Mengintip Makna di Balik Lirik 6 Lagu Populer yang Sering Bikin Kita Salah Paham. Oh

Makna lirik lagu populer

Musik memang bukan sekadar bunyi-bunyian instrumen yang dipadu nyanyian. Di satu sisi, ia bisa digunakan sebagai medium penyampaian pesan, gagasan, bahkan perjuangan. Oleh karena itu, dalam sebuah musik biasanya sang pencipta telah menetapkan satu pesan yang ingin disuarakan. Tapi sebagai pendengar, kita berhak menafsirkan musik yang didengar menurut pemahaman masing-masing.

Advertisement

Kendati demikian, nggak ada salahnya mengetahui makna sesungguhnya dari sebuah lagu yang kerap kita dengar. Bukan untuk menyeragamkan pemahaman, melainkan memperkaya sudut pandang. Nah, untuk itu Hipwee sudah rangkum 6 lagu populer yang sering disalahpahami berikut makna sebenarnya. Melansir Insider, berikut rangkumannya.

1. Lagu “The One I Love” milik REM ini bukan berkisah tentang cinta

Dibaca sekilas dari judulnya, lagu milik REM ini sering dikira lagu cinta nan menyentuh hati. Tapi sang vokalis, Michael Stripe kepada majalah Rolling Stone pernah mengatakan lagu yang lugas secara lirik ini merupakan jenis lagu yang brutal. Ia meyakini banyak dari pendengar yang nggak menangkap itu. Meski begitu, ia mengatakan selalu membuka diri untuk beragam interpretasi, dan menurutnya memang lebih baik pendengar menganggapnya lagu cinta.

2. “Slide” yang dibawakan The Goo Goo Dolls sebenarnya berkisah tentang kehamilan yang nggak dikehendaki

Lagu Slide dari The Goo Goo Dolls ini oleh pendengar sering dipahami sebagai lagu cinta. Padahal sejatinya lagu ini punya cerita yang lebih rumit. Penggawa The Goo Goo Dolls, John Rzeznik mengatakan kepada Billboard bahwa lagu ini bercerita tentang seorang remaja lelaki dan perempuan, yang pada usia dini dihadapkan oleh situasi penuh keraguan di tengah budaya yang sangat kaku, untuk memilih satu di antara aborsi atau tidak.

Advertisement

3. “Good Riddance (Time of Your Life)” milik Green Day yang sering diputar di acara perpisahan ternyata berkisah tentang galaunya sang vokalis saat putus cinta

Kalau lagu milik Green Day ini sering dimaknai sebagai lagu pengingat kebersamaan dengan teman-teman. Biasanya diputar saat hari perpisahan sekolah. Tapi sang vokalis, Billie Joe Armstrong kepada majalah Guitar Legends menyatakan dalam lagu ini ia bercerita tentang kisah putus cinta dengan sang kekasih yang harus pindah ke Ekuador. Meski konteks sama-sama berpisah, perasaan yang timbul tentu berbeda~

4. Lagu “Born in the USA” yang dibawakan Bruce Springsteen bercerita tentang keterlibatan Amerika pada Perang Vietnam

Dengan musik yang catchy penuh pengulangan, nggak heran kalau banyak pendengar cenderung kurang memerhatikan pesan yang ingin disampaikan Bruce dalam lagu Born in the USA. Menurut sang musisi, “Born in the USA” merupakan salah satu lagunya yang sering disalahpahami. Sejatinya lagu ini bercerita tentang keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. Presiden Ronald Reagan bahkan pernah mem-blacklist Bruce karena lagu ini. Wah, berarti pak presiden betul-betul menyimak liriknya, nih.

5. “Summer of 69” milik Bryan Adams bukan tentang momen bersejarah di musim panas tahun 1969

Kalau dilihat dari perspektif sejarah, Summer of 69 yang dibawakan Bryan Adams ini bisa dimaknai sebagai lagu yang merayakan beberapa kejadian penting di tahun 69. Salah duanya Neil Armstrong berjalan di bulan dan festival musik Woodstock digelar. Tapi nyatanya, Adams mengatakan lagu ini bercerita tentang bercinta di musim panas, dan angka “69” merupakan simbolnya.

Advertisement

6. “S&M” yang dinyanyikan Rihanna bercerita tentang hubungannya dengan media massa

Bagi sebagian besar pendengar, pesan yang ditangkap dalam lagu S&M milik Rihanna ini adalah upaya seseorang untuk menjadi “nggak biasa”. Tapi Rihanna pernah angkat bicara bahwa lagu ini bercerita tentang hubungannya yang penuh cinta dan benci dengan media massa, serta bagaimana terkadang menurutnya rasa sakit bisa dinikmati. Hal ini agaknya terlihat dalam video musiknya.

Nah, itu dia makna di balik 7 lagu populer yang mungkin pernah kamu dengar. Enggak apa-apa punya interpretasi yang berbeda. Toh karya seperti musik telah jadi milik publik sejak ia diluncurkan, sehingga bebas diinterpretasikan sesuai kepentingan masing-masing.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE