Pawang Hujan, Profesi Tak Biasa yang Ternyata Punya Banyak Peminat Jasanya!

Profesi pawang hujan

Beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai turun hujan. Bahkan, sejumlah daerah mengalami banjir hingga merusak bangunan dan kendaraan pribadi. Jika tidak ada pandemi, musim hujan ini juga bisa membuat sejumlah acara outdoor, seperti konser musik dibatalkan pelaksanaannya. Meski begitu, tak menutup kemungkinan juga jika acara itu tetap bisa berlangsung. Tentu saja dengan mengandalkan pawang hujan, cara khas ala orang Indonesia.

Advertisement

Pawang hujan merupakan julukan dari masyarakat Indonesia kepada seseorang yang bisa mengendalikan hujan atau cuaca. Biasanya, orang tersebut mengatur cuaca dengan memindahkan awan. Nah, SoHip tau nggak nih kalau selain dipakai untuk acara konser musik, jasa pawang hujan itu juga biasa digunakan dalam acara seperti perkawinan. Percaya nggak percaya,  profesi pawang hujan ini cukup memiliki banyak peminat lo.

Termasuk profesi yang tak biasa, pawang hujan telah eksis sejak zaman dahulu dan melebur dengan tradisi yang ada di sejumlah daerah Indonesia

Ritual pawang hujan / Credit: YouTube/LokadataID

Profesi pawang hujan memang bukan profesi yang umum ada di masyarakat. Pasalnya, profesi ini sering dikaitkan dengan hal mistis. Bahkan, sejumlah pawang hujan juga kerap dijuluki sebagai dukun. Seperti dalam tradisi masyarakat Betawi, pawang hujan pada jaman dahulu dikenal dengan istilah Dukun Rangkeng.

Lain halnya dengan tradisi dan budaya Betawi, pawang hujan di Bali dikenal dengan sebutan “tukang nerang hujan” yang dilakukan secara personal. Sedangkan oleh masyarakat Jawa, tradisi pengendalian hujan merupakan gambaran tradisi kolektif yang berasal dari primbon atau kitab warisan leluhur Jawa. Oleh karena itu, julukan pawang hujan lebih populer dikenal di Jakarta dan Jawa Barat.

Advertisement

Sedangkan dari primbon Jawa, sejumlah panduan untuk melakukan ritual tolak hujan telah tertulis. Meski begitu, hal itu tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Ada sejumlah persyaratan khusus sebelum diadakannya ritual tersebut. Seperti misalnya puasa, memberi sesajen, tirakat, dan membersihkan jiwa. Tak hanya panduan sebelum melakukan ritual memindahkan hujan, di dalam primbon juga sudah tertulis sejumlah mantra untuk melanjarkan ritual tersebut. Oleh sejumlah orang, mantra itu dipercaya merupakan kesepakatan nenek moyang orang Jawa dengan roh alam.

Percaya nggak percaya, profesi pawang hujan memiliki banyak peminat hingga digunakan oleh Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Riau

Jasa pawang hujan / Credit: Suara.com & Photo by Bibhukalyan Acharya from Pexels

Pada Mei 2021, sebuah nametag bertuliskan Pawang Hujan menjadi bagian satuas tugas pengawas wilayah saat kunjungan kerja Presiden Jokowi di Riau menjadi viral. Hal itu menjadi salah satu bukti kalau ternyata, jasa pawang hujan banyak digunakan berbagai kalangan. Bahkan, pawang hujan seringkali dibutuhkan ketika hajatan politik dan oleh stasiun televisi untuk memperlancar acara syuting outdoor.

Advertisement

Pada prinsipnya, pawang hujan hanya memindahkan awan mendung ke tempat lain, tidak lantas memberhentikan hujan. Ritualnya dilakukan dengan mengucap doa-doa dan  mempersiapkan sesajen, seperti nasi kuning, telur bebek, bekakak ayam, kue apem, dan kembang tujuh rupa. Tak hanya itu, ritual ini juga menggunakan pusaka, seperti keris, mata panah dan tombak untuk diarahkan ke beberapa penjuru mata angin. Selain itu, adapula pawang hujan yang melakukan ritual meghalau hujan dengan meditasi di ruang tertutup.

Meski telah ada teknologi untuk memodifikasi cuaca, yaitu dengan memperlambat atau mempercepat turunnya hujan, jasa pawang hujan lebih banyak diminati. Pasalnya, teknologi tersebut terbilang cukup mahal hingga ratusan juta dan tidak cukup populer di kalangan masyarakat dibandingkan pawang hujan.

Nah, kalau SoHip percaya nggak nih sama jasa pawang hujan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE