Perfectly (Un)Matched [4] – The Plot Twist

Perfectly (Un)Matched Desy Miladiana

Perkara hati memang tak ada yang tahu. Ketika Sara dan Sagara memutuskan tak lagi menampik rasa dalam hati, akankah kapal mereka berlayar semudah itu?
***

Teriakan demi teriakan mengikuti lagu yang dinyanyikan pada idol K-Pop di panggung terus Sara lakukan. Tangannya terangkat bersama para penonton lain membentuk ombak lautan manusia. Bahkan, kakinya tak pernah berhenti mengentak-entak lantai gedung konser mengikuti alunan musik yang menggema.

Padahal peluh sudah mulai mengguyur sekujur badan Sara. Tenggorokannya pun sakit. Kakinya juga pegal karena berdiri berjam-jam. Namun, wanita itu tidak peduli. Dia bisa berada di dekat panggung, sempat menyentuh tangan salah satu idol kesukaannya, semua kesengsaraan itu seolah terbayar lunas.

Sayangnya, di tengah-tengah keseruan itu, tiba-tiba saja seseorang mendorong Sara kuat-kuat. Badan wanita itu oleng. Untungnya seseorang dengan cepat melingkarkan tangannya di pinggang Sara, menjadikan wanita itu tetap berdiri tegak.

“Hati-hati. Jangan sampai jatuh di tengah-tengah lautan manusia, Sar,” bisiknya.

Sontak Sara mendongak. Senyum wanita itu langsung mengembang lebar saat menemukan Sagara pelakunya. Pria itu dengan sengaja melakukannya demi melindunginya. Rasa haru sukses menghancurkan seluruh fokusnya dan memindahkannya dari para idol Korea kesukaan, menjadi hanya Sagara seorang.

Konser berakhir, keduanya bergegas keluar area. Sagara memang sudah tidak lagi merangkul pinggang Sara, tapi pria itu terus menggenggam erat tangan Sara. Menuntunnya  ke mana-mana mengikuti kerumunan. Sara sendiri memilih untuk membiarkan dan menikmati debaran jantung untuk pria yang pernah menjadi calon jodohnya ini.

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi