Susahnya Jadi Cowok Baperan, Mencintai Akun Palsu Ternyata Lebih Sakit Dibanding Cinta Beda Agama

Mencintai akun palsu

Katanya, kenangan adalah hal paling ngeselin. Mereka datang dari kisah-kisah cinta kandas yang menjelma berupa lagu, tiket bekas konser dan bioskop, atau mungkin setruk-setruk bekas warung kopi. Tapi pernah nggak sih kamu mendengar cerita tentang mereka yang memiliki kenangan buruk dengan hal-hal yang sebenarnya tak pernah ada? Bingung? Sama.

Advertisement

Memang, di dunia ini ada hal-hal yang dapat membuatmu patah hati seketika. Seperti misalnya ketika kamu berkaca di depan cermin kamarmu dan masih saja menemukan jerawat yang kamu pikir akan hilang kemarin sore. Atau jatah Indomie akhir bulanmu yang tak sengaja terjatuh di wastafel setelah kau rebus. Tapi aku salut, salah satu kawanku memilih cara untuk patah hatinya dengan hal yang tak biasa.

Aku yakin bahwa tak semua laki-laki mampu melewati patah hatinya jika menjadi dia, seorang yang mencintai akun palsu

Setiap orang punya caranya sendiri untuk patah hati, termasuk laki-laki. via swagpix.com

Beberapa waktu lalu hatiku pernah dipatahkan juga yang kesekian kalinya. Aku mengalami pertengkaran kecil dengan kekasihku yang akhirnya membuat kami berpisah. Rasanya seperti keruntuhan langit. Meskipun jika dibandingan dengan caranya patah hati, kisahku ini sungguh tak ada apa-apanya, apalagi jika kuanalogikan sakitku dengan keruntuhan langit. Maaf, rupanya yang layak disebut keruntuhan langit dan segala isinya itu adalah dia.

Menjadi kawanku yang satu ini ternyata sulit sekali. Bayangkan saja, bagaimana rasanya mencintai sebuah ketiadaan! Beberapa waktu lalu, kawanku ini benar-benar jatuh hati dengan sebuah akun palsu yang mengaku sebagai seorang perempuan. Parahnya, tak cukup sampai di situ, mereka berdua sepakat untuk menjalin cinta dan merencanakan pertemuan-pertemuan yang utopis. Hingga akhirnya dia sadar bahwa orang yang dicintainya memang tak pernah benar-benar ada. Kacau.

Menghilangkan rasa kecewa dan sakit hati karena jatuh cinta itu sebenarnya bisa diusahakan. Tapi kalau mengingat kisahnya yang satu ini sepertinya banyak laki-laki yang angkat tangan

Photo by Soragrit Wongsa on Unsplash via unsplash.com

Berulang kali aku berusaha melupakan kejadian-kejadian yang membuatku sakit dengan berbagai macam cara. Apa saja sudah aku lakukan, les memasak, menghafalkan resep-resep makanan, membuat rencana beternak cupang, mengisi dispenser dengan anggur merah, hingga menghilangkan Tupperware milik ibu. Namun ternyata cara-cara tersebut tak membuatku lega, hingga akhirnya aku mendengar ceritanya yang kupikir begitu menyedihkan itu.

Berhari-hari aku tak habis pikir, bisa-bisanya kawanku jatuh cinta dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya dan tak pernah ada. Sebagai orang waras, hal ini tentu mengusik rasa tenang batinku dan membuatku semakin bertanya-tanya. Ternyata ada, ya, laki-laki seperti itu di dunia ini?

Hingga akhirnya, aku belajar darinya suatu hal, yaitu tentang bagaimana laki-laki harus menghadapi dua hal yang bertolak belakang. Menangisi keadaan sekaligus tabah dan berjuang untuk berdiri kembali. Rasanya tak mudah, namun rupanya dia telah melewatinya. Ada hal-hal di luar sana yang semestinya tak harus kita hiraukan. Celotehan-celotehan tentang bagaimana tololnya kisah cintamu mungkin adalah salah satunya. Tidak apa, Bung. Aku bersamamu, memang kadang jatuh cinta dapat membuatmu menjadi manusia paling tolol.

Advertisement

Aku yakin, saat ini baginya kisah LDR dan cinta beda agama hanyalah urusan sepele jika dibandingkan dengan pengalamannya

LDR dan cinta beda agama cuma hal sepele~ via riliv.co

Kupikir semuanya sepakat, bahwa sebagian besar dari kita menganggap jika kisah LDR dan cinta beda agama adalah suatu momok dalam perjalanan cinta. Namun semua hal tersebut rasanya hilang begitu saja setelah mendengar kekonyolan cerita yang satu ini.

Tapi tak apa, untuk kawanku jika kamu kelak membaca rasan-rasan ini, kuberitahu satu hal penting. Jika kasta paling agung dalam mencintai adalah bagaimana kita percaya dan dapat memberi rasa kepada mereka yang tak berwujud fisik. Percayalah, kamu telah melewati hal itu dengan sebaik-baiknya. Kamu telah melewatinya dengan penuh perjuangan untuk menemukan pembuktian bahwa kamu mencintai ketiadaan.

Dan selamat, meskipun kisah cintamu adalah salah satu hal yang paling tidak masuk akal, kamu masuk daftar laki-laki paling tabah. Tapi mohon diingat, cintailah sesuatu dengan sewajarnya alias jangan lagi-lagi percaya sama akun hode, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE