Para penggemar komik Marvel tentu tahu bahwa pada hari Rabu, 5 April 2017 lalu, Marvel resmi meluncurkan Komik X-Men Gold #1-nya. Marvel Comics sendiri adalah salah satu perusahaan penerbitan asal Amerika Serikat yang banyak memproduksi buku komik dan media terkait lainnya. Karya-karya Marvel memiliki banyak penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa karya populer Marvel adalah komik Spider-Man, The Incredible Hulk, Iron Man, dan X-Men. Baru-baru ini, karya terbaru Marvel Comics menuai kontroversi lantaran dalam ilustrasinya memuat tulisan Surah Al Maidah ayat 51 dan unjuk rasa 212, sehingga dianggap ‘menyentil’ isu dugaan penistaan agama oleh Ahok yang saat ini sedang santer diperbincangkan.

Adalah Ardian Syaf, seorang komikus yang bertanggung jawab atas ilustrasi kontroversialnya tersebut. Pria asal Tulungagung, Jawa Timur ini menggambar tulisan ‘QS 5:51’ yang merujuk pada Quran Surat Al-Maidah ayat 51 di atas kaos salah satu tokoh dalam komik X-Men Gold, Colossus. Kaos tersebut dikenakan Colossus ketika ia sedang bermain baseball. Sedangkan tulisan ‘212’ yang merujuk pada Aksi 212 pada 2 Desember lalu ini digambarnya sebagai salah satu nama gedung ketika tokoh Kitty Pryde, sang pemimpin yang juga mutan Yahudi, menyerukan toleransi di hadapan sekelompok orang. Tepat di samping kepala tokoh itu juga dituliskan ‘Jewelry’ sebagai nama toko perhiasan dengan penekanan pada kata ‘jew‘ yang artinya Yahudi.

Seniman yang menyisipkan pesan terselubung dalam karya-karyanya bukanlah hal yang baru

Advertisement

Sebenarnya seniman yang kerap menyisipkan ‘sentilan-sentilan’ dalam karyanya seperti ini tidak hanya Ardian seorang. Cara tersebut kerap digunakan para seniman untuk mengkritik sesuatu hal misalnya pemerintah, tokoh tertentu, atau bahkan artis-artis sensasional dengan cara kreatif, salah satunya komikus Ed Brubaker, yang pernah menyisipkan pesan anti Tea Party (sebuah kelompok ultra konservatif di Partai Republik) dalam komik Captain America. Karya Ed juga mendapat kecaman pedas dari berbagai pihak. Ardian pun sebenarnya bukan pertama kalinya menyisipkan pesan terselubung dalam karya-karyanya selama bekerja sebagai ilustrator di Marvel Comics. Ia juga pernah menyisipkan gambar warung pecel lele dan Monas di lanskap kota Gotham. Gambar Jokowi pun pernah muncul di sebuah komik DC Comics. Begitu juga komik Super-Man yang pernah menampilkan buku-buku Islam di atas meja Clark Kent.

Klarifikasi Ardian soal keputusan memunculkan tulisan dalam karyanya menuai kontroversi

Klarifikasi Ardian via plus.kapanlagi.com

Ardian sebagai ilustrator yang dipojokkan dalam kasus ini akhirnya angkat bicara. Ia mengaku keputusannya menyisipkan tulisan-tulisan tersebut tidak ada kaitannya dengan pandangannya terhadap sekelompok agama tertentu.  Hal itu ia lakukan karena Aksi 212 sangat membekas di benaknya. Ia juga mengatakan bahwa karyanya itu ia buat setelah turut hadir dalam aksi damai Desember 2016 lalu dan ia ingin menumpahkan memori spesialnya tersebut dalam bentuk karya. Di balik keikutsertaannya dalam aksi 212, Ardian mengaku tidak lantas membenci Yahudi atau umat Kristen bahkan beberapa teman kerjanya di Marvel juga orang-orang Yahudi dan nasrani dan ia merasa mereka adalah teman-teman kerja yang baik.

Inilah permintaan maaf Ardian melalui akun Facebooknya

Permintaan maaf Ardian via plus.kapanlagi.com

Berbagai pro dan kontra terkait tindakan Ardian tersebut mendorongnya untuk mengungkapkan permintaan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat yang menilai karyanya di komik X-Men Gold berbau intoleransi. Ia diketahui mengunggah permintaan maaf tersebut melalui akun Facebooknya, Ardian Syaf. Dalam ungkapan maaf itu Ardian juga mengaku pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini dan lebih memilih menyerahkan kepada Allah SWT.

Pihak Marvel juga turut buka suara dan akan mengambil tindakan untuk si ilustrator

Marvel Comics via androidcommunity.com

Advertisement

Tak hanya Ardian yang perlu melakukan klarifikasi, namun pihak Marvel selaku perusahaan penerbit komik tersebut beberapa waktu lalu juga buka suara. Mereka mengaku karya seni yang disebut dalam X-Men Gold #1 dimasukkan tanpa keterangan tentang makna di baliknya seperti yang dilaporkan. Karya itu sama sekali tidak mencerminkan pandangan penulis, editor, atau orang lain di dalam Marvel dan bertentangan langsung dengan inklusivitas Marvel Comics. Pihak Marvel menyayangkan tindakan Ardian dan memutuskan untuk menghapus bagian “QS 5:51 dan 212” di cetakan berikutnya, baik versi digital maupun non digital. Mereka juga akan memberikan sanksi tegas untuk Ardian Syaf, meski belum jelas apa hukuman yang akan diterimanya.

Tindakan Ardian juga mendapat kecaman keras dari Willow Wilson, seorang komikus Muslim di Marvel

Komentar Willow Wilson via www.bbc.com

Willow Wilson, seorang komikus wanita muslim dan berhijab di Marvel, melalui akun Twitternya mengecam keras tindakan Ardian. Ia bahkan tak segan-segan menyisipkan kata-kata kasar dalam komentarnya. Wilson berpendapat bahwa apa yang dilakukan Ardian dapat membuat kariernya di industri komik internasional berakhir.

Nah, lho, sepertinya isu tentang politik dan agama sedang sangat sensitif ya Guys belakangan ini. Jadi lebih baik berhati-hati ya sebelum berkomentar di media sosial 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya