi sebelum semuanya baik-baik saja. Sayangnya, udah malem. Mau pulang nanggung banget, mending besok sekalian.

Bertamu atau menginap di rumah teman ada enak dan nggak enaknya. Enaknya, kita bakal diladeni ini-itu karena tamu. Nggak enaknya, kadang kala kita jadi nggak enak sendiri sama tuan rumah. Perasaan nggak enak itu sering timbul saat teman kita dan ibunya sedang bertengkar. Hati kecil kita entah kenapa selalu bergumam, “Perasaan gue nggak bikin kesalahan deh?” Bener nggak?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE