5 Alasan Kenapa Membandingkan Awkarin dan Tsamara Amani Terasa Nggak Bener. Emangnya Kompetisi?

membandingkan awkarin tsamara

Bukan Awkarin namanya kalau nggak berhasil menyedot perhatian banyak orang. Belakangan ini Awkarin banyak dapat pujian karena terlibat aksi sosial kemanusiaan, bahkan namanya pun dielu-elukan setelah berusaha membantu abang ojol yang habis ketipu. Nggak sedikit orang yang kemudian menyadari bahwa Awkarin adalah sosok yang hebat dan baik banget, walau sebelumnya terkenal dengan sensasi. Herannya masih banyak yang nyinyir soal pencitraan.

Advertisement

Bahkan, setelah itu beberapa akun di Twitter mencoba membandingkan Awkarin dengan tokoh dan politisi, salah satunya Tsamara Amany. Padahal buat apa sih membandingkan cewek satu dengan cewek lainnya? Justru jatuhnya kayak penghakiman dan bikin pihak lain terlihat ‘kalah’. Bahas bareng Hipwee Boys berikut, yuk!

1. Awkarin dan Tsamara sama-sama figur cewek yang sebenarnya punya tujuan masing-masing. Masalah hasil yang ‘lebih nyata’ pun kita nggak bisa mengukurnya

Awkarin saat jadi relawan di Palu. via seleb.tempo.co

Awkarin memang berprofesi sebagai entertainer sedangkan Tsamara aktif di dunia politik. Mereka mungkin punya tujuan masing-masing dan cara mewujudkannya pun berbeda-beda. Bahkan soal siapa yang sudah berhasil dan siapa yang belum, kita nggak bisa mengukurnya karena nggak ada indikator yang pasti. Rasanya kita jadi nggak berhak bilang yang satu lebih unggul dari yang lain, kan?

2. Hidup nggak melulu soal kompetisi. Rasanya terlalu klise buat membandingkan dua atau lebih figur dan menjustifikasi siapa yang lebih unggul

Tsamara saat talkshow. via nasional.tempo.co

Terlepas dari seberapa suka kamu dengan Awkarin atau Tsamara, keberadaan mereka nggak untuk ditandingkan. Memangnya gulat? Bukan juga olimpiade sains atau Asian Games. Mereka, ya, mereka, mereka sedangkan menjalankan misi hidup masing-masing dan nggak lagi saling berlomba terlihat lebih menarik di hadapan publik. Apalah kita ini?

Advertisement

3. Berhubung Tsamara Amany aktif di dunia politik, pilihan kita bakal cenderung bias untuk menilai mereka secara personal. Awkarin juga nggak lagi nyaleg kok!

Bicara politik. via www.brilio.net

Nah, yang sulit adalah kalau ada keterlibatan politik di dalamnya. Coba deh pikirin, kalau kita kontra sama partainya Tsamara tentu kita jadi cenderung simpati sama Awkarin. Begitu pun sebaliknya kalau kita pro sama partainya Tsamara, jadilah kita mendukung cewek ini. Mereka nggak lagi saling mencalonkan diri untuk dipilih. Kita pun cuma bisa ngetwit dan komentar aneh-aneh di media sosial.

4. Media sosial adalah ruang publik yang rasanya nggak etis banget buat banding-bandingin orang. Besar kemungkinan itu bakal memengaruhi cara pandang banyak orang

Unggahan media sosial Awkarin. via seleb.tempo.co

Perbandingan kayak gini mungkin cuma celetukan yang lebih bebas nilai kalau disampaikan di tongkrongan. Kalau di media sosial yang jelas-jelas bisa disaksikan semua orang, topik semacam ini jadi nggak etis. Bukan hanya soal membandingkan Awkarin dan Tsamara lo, membandingkan figur-figur lain dan mempertandingkan mereka layaknya menanyakan ke publik “Pokemon mana yang lebih jago?” juga terasa nggak benar.

5. Bahkan kalau orang tua membanding-bandingkan kita sama anak tetangga aja rasanya sebel setengah mati. Masa sih kita juga banding-bandingin orang pakai tendensi begini?

Advertisement

Momen Awkarin bersih-bersih. via hot.liputan6.com

Banyak orang yang bilang, kalau nggak mau diperlakukan sedemikan buruk, maka jangan perlakukan orang lain dengan sama buruknya. Sama seperti kebencian kita saat dibanding-bandingin sama anak tetangga, Awkarin dan Tsamara mungkin bakal keki kalau dibanding-bandingin begini. Biarlah mereka berkarya sesuai passion. Kalau langkah mereka kemudian sudah meresahkan dan merugikan publik barulah kita mengkritik secara objektif. Kedengeran adil, kan?

Bahkan untuk hal ini Awkarin juga turut angkat bicara. Orang yang banding-bandingin cewek satu dengan lainnya memang toxic behaviour sih. Mendingan kita mawas diri dan berbenah.

Tanggapan Awkarin. via twitter.com

Udah deh, mending kalau ada contoh baik di publik, ya, diteladani. Nggak semua orang sempurna. Kalau pun Awkarin dan Tsamara cuma terasa baik dalam satu hal dan buruk di hal lain, tinggal eliminasi aja sisi negatifnya. Toh, kita sudah sama-sama besar. Awkarin dan Tsamara bukanlah opsi pilihan ganda yang harus kamu pilih. Selow aja, sih!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE