Meski Nggak Suka Film Dilan, Patutnya 4 Alasan ini Bikin Kamu Bangga. Bukan Malah Kesel!

Film Dilan 1991 pecahkan rekor sepanjang masa

Baru tiga hari diputar di bioskop, film Dilan 1991 sudah berhasil mencatatkan rekor baru sepanjang masa perfilman Indonesia lo. Tercatat 2.082.000 penonton telah menyaksikan kisah Dilan dan Milea. Prestasi ini mencengangkan banget, bahkan mengalahkan penjualan film Avengers lo!

Advertisement

Sayangnya, ada aja warganet yang merasa kesal dengan prestasi ini. Bukan karena apa, masalah mereka menganggap film Dilan 1991 kurang layak, cringey, dan nggak sebagus angka penontonnya. Hmmm, kalau kamu nggak suka filmnya, seenggaknya kamu perlu bangga dengan prestasinya dong. Nih, Hipwee Hiburan punya alasan logis!

1. Kalau kamu nggak suka film Dilan 1991 itu bukan karena filmnya, tapi seleramu memang bukan film sejenis ini

Banyak banget yang mulai berkeluh kesah di media sosial. Sebagian besar dari mereka keheranan kenapa anak zaman sekarang hobi banget sama pasangan fenomenal DilanMilea. Nah, kalau ada orang di sekitarmu atau bahkan kamu sendiri yang nggak mengerti di mana kerennya Dilan dan Milea, mungkin memang seleramu sudah beda. Bukan karena filmnya yang jelek. Jadi nggak perlulah nyacatin tanpa tendensi dan alasan.

2. Prestasi ini membanggakan karena rekor penonton terbanyak akhirnya dipecahkan oleh film produksi dalam negeri, bukan film luar!

The next Rangga dan Cinta. via sulselekspres.com

Bukankah hal bagus ketika rekor penjualan film di negeri kita sendiri itu dipecahkan oleh film kita sendiri? Sebelumnya rekor ini memang selalu dipecahkan oleh film box office seperti Avengers: Infinity War. Kali ini kita patut sedikit bangga karena yang pecahin rekor adalah film produksi Max Picture yang diangkat dari novel laris karya Pidi Baiq.

Advertisement
3. Sudah sejak lama penonton dalam negeri terlalu bangga sama film dari luar negeri, sampai anti sama film produksi sendiri. Akhirnya masa kelam itu berakhir, kan?

Selamat juga buat segenap kru. via bangka.tribunnews.com

Beberapa waktu yang lalu penggemar film di Indonesia bakal pesimis sendiri dengan produksi dalam negeri. Mulai dari horor ecek-ecek hingga drama yang seolah pembuatannya nggak ada niatan serius. Wajar sih kalau kita sempat kecewa dan malas dengan film-film kita sendiri. Namun waktu sudah bergulir nih, sekarang ini banyak banget film produksi dalam negeri yang super kece. Termasuk rangkaian film Dilan ini. Makanya kepercayaan penonton juga kian pulih. Bangga dong!

4. Ada yang bilang film ini supergeli, banyak gombalan, dan tergolong naif. Hmmm, mungkin kamu memang sudah nggak remaja lagi dan sudah lewat masa kasmaran cinta monyetnya~

Diwakilin dulu aja ya, dek adek~ via bolastylo.bolasport.com

Namanya juga kisah cinta remaja zaman SMA, yang bahkan setting-nya tahun 90-an lo. Wajar saja kalau sebagian orang merasa geli dengan gombalan-gombalan, “Milea, aku belum mencintaimu. Nggak tau kalau nanti sore…” Tapi buat para remaja-remaja yang sedang mengalaminya, cinta monyet adalah pengalaman nggak terlupakan. Geli-geli manja gitu deh!

Agaknya suka atau nggak suka film Dilan 1991 adalah sebuah pilihan. Namun sudah sepatutnya melihat catatan rekor penontonnya jadi sebuah kebanggaan. Setidaknya dengan ini kita menghargai produksi film dalam negeri dan menumbuhkan kembali geliat nonton film Indonesia. Biar duit kita kembali ke sineas-sineas dan rumah produksi dalam negeri sendiri. Selamat buat segenap kru dan pemain film Dilan 1991 atas prestasinya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

CLOSE