5 Alasan Kenapa Orang Tua Sering Sewot Pengin Anaknya Jadi PNS. Sabar~

Seakan sudah jadi rahasia umum kalau sebagian orang tua atau bahkan mungkin semuanya menginginkan anaknya menjadi seorang pegawai tetap, khususnya PNS (Pegawai Negeri Sipil). Tentu saja hal ini seakan jadi sebuah misteri besar bagi para anak-anaknya, kenapa bisa orang tua menginginkan mereka dan kamu salah satunya menjadi PNS yang tak jarang orang tua rela membayar hingga puluhan atau ratusan juta agar anaknya mendapatkan pekerjaan itu.

Advertisement

Entah sejak kapan profesi ini menjadi primadona dan pilihan utama banyak orang. PNS dianggap sebagai pekerjaan yang sangat menjanjikan bagi masa depan. Agar tak gagal paham mengenai apa sejatinya bayangan orangtuamu terkait profesi ini, simak 5 alasan yang telah Hipwee rangkum di bawah ini.

1. Dana pensiun atau jaminan hari tua jadi salah satu alasan utama. Apalagi profesi PNS bisa ditanamkan sejak dini oleh orang tua kita, lebih realistis daripada cita-cita jadi astronot

PNS / Credit: Media Magelang

Bisa dibilang ini adalah alasan utama yang menjadi primadona bagi kebanyakan orang. Orang tua mana sih yang nggak ingin anaknya punya jaminan di hari tua saat mereka sudah tiada? Mereka hanya ingin memastikan, anaknya tidak akan mengalami kesulitan bahkan ketika tidak memiliki pekerjaan. Karena itulah PNS dinilai menjadi pilihan terbaik. Makin ke sini, cita-cita menjadi PNS pun mereka doktrinkan pada cucu-cucu mereka, termasuk generasi kita. Jadi jangan kaget, kalau anak SD sudah punya cita-cita untuk jadi PNS. Lha wong sejak kecil kita udah dikasih tahu gimana enaknya jadi PNS. Terlebih kalau dipikir-pikir juga jauh lebih realistis dibandingkan cita-cita kebanyakan anak kecil yang pengin jadi astronot. Ngaku deh, kamu dulu pasti pernah punya cita-cita pengen jadi astronot, kan? Lebih realistis mana dengan menjadi seorang PNS? 😀

2. Jadi PNS, maka kamu akan bebas dari yang namanya PHK. Dibanding bekerja di sektor swasta yang lebih riskan

Siapa sih yang mau di PHK? / Credit: Liputan6

Bekerja sebagai PNS memungkinkan seseorang untuk bekerja dengan nyaman tanpa ada perasaan was-was akan dipecat, kecuali jika memang melanggar hukum. Dalam menjalani pekerjaan ini, mereka dilindungi oleh undang-undang kepegawaian, peraturan pemerintah dan peraturan menteri. PNS yang pada akhirnya diberhentikan atau yang di PHK hanya PNS yang telah melanggar aturan dan tidak bisa lagi untuk dilindungi oleh kepegawaian. Tapi hal ini juga masih jarang terjadi, kebanyakan hanya diturunkan dari jabatan, turun pangkat, atau tahan pangkat.

Advertisement

3. Selain dapat gaji dan tunjangan, tiap tahun juga dipastikan golongan profesi ini akan mendapat kenaikan gaji. Cari jodoh jadi semakin gampang dengan embel-embel mapan sampai hari tua~

Setiap awal bulan, PNS akan selalu menerima gaji. Itu artinya, gaji lebih dulu dibayarkan bahkan sebelum mereka melakukan pekerjaan. Menariknya, gaji mereka terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Meski nggak bisa dibilang besar, lama-lama jadi banyak juga kan? Selain itu, setiap dua tahun sekali para PNS juga berhak mendapat kenaikan gaji berkala, dan setiap empat tahun sekali berhak mendapat kenaikan pangkat yang berimbas pada kenaikan gaji. Lebih dari itu, mereka juga akan mendapat berbagai macam tunjangan, seperti tunjangan jabatan, daerah terpencil, renumerasi bagi PNS pusat, dan sertifikasi bagi guru. Hal seperti ini tentunya bakal memudahkan kita untuk mencari jodoh, khususnya bagi yang masih lajang. Orang tua mana yang nggak pengin lihat anaknya bahagia sama pasangannya? Hehe.

4. Menjadi PNS bisa memberi potensi untuk mendapatkan mobil dinas. Tapi yang jabatannya udah tinggi sih

Profesi PNS / Credit: Kompasiana

Menjadi PNS, maka akan mendapatkan gaji ke-13 dan THR (Tunjangan Hari Raya). Gaji ke-13 memang sudah lama dilaksanakan, biasanya dibagikan pada pertengahan tahun, sementara THR dibagikan saat menjelang lebaran. Kelebihannya lagi, kamu akan berpotensi mendapat fasilitas rumah dinas dan kendaraan dinas. Biasanya memang diperuntukkan bagi PNS yang sudah menduduki jabatan tinggi atau PNS yang bertugas dalam bidang tertentu sehingga memerlukan mobilitas tinggi. Gimana, udah cukup memotivasi kan pasti? Wajar aja kalau banyak orang tua pengin anaknya jadi PNS.

5. Terakhir dan yang paling nyata sekaligus absurd ialah tentang gengsi. Kebanyakan orang tua berpikir kalau kerja beneran itu yang pakai seragam, salah satunya jadi PNS

Menjadi pekerja PNS / Credit: Jawa Pos

Advertisement

Bagi orang tua yang gengsinya tinggi, maka mereka akan memaksakan agar anaknya memiliki dan menjalani profesi PNS ini. Jadi misalnya, kalau orang tua ditanya temannya, “anaknya yang itu kerja apa?” mereka akan dengan mudah dan bangga menjawabnya kalau si anak jadi seorang PNS. Tapi kalau anaknya seorang karyawan swasta yang gajinya tak seberapa, orangtua akan merasa kesulitan menjawab pertanyaan tadi. Apalagi jika orang tua kita nggak melek betapa variatifnya lapangan kerja zaman sekarang. Seringkali mereka berpikir jika pekerjaan yang benar-benar pekerjaan itu adalah yang memakai seragam. Nggak jarang di benak mereka terbesit bahwa pekerjaan yang nggak pakai seragam itu nggak benar-benar pekerjaan. Bahkan, terkadang kita sampai kesusahan menjelaskan apa itu programmer, content writer, videographer, vlogger, dan lain sebagainya. Padahal, jika dihitung-hitung penghasilannya juga seringkali nggak kalah dengan PNS sih.

Namanya orang tua, pasti penginnya kamu jadi anak yang mapan, stabil finansialnya, punya dana pensiun, dan beragam jaminan dalam kehidupan. Padahal saat ini sudah makin banyak lapangan pekerjaan di luar sana. Industri kreatif yang mulai bergejolak misalnya, begitu banyak tercipta pekerjaan kreatif yang juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dan menaikkan gengsi itu tadi. Bukankah dari sini kesimpulannya hanya satu, sejatinya persepsi pekerjaan ideal di Indonesia itu masih sempit dan usang. Kamu sepakat?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Rajin menggalau dan (seolah) terluka. Sebab galau dapat menelurkan karya.

CLOSE