Motivasi dari Kak Seto: “Nilai Matematika Paling Tinggi Cuma 4, Alhamdulillah Masih Hidup”. Super!

Motivasi Kak Seto

Sosok bernama Kak Seto bagi banyak orang di seluruh Indonesia tentunya udah bukan nama yang asing lagi terdengar di telinga kita. Kiprah ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang memiliki nama asli Seto Mulyadi tersebut memang telah melalang buana sejak puluhan tahun silam dan mengabdikan dirinya di dunia anak-anak Indonesia. Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diambil dari sosok legendaris yang satu ini, salah satunya adalah tentang motivasinya terkait nilai pelajaran matematika miliknya yang hanya sekedar mencapai angka 4 saja.

Advertisement

Meski terdengar begitu konyol lantaran nilainya di bawah rata-rata, hal ini bisa jadi renungan banyak orang termasuk kita semua. Apalagi mengingat pelajaran matematika adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi para pelajar maupun orang tua siswa. Sebagian orang menganggap dapat nilai jelek di mata pelajaran ini adalah sesuatu yang begitu memalukan seolah-olah dunia nggak lagi berpihak. Padahal, Kak Seto yang nilai paling tingginya cuma 4 aja masih hidup kok~

Selama ini banyak yang menganggap bahwa nilai pelajaran jelek adalah aib, apalagi buat orang tua, karena pasti merasa gagal mendidik anak 🙁

Ilustrasi pelajaran matematik / Credit: Alfavita via www.alfavita.gr

Nggak cuma beban dan dianggap sebagai momok oleh sebagian siswa sendiri, tapi persoalan sulitnya matematika ini rupanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Sekarang orang tua mana sih, yang nggak pengin anaknya dapat nilai yang bagus ketika di sekolah? Apalagi jika urusannya dengan pelajaran yang satu ini. Makanya banyak guru yang juga mendewakan mata pelajaran yang satu ini, seolah-olah kalau nggak bisa matematika itu aib banget. Kalau dapat nilai bagus di pelajaran matematika dipujinya bisa semingguan penuh, giliran dapat nilai jelek sekali langsung berasa kayak beban sampai sebulanan. Terlebih bagi para orang tua, pasti ada yang menganggap bahwa mereka gagal dalam mendidik anak cuma gara-gara anaknya dapat nilai jelek dalam mata pelajaran matematika.

Nggak sedikit lo, anak-anak sekolahan yang akhirnya jadi stres cuma gara-gara dimarahin terus sama guru dan orangtuanya lantaran dapat nilai jelek saat mata pelajaran ini

Ilustrasi pelajar pusing / Credit: Linkforcounselor via www.linkforcounselors.com

Dari dulu hingga sekarang, bisa dibilang bahwa matematika adalah salah satu sumber stressor bagi anak sekolahan. Bukan cuma karena pelajarannya aja yang dianggap susah, melainkan karena beban pikiran dari pihak luar, kayak misalnya dari guru dan para orang tua.

Advertisement

Parahnya, nggak sedikit anak-anak sekolahan yang mendadak stres sampai nggak mau sekolah lagi hanya gara-gara terlalu sering dimarahin oleh berbagai pihak terkait nilai jelek dalam mata pelajaran matematika. Yakin deh, kamu pun pasti sesekali pernah merasakan momen-momen nggak enak ini, kan? Bahkan, terkadang dulu kita sampai rela menyembunyikan hasil ulangan cuma biar nggak ketahuan kalau dapat nilai jelek. Sebegitunya, ya! 🙁

Padahal, belum tentu seseorang yang nggak pinter matematika itu nggak pinter juga di bidang penting lainnya lo!

Motivasi dari Kak Seto / Credit: Kompas via megapolitan.kompas.com

Motivasi kocak dari Kak Seto ini mungkin bagi sebagian orang hanya terdengar bercandaan semata, tapi kalau mengingat fenomena yang ada saat ini, alasan Kak Seto tersebut masuk akal banget lo. Gimana nggak, di saat semua orang pada bingung karena nggak bisa menguasai mata pelajaran matematika, beda halnya dengan Kak Seto. Laki-laki yang namanya dikenal oleh hampir seluruh orang di Indonesia ini merasa bersyukur tetap bisa hidup, walaupun nilai matematika tertingginya hanya 4 aja.

Makanya, buat semua orang yang merasa hidupnya nggak berguna cuma gara-gara nggak bisa matematika, mulai sekarang jangan pernah beranggapan kayak gitu lagi. Lihat aja tuh, Kak Seto yang dedikasinya bagi dunia anak-anak di Indonesia aja nilai matematika tertingginya aja nggak sampai rata-rata. Tapi, bukan berarti kita bisa mengabaikan pelajaran matematika, dan jangan mentang-mentang Kak Seto nilainya cuma segitu dan sekarang bisa sukses, kamu terus ikut-ikutan gitu aja. Siapa tahu waktu itu Kak Seto memang lagi bernasib baik, kan? 😀

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE