“Bapak DPR Masih Ingat Aku?” Jadi Pertanyaan Mengerikan bagi Anggota Dewan Saat ini. Ras Terkuat nih!

Pertanyaan untuk anggota dewan

Di balik ramainya huru-hara kericuhan yang terjadi akibat demonstrasi terhadap pemerintah yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dari seluruh kota di Indonesia, rupanya selalu aja ada hal-hal lucu yang terjadi. Seperti misalnya yang baru-baru ini bikin heboh banyak media sosial mulai dari Twitter, TikTok, hingga Facebook. Ya, kemunculan konten-konten yang dibuat oleh beberapa perempuan yang pasti bikin anggota dewan mendadak jadi bingung dan senam jantung. Gimana nggak bingung kalau mereka mengancam buka-bukaan terkait “hubungan terlarang” yang dilakukan oleh para anggota dewan tersebut? 🙂

Advertisement

Sebenarnya bukan rahasia lagi sih kalau banyak anggota dewan kita yang kelakuannya nggak beres. Nggak cuma sama rakyatnya, tapi juga sama keluarganya sendiri. Kalimat-kalimat, “Bapak DPR masih ingat sama aku?” akhirnya sukses menjadi sorotan publik dan mendapat banyak perhatian serta dukungan dari para warganet. Ini nih, cara berjuang yang senyap namun tetap mematikan~

Selama ini ras terkuat ketika demo dipercaya adalah kaum STM, karena terbiasa tempur di jalanan setiap harinya

Ilustrasi pelajar demo. via m.radarnonstop.co

Padahal selama ini banyak yang menganggap bahwa ras terkuat ketika terjadi demonstrasi adalah kaum anak STM. Hal itu bukan tanpa alasan, katanya sih karena mereka terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan anak sekolah yang hampir setiap hari pasti ada ribut-ribut sama sekolah lain. Bahkan, kehadiran anak STM ini diberi panggung tersendiri oleh para mahasiswa karena dianggap bisa menjadi garda terdepan dalam melakukan protes di jalanan. Nggak dimungkiri sih kalau taktik jalanan anak STM pasti lebih jago dibandingkan dengan anak kuliahan. Berbagai lelucon pun bermunculan kayak misalnya jatah anak STM yang menghadapi para aparat, sedangkan jatah mahasiswa di belakang orasi sambil menyemangati satu sama lain. Kocak banget sih ini, meskipun pada kenyataannya juga tetap banyak yang menyayangkan adanya kericuhan besar-besaran.

Advertisement

Kehadiran para perempuan ini menjadi ancaman tersendiri bagi anggota dewan, nggak perlu huru-hara jalanan bisa bikin langsung kicep

Advertisement

Rupanya kehadiran para perempuan yang tiba-tiba nongol sambil mengancam untuk buka-bukaan tersebut dinilai lebih jitu dan lebih bisa bikin anggota dewan jadi merasa kelabakan. Ibaratnya, mereka nggak perlu ikut serta ribut-ribut dan terlibat kerusuhan pun udah mampu membuat para anggota dewan yang terhormat itu kicep alias bakal diem. Apalagi kalau ancamannya udah disertai permintaan untuk membatalkan omnibus law, jelas ini jadi sorotan tersendiri.

Entah itu memang benar adanya atau hanya jokes dan konten semata, tapi kehadiran para perempuan ini patut diapresiasi lo. Tuh, dilihat dong bapak-bapak pejabat, apa nggak takut gimana nasibnya kalau kena spill sama mereka? Benturan dengan mahasiswa pun kayaknya juga kalah telak dibandingkan cara perempuan-perempuan ini untuk bersuara. Salut bener!

Bayangin kalau ada banyak banget yang muncul, bisa banget nih UU Cipta Kerja langsung dibatalin beneran!

Nambah banyak, kan~ via twitter.com

Kebayang nggak sih kalau nanti semakin ke sini semakin banyak banget konten-konten serupa yang muncul ke sosial media? Sekarang sih mungkin baru satu atau dua orang aja yang kelihatannya serius banget, tapi nggak menutup kemungkinan juga lo bakalan banyak yang menyusul. Ini nih saatnya kita menantikan munculnya mbak-mbak pemberani seperti mereka. Nggak mudah lo untuk berani bersuara kayak gitu, apalagi dilihat banyak orang. Bisa-bisa batal beneran deh itu UU Cipta Kerja, kalau makin banyak muncul para perempuan yang mengancam buat spill kelakuan anggota dewan~

Dari hal ini kita belajar satu hal, bahwa yang namanya perjuangan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang turun ke jalan langsung, ada yang berjuang lewat media sosial untuk menaikkan tagar dan berita, serta ada juga yang berjuang lewat konten-konten semacam ini. Nggak melulu harus terlibat langsung di jalanan kok, lakukan aja apa yang memang menjadi kapasitasmu. Apa pun itu, yang penting suara rakyat tersampaikan, kan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE