Perubahan yang Terjadi Saat Kamu Menginjak Usia 23. Merasa Relate?

Perubahan usia 23

Sebentar lagi, kita akan meninggalkan tahun 2021. Ada banyak hal sedih yang terjadi di tahun pandemi ini. Aktivitas kita terhambat dan banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan seseorang. Perubahan ini bukan sekadar efek dari keadaan dan lingkungan. Bertambahnya umur seseorang juga membuat sebuah perubahan besar dalam kehidupan. Sebut saja seseorang yang kini berumur 23 tahun akan merasakan cukup banyak hal yang berubah.

Advertisement

Angka 23 adalah umur yang cukup rentan sekaligus penting bagi banyak orang. Pasalnya pada usia tersebut adalah fase-fase quarter life crisis yang dialami oleh seseorang. Berbeda dengan umur 20 tahun, pada umur 23 seseorang sudah memiliki tanggung jawab dalam kehidupan dan harus bisa berdiri sendiri. Karena hal tersebut, ada sejumlah perubahan yang akan kamu rasakan saat menginjak usia 23 tahun.

1. Seseorang yang telah menginjak umur 23 tahun akan merasa bahwa lingkar pertemanannya semakin kecil

Lingkar pertemanan semakin kecil/Credit: Unsplash @matheusferrero

Pada umur 23 tahun, seseorang telah mulai memiliki tanggung jawab. Jika masih berkuliah, seseorang di umur 23 sedang fokus mengerjakan skripsi. Jika sedang bekerja, umur 23 tahun adalah masa-masa dimana seseorang bekerja dengan begitu giatnya. Seseorang memiliki sebuah cita-cita besar yang ingin mereka capai. Ambisi terpendam ingin mereka jadikan kenyataan.

Namun semua hal yang terjadi tersebut pada akhirnya mengorbankan cukup banyak hal. Salah satunya adalah waktu. Seseorang yang telah berumur 23 tahun umumnya akan kehilangan banyak teman. Maksudnya, mereka biasanya kehilangan gairah untuk membuka relasi baru. Mereka akan mencoba mendekatkan diri dengan teman-teman yang memang telah mengerti dan mengetahui mereka dengan baik. Secara otomatis, umur 23 tahun adalah waktu di mana seseorang memiliki lingkar pertemanan yang lebih kecil.

Advertisement

 2. Terjadi perubahan sifat ke arah yang lebih dewasa. Karena punya penghasilan sendiri, biasanya seseorang akan lebih mandiri, jauh lebih bertanggung jawab, dan berprinsip

Bertanggung jawab/Credit: Unsplash @avirichards

Umur 23 adalah masa-masa di mana seseorang mulai beranjak dewasa. Lebih tepatnya, mereka sedang belajar menjadi dewasa karena memiliki tanggung jawab. Di umur tersebut, seseorang akan terus melatih dan membiasakan diri untuk lebih bertanggung jawab dan menanamkan sifat-sifat kedewasaan untuk bekal mereka di tahun-tahun selanjutnya.

Umur 23 juka merupakan titik balik bagi seseorang karena mereka biasanya jadi lebih bertanggung jawab karena telah memiliki penghasilan sendiri. Umur 23 juga bisa membuat seseorang lebih mandiri. Perubahan akan sangat terlihat dan terasa. Misalnya, seseorang yang manja akan belajar untuk bertanggung jawab dan melakukan beragam hal sendirian. Hal ini nggak bisa dimungkiri. Umur 23 tahun adalah gerbang kedewasaan bagi seseorang.

3. Punya ambisi besar dan ingin segera mewujudkannya membuat seseorang bekerja terlalu berlebihan. Hal ini semakin mendekatkan seseorang dengan rasa kesepian dan masalah kesehatan mental

Advertisement

Masalah mental/Credit: Unsplash @dmey503

Bekerja adalah kewajiban seseorang. Meski menghasilkan pundi-pundi, bekerja juga merupakan hal yang cukup berisiko utamanya terkait masalah mental. Seseorang yang telah berumur 23 umumnya selalu berfikir terlalu keras pada tanggung jawab dan mimpi mereka. Hasilnya, mereka mencoba untuk merealisasikan semuanya saat itu juga. Dari sana, mereka nggak mempedulikan apapun sekalin bekerja. Hasilnya, seseorang akan merasa sangat kesepian.

Masalah mental pasti muncul di antara anak-anak muda yang bekerja. Istilah burnout dan depresi seringkali kita temukan di media sosial hari ini. Di era media sosial, masalah kesehatan mental cukup mendapatkan perhatian. Hal ini tentu bagus karena bisa menjadi pengingat bagi mereka untuk tetap menjalani hidup sebagaimana mestinya. Kamu pasti sering lihat curhatan-curhatan seseorang yang berumur 23 tahun di kolom-kolom komentar postingan tentang kesehatan mental, kan?

4. Seseorang di umur 23 membutuhkan hubungan romantis yang jauh lebih dewasa. Mereka berharap punya partner yang bisa mendukung dan saling mendewasakan

Hubungan romantis yang lebih dewasa/Credit: Unsplash @evertonvila

Kesepian yang dirasakan seseorang tentu saja membutuhkan obat. Berbeda dengan saat masih remaja di masa SMA atau kuliah, seseorang yang masuk ke umur 23 membutuhkan sebuah hubungan yang lebih berbeda. Bukan sekadar cinta semata, biasanya mereka mencari pasangan yang sudah sama-sama beranjak dewasa dan bisa menjadi support system satu sama lain. Singkatnya, mereka ingin hubungan yang bukan saja romantis melainkan saling mengembangkan diri.

Yup, menjalin asmara di umur 23 tahun adalah menjalin asmara yang mulai serius. Seseorang akan berusaha melakukan hal terbaik untuk pasangannya tersebut. Kedewasaan akan membantu mereka untuk bertahan dalam hubungan atau pergi meninggalkan hubungan tanpa ragu sedikitpun. Singkatnya, seseorang di umur 23 itu mencari soulmate bukan seorang kekasih.

5. Karena sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, mereka umumnya sangat mendalami dan mendedikasikan diri pada hobinya

Berdedikasi pada hobi/Credit: Unsplash @jeshoots

Terakhir adalah adanya perkembangan seseorang mengenai hobi yang ia miliki. Mereka yang sudah berusia 23 tahun biasanya lebih mendalami hobinya. Karena memiliki penghasilan sendiri, umumnya mereka akan menghabiskan penghasilan mereka untuk hobinya. Hal ini wajar mengingat hobi adalah bentuk eskapisme mereka dari penatnya pekerjaan.

Alasan lain kenapa orang di umur 23 sangat berdedikasi pada hobinya adalah karena motif balas dendam. Saat masih belum berpenghasilan, seseorang yang punya hobi cenderung menahan diri untuk tidak menghabiskan semua uangnya. Namun setelah punya penghasilan tetap, mereka akhirnya membalaskan apa yang nggak mereka dapatkan di masa lalu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

CLOSE