Perfectly (Un)Matched [3] – The Unexpected Friendzone

Perfectly (Un)Matched Desy Miladiana

Seharusnya hubungan Sara dan Sagara juga usai dengan berakhirnya rencana perjodohan. Namun, Sagara justru muncul di saat-saat Sara membutuhkan teman. Sara pun gamang: amankah berteman dengan mantan calon suaminya?
***

Untuk kesekian kalinya, Sara hanya mendapatkan kata maaf dari teman dan juga para sahabatnya. Padahal besok akhir pekan, tapi semua waktu orang-orang hanya digunakan untuk bersama pasangan atau pekerjaan. Sementara dirinya yang single ini hanya bisa rebahan di tempat tidur.

Tatapan wanita itu menerawang di langit-langit kamar. Dia mendesah panjang. Terkadang ada setitik kecil dalam hatinya menyesali pembatalan perjodohannya dengan Sagara. Mungkin saja kalau dia memiliki calon suami, Sara tidak merasa terlalu bosan karena dia memiliki partner.

Mendadak Sara rindu masa-masa kuliahnya. Tidak ada pacar, tidak ada target pekerjaan, hanya ada menikmati hidup untuk hari ini. Sekarang, dia hanya bisa mengenang apa yang sudah lampau dalam memori kepalanya.

Setelah bermenit-menit panjang, akhirnya sebuah ide muncul dalam benaknya. Segera Sara meraih ponsel, kemudian menuliskan ajakan dalam Story aplikasi chatting-nya. Berharap dari sekian banyaknya orang dalam kontak ponselnya mau menemaninya menonton film superhero favoritnya.

Baru saja ingin menaruh ponsel kembali ke nakas, tiba-tiba benda itu bergetar. Refleks, Sara melongok ke arah ponselnya. Kening wanita itu mengernyit menemukan nama Sagara.

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi