Nyenengin Orang Lain Nggak Perlu Nyusahin Diri Sendiri. Ingat ini, Wahai Anak Muda~

Menyenangkan orang lain

Kebutuhan manusia dari waktu ke waktu rupanya semakin beragam. Jika dulu mungkin kita hanya mengenal kebutuhkan primer dan sekunder alias kebutuhan utama dan hal-hal lain yang nggak terlalu penting, kini ada pula kebutuhan tentang pengakuan dan rasa ingin dihargai. Entah itu terkait dengan pekerjaan, keluarga, persahabatan, hingga segala macam tetek bengek urusan percintaan. Nah, yang terakhir inilah yang seringkali bikin seseorang menjadi lupa tentang diri sendiri.

Advertisement

Lihat aja tuh, orang-orang di luar sana yang selalu pengin nyenengin orang lain dengan pengorbanan dan berbagai macam cara mulai dari yang biasa hingga yang nggak biasa. Kita sendiri mungkin juga pernah, kan? Segala hal dilakukan demi orang lain merasa dihargai, tapi terkadang hal-hal yang dilakukan tersebut malah menyusahkan diri sendiri. Namanya manusia, kan, ada-ada aja tipikalnyalah.

Tuntutan sosial zaman sekarang memang lebih keras, segala hal butuh pengorbanan besar. Iya memang bener~

Ilustrasi tuntutan sosial / Credit: Raisingchildren via raisingchildren.net.au

Nggak dimungkiri lagi bahwa tuntutan sosial zaman sekarang bisa dibilang lebih keras dibandingkan dengan zaman dulu. Apalagi kalau udah menyangkut tentang hubungan dengan orang lain yang melibatkan perasaan. Pokoknya kalau belum kelihatan berkorban sampai jungkir balik dan berdarah-darah dibilang belum layak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Makanya nggak heran jika banyak orang, termasuk kita sendiri, kerap melakukan hal-hal yang didedikasikan untuk orang lain. Mulai dari urusan yang paling sepele deh, kayak misalnya waktu. Nggak jarang kan, kita ngorbanin waktu untuk hal-hal yang lebih penting cuma demi orang lain biar mendapat pengakuan?

Entah itu buat pacar, teman, urusan pekerjaan, jangan sampai lah nyusahin diri sendiri. Ingat batasan masing-masing aja

Ilustrasi pengorbanan Credit: Focusonthefamily via www.focusonthefamily.com

Pengorbanan itu memang bagus, artinya kamu punya sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain, terlebih yang kamu anggap istimewa. Bisa dari dunia pekerjaan, keluarga, hingga urusan cinta yang kita semua nggak akan pernah lulus darinya. Disuruh ini mau, disuruh itu nggak nolak, tapi giliran mau ngurusin diri sendiri udah capek duluan karena semuanya udah didedikasikan buat orang lain. Hadeeeh, percuma juga kali, bikin orang lain seneng tapi diri sendiri nggak pernah kesentuh. Orang-orang pada ngapain sih ya, kok hobi banget repot-repot terlihat berkorban di depan orang lain, tapi buat diri sendiri nggak pernah ada waktu. Mbok ya ingat batasan gitu lo~

Advertisement

Berkorban itu boleh-boleh aja, tapi jangan sampai konyol. Giliran yang dikasih pengorbanan nggak bisa menghargai baru deh pusing sendiri

Jangan sampai nyusahin diri sendiri ya! / Credit; Convoconnection via www.convoconnection.com

Memang nggak ada salahnya kalau kamu pengin berkorban buat orang lain, lha wong disuruh emak buat beli sembako di warung juga nggak terlepas dari yang namanya pengorbanan kok. Apalagi buat mendapatkan hal-hal atau sesuatu yang dianggap penting dan sayang buat dilepaskan. Tapi masalahnya, kita sering dibutakan sama definisi pengorbanan. Pokoknya kalau mau berkorban harus begini lah, harus yang begitu lah, padahal kita sendiri punya batasan sebagai manusia. Ingat, terlalu berharap banyak sama manusia lain itu bikin tingkat kekecewaan kita juga bakal tinggi lo.

Iya kalau yang kamu kasih pengorbanan tersebut paham sama apa yang kamu lakukan dan bisa menghargai hal tersebut. Syukur-syukur bisa memberikan timbal balik dari apa yang kamu korbankan, tapi kalau nggak? Udah rugi waktu, rugi emosi, rugi pikiran, yang ada malah pusing sendiri. Tapi sih ini kalau masih mau dikasih tahu aja, mumpung kita masih muda, kurang-kurangin lah berkorban dan nyenengin orang lain tapi bikin susah diri sendiri. Lha kalau orang lain seneng tapi diri sendiri susah, buat apa~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE