Bukan Diganggu Teman, Mahasiswa ini Nggak Jadi Nugas Karena Diajak Dosen Mabar. Mantap, Pak!

Mabar sama dosen

Gim online kini lebih digandrungi orang dibanding gim konsol. Boleh jadi karena lebih ringkas dan terbilang ekonomis. Bermodalkan HP dan kuota internet, kamu sudah bisa main gim online. Kini gim bisa dimainkan oleh siapa saja, nggak terbatas tajir dan miskin.

Mabar alias main gim bareng telah menjadi budaya para gamer. Saking mudah dan serunya mabar, banyak orang yang lalai akan waktunya. Inilah yang sering menjadi hambatan mahasiswa mengerjakan tugas. Seperti kisah satu ini, gara-gara diajak mabar, tugas kuliah mahasiswa jadi terbengkalai. Anehnya, bukan teman yang mengajak, melainkan dosennya sendiri. 😀

Mahasiswa gagal nugas karena diajakin mabar sama dosennya. Jarang-jarang dosen begini

Advertisement

Sebuah kisah unik datang dari akun base @collegemenfess. Ada yang membagikan potongan chat-nya dengan dosen. Alih-alih membicarakan kegiatan perkuliahan, dosen ini malah ngajakin sender mabar. Siapa yang nggak bingung? Umumnya yang bikin malas nugas itu karena waktunya dipakai buat pacaran atau nongkrong bareng teman.

Sender sempat menolak lantaran sedang ada deadline paper, namun sang dosen tetap meminta main satu ronde. Kocak juga nih dosen!

Ternyata fenomena dosen ngajak mabar nggak cuma dialami si sender. Warganet lain membagikan pengalamannya diajak mabar dosennya

Main nggak ngajak-ngajak nih. via twitter.com

Dosen yang punya hobi sama dengan mahasiswanya bisa jadi jembatan yang bikin perkuliahan jadi seru

Dosen K-Popers. via twitter.com

Advertisement

Selain ngajakin mabar, ada juga dosen yang punya hobi fangirling artis Kpop sama kayak mahasiswanya. Warganet sendiri yang menceritakan kisahnya di kolom komentar. Fenomena ini menjadi menarik karena mendekatkan gap yang terjadi antara dosen dan mahasiswa. Biasanya karena segan, mahasiswa nggak berani ngobrol dengan dosennya, kecuali di kelas.

Di dalam kelas belajar, di luar kelas berteman dan menjalankan hobi bareng. Begini nih dosen 4.0?!

Asal tahu waktu sih bagus. via www.unsplash.com

Bukankah seharusnya nggak ada sekat antara dosen dan mahasiswa? Dosen bukan Tuhan yang Maha Benar, jadi hormatilah sewajarnya. Begitu pula murid, bukan kerbau yang harus selalu nurut. Seharusnya mahasiswa diberi kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan gurunya. Semakin dekat hubungan, maka pertukaran ilmu makin terbuka.

Semoga makin banyak hubungan yang seperti ini. Waktunya kuliah, ya, belajar; waktunya main, ya, main. Jangan pas lagi nugas diajak main. Malah nggak fokus nanti! 😀

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Senois.

CLOSE