Kira-kira apa ya pekerjaan di dunia ini yang “enak” dan nggak butuh tenaga banyak tapi bisa menghasilkan uang yang nggak sedikit? Mungkin mustahil bisa mendapatkan uang tapi nggak mengeluarkan tenanga sama sekali. Tapi mungkin pekerjaan yang dilakukan oleh wanita satu ini bisa bikin kamu “iri”. Pasalnya, pekerjaan ini sama sekali nggak menguras tenaga tapi diupah hampir Rp21 juta dalam satu minggu! Percaya nggak percaya, pekerjaan “impian” ini memang ada lho. Penasaran? Ini nih jenis pekerjaannya: tukang peluk!

Janet mendapatkan upah hampir satu juta rupiah setiap jam yang hanya dia habiskan untuk memeluk orang

Meluk orang aja digaji

Meluk orang aja digaji via www.thesun.co.uk

Dilansir dari laman www.thesun.co.uk, Janet Trevino, wanita yang berasal dari San Antonio, Texas ini sudah berkutat dengan pekerjaannya sebagai tukang peluk sejak Agustus tahun lalu. Kliennya biasanya adalah laki-laki dengan rentang umur 30-70 tahun. Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan pelukan yang nyaman dan beberapa di antara kliennya tersebut ada yang sudah lama nggak dipeluk selama berpuluh-puluh tahun. Mereka nggak segan-segan mengeluarkan biaya sebesar 80 dolar atau sekitar hampir satu juta rupiah per jamnya agar bisa merasakan nyamannya pelukan Janet.

Advertisement

Setiap minggunya, Janet bisa menghabiskan waktu hingga 20 jam hanya untuk memeluk kliennya. Eits, tapi jangan salah, dari pekerjaannya ini, Janet bisa menghasilkan hingga Rp21 juta per minggunya. Bayangkan, berapa yang ia dapat tiap bulannya hanya dari memeluk seseorang! Enak banget nggak sih kerjanya?

Bukan sembarang peluk, apa yang dilakukan Janet ini termasuk pekerjaan profesional bahkan ada pelatihannya

Ini termasuk profesional lho

Ini termasuk profesional lho via img.vidible.tv

Meskipun pekerjaannya hanya sebagai tukang peluk, tapi apa yang dilakukan Janet bukan sembarang peluk lho ya. Ini termasuk salah satu pekerjaan yang profesional. Nggak cuma itu, menjadi tukang peluk seperti Janet juga ada pelatihannya. Situs yang bernama Cuddlist tempat Janet bernaung, nggak cuma menawarkan tukang peluk saja, tapi juga pelatihan bagi siapapun yang ingin menjadi tukang peluk profesional. Melalui pelatihan tersebut diajarkan bagaimana posisi pelukan yang membuat klien nyaman dan bagaimana agar si tukang peluk tetap merasa aman. Makanya biaya untuk mendapatkan pelukan dari para profesional ini nggak sedikit. Sejauh ini klien-klien yang pernah menggunakan jasa tersebut benar-benar merasakan dampak positif dan kenyamanan dari pelukan para profesional. Jadi biaya yang mereka keluarkan bisa dibilang sebanding dengan apa yang mereka rasakan.

Sebelum dipeluk, klien juga diberikan kesepakatan-kesepakatan sehingga nggak ada yang merasa dirugikan saat proses ini berlangsung

Nggak main langsung peluk aja, ada syaratnya juga

Nggak main langsung peluk aja, ada syaratnya juga via www.dailymail.co.uk

Tentu para klien yang menggunakan jasa ini adalah mereka yang benar-benar asing atau sama sekali nggak dikenal oleh Janet. Nah, agar tukang peluk ini tetap merasa aman dan sama-sama nyaman saat melakukan pekerjaan tersebut, Janet terlebih dahulu memberi tahu syarat atau kesepakatan antara dirinya dan klien yang akan menggunakan jasanya.

Advertisement

Sebelum datang ke rumahnya yang sekaligus dijadikan studio untuk melakukan pekerjaannya tersebut, Janet menghubungi kliennya terlebih dahulu melalui telepon. Dia menanyakan kebutuhan seperti apa yang diinginkan klien. Jika setuju, Janet memberikan panduan pelukan kepada klien sebelum datang menemuinya. Dan pada saat bertemu, mereka berbicara terlebih dahulu dan menyepakati bahwa tidak akan melakukan apapun yang membuat salah satu di antara mereka merasa nggak nyaman. Setelah itu, klien diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu dan barulah mereka mecoba posisi pelukan seperti apa yang dibutuhkan klien dan itu dilakukan 1 hingga 8 jam.

Hingga saat ini, Janet yang 3 tahun lalu sudah bercerai dari suaminya tersebut merasa bahwa pekerjaan ini benar-benar pas untuknya. Bahkan Janet mengatakan bahwa dia merasa telah menemukan sesuatu yang selama ini hilang. Janet sepertinya sangat mencintai pekerjaan yang ia geluti sekarang. Apa pendapat kamu tentang pekerjaan Janet? Kalau itu dipraktikkan di Indonesia mungkin akan menimbulkan pro dan kontra ya, hehe.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya