Belakangan ini pembahasan soal selebgram dan etika kerja influencer banyak dibedah dan didiskusikan oleh warganet. Baik dari sudut pandang figurnya, sudut pandang pengiklan atau endorser, hingga sudut pandang warganet yang turut menyaksikan. Permasalahan ini jadi pemantik diskusi soal profesionalitas kerja dari selebgram atau influencer itu sendiri.

Awkarin yang tergolong sudah senior dalam dunia influencer bahkan sempat berkali-kali kena kritik akibat barter exposure. Beberapa penyelenggara event hingga MUA pernah protes karena tim Awkarin menawarkan exposure berupa konten media sosial untuk setiap jasa yang mereka pakai. Baiknya gimana sih?! Mendingan kita bahas bareng Hipwee Hiburan berikut ini.

Setelah dikritik oleh MUA dan beberapa warganet soal ‘bayar pakai exposure’ tim Awkarin kini dikritik karena barter jasa event organizer juga dengan exposure

Chat dengan manajer A TEAM. via twitter.com

Advertisement

Dimulai dari sebuah twit MUA tentang bagaimana dia sempat akan bekerjasama Awkarin dan dibayar dengan exposure berupa konten media sosial yang mengiklankan usahanya, kini seorang event organizer juga sempat mengungkapkan kekecewaanya dengan tim Awkarin.

Melalui sebuah chat yang diunggah di twit @_geraldgerald_ terdapat percakapan antara tim event dengan manajer A TEAM milik Awkarin. Intinya sih tim Awkarin mengajak kerja sama dengan pihak bar, tapi bayarannya dengan exposure alias konten iklan di media sosial. Kerja sama tersebut nggak jadi dijalankan, karena pihak bar merasa exposure bukanlah nilai tukar yang tepat untuk pembayaran.

Tanggapan Awkarin. via twitter.com

Awkarin sebenarnya sudah menanggapi permasalahan ini. Katanya, tim Awkarin sama sekali nggak memberikan paksaan pada pihak yang akan diajak kerja sama. Hal tersebut hanya sebuah penawaran yang bisa saja ditolak. Namun pihak penyelenggara event kurang setuju jika semua acara yang dilakukan A TEAM harus dibayar dengan exposure karena seolah mereka memang nggak menyediakan bujet pada setiap kegiatan mereka.

Cerita dari salah satu warganet juga menambah panjang daftar bisnis yang ditawari tim Awkarin untuk sekadar dibayar pakai exposure. Padahal minta jalan-jalan ke luar negeri lo

Cerita lain. via twitter.com

Advertisement

Salah satu warganet juga sempat bercerita tentang kawannya yang bekerja di e-commerce dan hendak bekerja sama dengan Awkarin. Dengan syarat memfasilitasi Awkarin dan tim ke luar negeri, e-commerce tersebut akan mendapatkan exposure.

Meski sifatnya nggak memaksa dan hanya menawarkan, hal ini memancing diskusi dari banyak pihak. Seolah-olah, exposure dari influencer dan selebgram adalah mata uang baru bagi mereka.

Nggak hanya di Indonesia, di beberapa negara ‘bayar pakai exposure’ juga sudah jadi persoalan yang bikin orang-orang males. Bahkan ada beberapa gerai yang menerapkan aturan influencer harus bayar dobel

Tuh, ada yang sampai gemes. via www.itv.com

Ternyata soal influencers yang bayar pakai exposure itu nggak cuma ada di Indonesia. Di beberapa negara, orang-orang mulai jengah dengan penawaran dari influencer yang minta gratisan dengan barter konten Instagram, blog, hingga Twitter. Bahkan ada gerai es krim yang justru menerapkan peraturan agar influencer membayar dua kali lipat daripada orang biasa, saking sebelnya ditawari exposure.

Hehe aja. via www.itv.com

Semoga aja masalah begini semakin memantik profesionalitas kerja para seleb yang terlahir dari media sosial, ya. Biar nggak ada kesalahpahaman dari pihak yang mau beriklan dan dari pihak yang menawarkan jasa iklan. Biar makin cerdas deh cara kerja kita. Nggak asal posting konten lalu dapat keuntungan, kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya