Perilaku pengguna jalan di Indonesia sebenarnya masih jauh banget dari kata tertib. Seakan peraturan dibuat untuk dilanggar, saat ini masih banyak yang luput, seperti nggak pakai helm, berkendara tanpa surat-surat, sampai menerobos lampu merah dengan dalih, “Nggak ada polisi, kok.” Padahal sebenarnya peraturan lalu lintas itu untuk keselamatan masing-masing lo.

Saking padatnya kendaraan di jalan raya, sekarang ini banyak juga pemotor yang ‘makan’ trotoar sebagai jalan pintas biar nggak ‘kena macet’. Karena maraknya kasus seperti ini, seorang warganet yang diduga bernama Alif berniat menegur para pemotor nakal yang lewat trotoar. Tapi dia justru disalahkan dan terlibat adu mulut dengan driver ojol yang merupakan seorang ibu-ibu. Kronologi selengkapnya, cek artikel Hipwee Hiburan di bawah!

Salut deh, warganet ini berani banget menghalau pemotor nakal buat nggak lewat trotoar. Sayangnya, yang salah malah justru marah-marah

Advertisement

Sebenarnya kita sudah difasilitasi dengan jalan khusus pengendara dan trotoar khusus pejalan kaki. Sayangnya, banyak banget orang yang seolah serakah dan menyerobot jalan yang seharusnya dipergunakan pejalan kaki. Warganet yang bernama Alif ini sebenarnya punya niatan baik untuk menegur pengendara dan menegakkan haknya sebagai pejalan kaki. Sambil merekam kejadian di depan matanya, dia terus menghalangi motor yang lewat dan mengingatkannya untuk nggak melanggar.

Untung nggak dapat diraih, dia justru kena semprot seorang ibu pengendara ojol yang melintas. Nggak berhenti sampai di situ, ketika sudah berlalu, pengendara tersebut menghentikan motornya dan hampir saja terjadi adu fisik. Wah, kenapa yang diingatkan justru merasa tersinggung, ya?

Nggak berapa lama, seorang ibu yang marah-marah tersebut pun mengunggah klarifikasinya. Tapi, sepertinya dia tetap nggak mengakui kesalahannya karena melintas di trotoar, ya

Klarifikasi yang bersangkutan. via twitter.com

Advertisement

Entah apa yang diinginkan ibu pengendara ojol, dia lalu mengunggah klarifikasi di laman Facebook miliknya. Dia bahkan sempat mengatakan kalau hendak dipukul dan mengata-ngatai si pejalan kaki. Namun warganet yang terlanjur emosi tetap menyalahkan sang ibu. Klarifikasi pun justru jadi bumerang yang makin membuatnya dihakimi. Sampai saat ini perusahaan ojol yang bersangkutan sudah menerima laporan dan tengah memprosesnya.

Pemotor lewat trotoar itu membahayakan pejalan kaki, sekaligus bikin jalanan cepat rusak. Sudah mutlak salah, tapi malah berkilah!

Tuh, ibu jilbab merah sampai bingung. via fajar.co.id

Mau seperti apa pun keadaannya, trotoar memang dibuat untuk pejalan kaki dan bukan untuk pengendara motor apalagi mobil. Apa yang dilakukan Alif sebenarnya merupakan tindakan wajar, karena dia menuntut haknya sebagai pejalan kaki sekaligus mengingatkan yang salah. Bayangkan saja kalau pengendara yang lewat trotoar kemudian dimaklumi, wah, bisa-bisa orang Indonesia makin malas jalan kaki. 🙁

Kayaknya sudah saatnya kita berbenah, segera introspeksi dan berkendara dengan tertib. Jangan mentang-mentang sepi dan nggak ada polisi!

Padahal rambu-rambunya juga sudah jelas banget. via bandung.merdeka.com

Bukankah sebenarnya saling mengingatkan itu baik? Nggak perlu menunggu petugas atau polisi untuk menertibkan jalan baru penggunanya mau taat. Kayaknya ini adalah pemikiran dan konsep yang keliru soal tata tertib berlalu lintas. Meski nggak ada polisi, sudah sepatutnya kita taat demi keselamatan diri kita sendiri. Pada akhirnya aturan ada untuk membuat kualitas hidup kita lebih baik lagi.

Anjuran pakai helm tentu buat melindungi kita seandainya terjadi kecelakaan, lampu lalu lintas tentu dibuat agar kendaraan nggak saling bertabrakan saat melintas, begitu juga dengan trotoar. Pengendara motor nggak boleh lewat trotoar karena riskan menabrak pejalan kaki dan bikin trotoar cepat rusak. Butuh berapa kasus viral seperti ini lagi sih, biar kita sadar?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya