Diprospek Temen Jadi Downline MLM Adalah Pengalaman Paling Resek. Berasa Kena Jebakan!

Pengalaman diprospek MLM

Menjadi salah satu korban penipuan downline MLM dengan berbagai macam modus rupanya layak disebut sebagai salah satu kejadian paling resek sepanjang hidup. Pasalnya, nggak semua orang mengalami tragedi yang malunya lebih memalukan dibandingkan dengan salah manggil nama orang di tempat umum. Dengan kata lain, menjadi korban prospek MLM menunjukkan betapa polosnya kita memahami dunia kerja. Namanya juga nasib, kan~

Advertisement

Apalagi jika mengingat yang menjerumuskan kita ke dalam lubang buaya satu ini adalah teman sendiri alias benar-benar nggak ada akhlak. Bayangin aja deh, kamu lagi pusing-pusing cari kerja, eh tiba-tiba ditawarin peluang sama temen sendiri dengan roman-roman yang menjanjikan meski pada akhirnya kita baru tahu jika ternyata kita adalah korban prosek MLM. Kesel banget kan rasanya?

Konsepnya selalu sama, awal-awalnya pasti ditawarin embel-embel proyek menarik, habis itu diajakin ke suatu perkumpulan

Ilustrasi suasana tempat kumpul bisnis MLM / Credit: Haluanpos via haluanpos.com

Jika kamu belum pernah menjadi salah satu korban kejadian paling konyol yang satu ini, Hipwee hiburan akan menggambarkan sedikit awal mula bagaimana proses seseorang akan dijadikan downline bisnis MLM. Biasanya sih konsep dan modusnya selalu sama, di awal-awal pasti ditawarin embel-embel proyek yang menarik, lengkap dengan iming-iming gaji dan bonus yang terkadang rasanya nggak masuk akal. Entah yang seminggu udah bisa beli mobil lah, sebulan bisa beli rumah lah, atau setahun bisa mendirikan negara, siapa tahu kan? Setelah itu, barulah kita bakal diajak ke suatu tempat yang isinya perkumpulan orang-orang dengan setelan pakaian yang menjanjikan pula. Pokoknya super klimis, pakai jas, sepatu mengkilat, raut muka keren, dan tentunya berlagak tajir melintir. Cuma terkadang ngumpulnya sih di tempat yang absurd juga, kayak misalnya kontrakan rumah atau rumah pribadi milik seseorang.

Sampai di tempat alhasil bingung lihat orang ramai sambil teriak-teriak nggak jelas, udah gitu temen kita pasti hilang secara tiba-tiba

Jangan berharap kamu bisa menyerap ilmu-ilmu berfaedah dari presentasi yang dilakukan oleh oknum-oknum setelah sampai di tempat yang dimaksud. Nggak akan ada banyak hal yang bisa kamu temui selain orang-orang silih berganti saling meneriakkan yel-yel atau kalimat penyemangat yang mungkin hanya mereka sendiri yang tahu. Sumpah, di momen ini rasanya bener-bener heboh, lebih heboh dibandingkan nonton konser BTS live! Kalau kamu baru pertama kali terjebak dalam situasi kayak gini, dapat dipastikan kamu bakal terdiam sambil bengong udah mirip kayak berhala. Terlebih ketika kamu bingung mencari temanmu yang sebelumnya udah ngajakin kamu ke tempat tersebut karena dia tiba-tiba menghilang. Orang-orang model begini nih, yang besok di hari akhir layak dijadikan satu sama umatnya Abu Jahal.

Advertisement

Zaman sekarang kok masih ada aja temen yang tega jebak temen lainnya pakai cara beginian ya:(

Kejadian ini sebenarnya ramai pada beberapa tahun silam, tapi jika sekarang masih ada yang kelakuannya kayak begini sama temen sendiri sih namanya kebangetan banget. Apalagi kalau mengingat sarannya yang nyuruh kita buat nekat keluarin modal, utang sana-sini, gadai berbagai macam benda berharga, dan lain sebagainya. Kok ya ada gitu lo, temen yang tega banget menjebak temen lainnya dengan cara-cara kayak gini. Makanya, kalau setidaknya sekali seumur hidup kamu pernah jadi korban downline MLM oleh temen sendiri, niscaya kalau putus cinta nggak bakalan merasa sakit banget sih kayaknya. Lha wong dengan melalui kejadian ini udah dapat paket komplit, malu iya, sakit iya, kesel iya, jengkel pun juga iya.

Buat kamu yang saat ini lagi butuh banget kerja terus ada temen tiba-tiba datang nawarin kerjaan, mending dilihat-lihat dan dicermati dulu daripada akhirnya kayak begini. Apalagi kalau nawarinnya terkesan mencurigakan dengan embel-embel yang selangit yang juga nggak masuk akal. Ingat, orang kalau lagi kepepet pasti selalu gampang buat dipengaruhi, dan orang-orang yang berpotensi jadi orang paling resek adalah orang yang kenal dekat sama kita. Hati-hati aja~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE