Menebak Isi Pikiran Orang yang Hobi Komentar Setelah Lihat Judul. Baca Tulisannya? Tentu Tidak~

Hidup di Indonesia ini sepertinya memang serba salah. Udah negaranya masih berkembang, segala hal pun diatur oleh mereka-mereka yang merasa berhak mengatur orang lain. Salah satunya adalah terhadap minat baca masing-masing orang. Katanya, tingkat literasi sebagian orang Indonesia itu rendah, gampang terhasut, mudah percaya sama berita-berita nggak jelas, dan semacamnya. Makanya nggak heran jika banyak dari kita yang dianggap sering blunder.

Advertisement

Jangankan ngomongin tentang buku-buku dengan pembahasan berat, sekedar baca judul aja banyak dari kita yang masih sering nggak tuntas. Baca pengumuman nggak sampai selesai, baca deskripsi juga males, ujung-ujungnya merasa kerepotan karena suatu kekonyolan yang dilakukan sendiri.

Lagi pula, kok bisa ya, orang baca judul tulisan nggak lengkap, nggak baca bukunya, baca deskripsi pun malas, tapi sangat percaya diri komentar? Mungkin ini nih yang ada di pikiran mereka~

Tingkat literasi dan kemalasan orang Indonesia dalam membaca itu sudah mencapai level akut. “Lah, suka-suka kita mau baca buku cuma kutipannya aja atau sekedar judulnya tok!”

Belum baca udah marah-marah / Credit: Pexels Alex Green

Kelakuan orang-orang yang merasa paling berpendidikan dan rajin baca buku di negara ini rasa-rasanya udah mirip kayak polisi di Amerika sono. Hobi ngatur-ngatur, manas-manasin orang lain buat ikutan mempermasalahkan, udah gitu sukanya ramai-ramai. Beda sama polisi Indonesia yang santun dan sabar untuk mengingatkan dengan halus untuk semua perkara lah pokoknya, hehe. Malesinnya lagi, membaca buku tidak sampai tuntas di negara ini dianggap merupakan sebagai ketololan yang hakiki, sehingga pantas untuk dicaci maki. Lagian juga aneh banget, kita-kita yang males baca, kenapa orang lain yang harus ribut? Nggak semua orang punya waktu luang buat baca buku sampai selesai keleus~

Advertisement

Ujung-ujungnya pun paling juga dibanding-bandingkan dengan tingkat literasi masyarakat di negara-negara lainnya. Mereka-mereka ini selalu mempermasalahkan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi yang rendah. Pokoknya jauh banget di bawah rata-rata dari negara lainnya. Gini deh, memangnya tingginya budaya membaca di suatu masyarakat itu berpengaruh buat semua hal, ya? Nggak semuanya bisa diukur dengan hal-hal kayak gitu juga kali. Membaca buku cuma sekedar kutipan atau judulnya aja bukan berarti menandakan bahwa orang tersebut tolol. Setidaknya mungkin begitu isi kepala orang bebal.

“Buku itu so last decade banget, sekarang apa-apa bisa ditemukan dengan mudah lewat internet. Ada yang gampang kok dibuat susah. Diiihh~”

Baca buku / Credit: Pexels Rahul Shah

Akui saja, orang-orang zaman sekarang pasti tahu lebih banyak informasi dari dunia maya. Mulai dari info-info receh sampai yang benar-benar penting. Pertempuran jalanan di Beirut yang dipicu peristiwa gejolak politik di Lebanon, mencuatnya kasus-kasus absurd kepolisian Indonesia yang bikin kepala jadi judeg banget, pergantian pekerjaan Luhut dari waktu ke waktu, hingga aktivitas keseharian Rafathar pun kini bisa dengan mudahnya kita temukan di media sosial. Nggak perlu baca buku sejarah yang tebalnya bisa buat ganjel standar Astrea, beli koran, dan sederet aktivitas membosankan lainnya terkait dengan buku, sekarang zaman udah semakin canggih, Bos!

Advertisement

Lagian, yang namanya internet itu udah pasti cepat menyebarnya. Nggak kayak buku yang nunggu bertahun-tahun baru ada keluaran baru, udah gitu isinya tulisan semua pula. Nggak menarik babar blas! Sekarang juga siapa sih yang nggak percaya dengan arus informasi di dunia maya itu juga? Kecepatan dan ketepatan penyebaran informasinya udah nggak kaleng-kaleng lagi. Tentunya dengan kredibilitas penuh, setidaknya yang bisa dipercaya begitu saja oleh orang tua yang gagap teknologi. Bagi sebagian anak muda mah sok-sokan banget, kalau nggak baca buku katanya kurang ektivies~

Begini, pada intinya perkara minat baca itu urusan masing-masing. Nggak usah jadi orang sok paling berkompeten, paling rajin, paling tahu segala, dan paling-paling lainnya deh. Sekali-kali coba maklumin kita gitu lo, jangan nyuruh-nyuruh baca buku sampai selesai, apalagi dari awal sampai akhir. Mau kita cuma baca judulnya aja atau sekedar kutipannya aja itu hak kita, dong. Biar sekali-kali kamu juga merasakan jengkel gimana rasanya menghadapi orang bebal kayak kita gini :p

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE