Cinta selalu datang tiba-tiba dan sering kali tak terduga. Tak jarang, cinta datang di saat yang tidak tepat dan pada orang yang salah. Kadang jatuh cinta bisa membuatmu lebih bahagia, tapi juga ada yang menjerumuskanmu pada jurang masalah. Salah satunya, ketika kamu punya perasaan pada orang yang sudah punya pasangan. Lebih seramnya ketika dia juga memiliki perasaan denganmu dan kalian terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Kalau kamu sampai mengalaminya, beberapa hal ini yang nanti akan kamu hadapi.

1. Mulanya, kamu akan berpikir apa yang kamu lakukan salah. Rasa bersalah selalu menghampirimu.

Salah sih tapi… via www.bintang.com

Kamu benar-benar sadar bahwa apa yang kamu lakukan ini suatu kesalahan yang fatal. Kamu merasa bersalah bukan hanya pada pasangan kekasih gelapmu, tetapi juga pada dirimu sendiri. Kamu merasa salah karena membuat dirimu terkesan sebagai penggoda. Dari yang awalnya mengagumi berubah menjadi perasaan yang teramat kuat ketika dia memiliki perhatian lebih terhadapmu. Hubungan yang awalnya kamu bangun hanya sebatas pertemanan pun runtuh menjadi suatu ikatan yang tak jelas. Hubungan yang kamu sadari dimulai dengan tidak baik ini tak kamu pedulikan bagaimana akhirnya.

2. Tapi, kamu tak bisa bohong kalau kamu sangat tertarik dengan dia yang telah berhubungan dengan orang lain.

Kamu tak bisa membohongi perasaanmu via twicsy.com

Advertisement

Yang tak bisa kamu sangkal, kamu sangat mencintai dia. Kamu merasa nyaman berada di sampingnya walau hanya sesaat dan sembunyi-sembunyi. Kamu merasa tak peduli jika kamu harus menjalani hubungan seperti ini, asal bisa terus bersama dengan dia. Kamu begitu bahagia saat dia bisa datang untuk menemuimu. Tak peduli, setelahnya dia harus bertemu dengan kekasihnya. Selama dia masih bisa berhubungan denganmu, kamu merasa bahagia.

3. Perasaanmu semakin kuat, di saat dia memberi secerca sinar dan menyatakan bahwa hubungannya sedang berantakan.

Dia pun tak begitu bahagia via www.21cineplex.com

Kamu pun mulai mencari-cari pembenaran atas apa yang kamu lakukan. Kamu yakin, kekasih gelapmu tak akan melakukan hal itu jika dia bahagia dengan pasangannya. Segala dugaanmu pun seolah dimenangkan kala dia bercerita tentang hubungannya dengan kekasihnya yang tak berjalan lancar. Tentang dirinya yang tak mendapat tempat di hati orang tua kekasihnya, tentang kekasihnya yang sangat posesif dan sedikit-sedikit marah. Dia pun menduga bahwa kekasihnya memiliki kekasih lain. Atas cerita-ceritanya itu, perasaanmu semakin kuat. Kamu semakin merasa nyaman dengan hubungan gelap ini. Walaupun kamu tetap merasa salah, seenggaknya kamu nggak salah-salah banget karena dia juga mau dan menurutmu kekasihnya juga tak cukup menjaganya.

Kamu pun mulai menganut prinsip:

Advertisement

“Lebih baik jadi yang kedua tapi diutamakan, daripada jadi yang pertama tapi diduakan.”

4. Kamu sangat menikmati cinta diam-diam, tanpa publikasi dan tak bisa bertemu atau bahkan menghubunginya setiap waktu.

Enggak bisa ngapa-ngapain via pipitwiguna.wordpress.com

Meski ada larangan untuk menghubungi duluan, kamu tetap bahagia dengan hubungan gelap yang kamu jalani. Kamu memang tak bisa memintanya datang setiap saat ketika kamu membutuhkan. Juga tak bisa berkencan seperti pasangan lain seperti nonton, makan malam, atau mempublikasikan tentang dia di sosial mediamu. Meski demikian, kamu tetap merasa bahagia. Ada sensasi tersendiri ketika kamu harus menahan rindu untuk menunggunya memiliki waktu bersamamu. Keseruan ketika kalian harus berkencan dengan sembunyi-sembunyi di tempat yang tidak biasa.

5. Kadang, ada perasaan lelah dan ingin segera memberi tahu dunia, bahwa dia kini juga milikmu.

He’s mine too! via www.21cineplex.com

Pun tak jarang, kamu merasa lelah menjalani hubungan gelap ini. Ketika kamu sangat amat membutuhkannya, kamu tak punya kuasa untuk menghubunginya. Saat kamu dengar dia sedang ada masalah, kamu tak bisa serta merta menampakkan diri untuk membantunya atau menunjukkan perhatianmu. Pada saat-saat seperti itulah rasanya kamu ingin berteriak kepada dunia. Kamu ingin dunia tahu, bahwa dia juga milikmu. Kamu dan dia juga memiliki cerita yang indah. Kamu dan dia juga memiliki rasa. Dia milikmu, meski juga milik kekasihnya.

6. Kamu tidak pernah berkeinginan membuat dia dan kekasihnya berpisah, namun kamu juga tak bisa membayangkan bagaimana ketika dia memutuskan berpisah denganmu.

kamu sama sekali tak ingin mereka berpisah via www.21cineplex.com

Jika ada yang bertanya, apakah kamu berharap dia berpisah dengan pasangannya, kamu bingung harus menjawab apa. Di satu sisi, kamu tak ingin jika dia harus berpisah dengan kekasihnya. Menurutmu, masih ada cinta di antara mereka yang layak untuk diperjuangkan. Terlebih, kamu tak ingin menjadi salah satu alasan atasan perpecahan hubungan mereka. Kamu tak ingin dianggap sebagai orang ketiga (meski pada kenyataannya memang demikian). Namun, kamu juga tak tahu akan seperti apa ketika suatu hari dia datang dan menyatakan bahwa dia ingin membangun kembali hubungan dengan kekasihnya. Untuk itu, dia harus memutuskan hubungan gelapnya denganmu. Ketika saat itu tiba, entah apa yang akan terjadi padamu. Kamu tak tahu apa kamu akan senang karena bahagia melihat orang yang kamu cintai bahagia atau akan kacau karena kehilangannya.

7. Setelah menjalani cinta terlarang, kamu pun mulai berpikir sampai kapan hubungan kalian akan berjalan.

Sampai kapan akan bertahan? via www.wowkeren.com

Semakin lama kamu menjalani hubungan gelap ini, kamu akan semakin sadar bahwa hubungan ini tak ada gunanya dan hanya membuang-buang waktumu. Mungkin saat ini, ada seseorang yang jauh lebih baik yang layak menjadi kekasihmu secara terang-terangan, tapi terhalang karena kamu sibuk dengan kekasih rahasia ini. Kalau pun suatu hari nanti dia memutuskan untuk meninggalkan kekasihnya dan memilih denganmu, kamu pun memiliki perasaan tak tenang karena takut suatu hari dia akan melakukan hal yang sama seperti yang sekarang dia lakukan.

Langkah terbaik yang kamu ambil hanyalah segera memutuskan untuk menyudahi dan menganggap itu hanya persinggahan sementara bagimu.

“Ini begitu salah tapi ini juga begitu benar…”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya