Banyak yang bilang, memiliki wajah baik dan ramah itu keberuntungan. Gimana nggak beruntung, orang gampang simpatik padamu, rasanya juga nggak tega buat mengganggu dan berbuat jahat ke kamu. Kamu pun mudah membaur dengan siapa saja karena orang lain nyaman di sampingmu. Pokoknya semua hal positif yang menempel di wajah ramahmu itu mampu membuat orang lain iri.

Apa aja sih yang dialami mereka yang punya wajah baik dan ramah? Sebelas hal di bawah ini bisa menjelaskan enak dan enggaknya. Yuk simak!

1. Muka ramah memang anugerah. Aura positifmu mampu menarik siapa saja untuk nggak sungkan menyapa

Mbaknya mukanya ramah begini sih...

Mbaknya mukanya ramah begini sih… via onehallyu.com

Advertisement

“Mau kemana, Neng Geulis?”

“Nunggu kereta ke kota juga, Dek? Apa ke tanah abang?”

Kamu sering berpikir, kenapa ya kalau lagi di jalan, orang sering banget tiba-tiba ngobrol sama kamu? Tapi sebenarnya wajar aja lho, karena wajahmu pun mendukung. Nggak perlu banyak senyum — nggak ngapa-ngapain pun, tetap aja wajah ramahmu atraktif sekali untuk menarik perhatian orang.

2. Nggak cuma disapa, kadang mereka juga dengan mudahnya berbagi cerita. Ada juga yang curhat tiba-tiba

senyum aja..

senyum aja.. via shipandwrite.tumblr.com

“Ibu dulu juga sempat tinggal di Malang loh, Dek.”

“Jadi, waktu tinggal di Malang itu Ibu masih susah, makanya milih ngadu nasib di Jakarta…

*udah pasti Si Ibu curhat sampai di stasiun tujuan*

Advertisement

Udah nggak kaget juga, kalau tiba-tiba jadi tempat curhatan orang yang kamu temui di jalan. Tanpa kamu minta, cerita mereka mengalir begitu saja dengan tenangnya. Wajah ramahmu memang juara buat orang cepat percaya dan nyaman.

Santai aja, menanggapi semua cerita dan curhatan mereka nggak mengharuskan kamu membuka banyak mulut kok. Perhatikan saja setiap ucapannya, lalu tersenyum di waktu-waktu yang pas, dan sesekali berkomentar sesuai dengan porsimu sebagai pendengar.

3. Kamu lagi diam di jalan, tiba-tiba orang asing di dekatmu tersenyum. Wajah ramahmu yang telihat sumringah, membuat orang di sekitarmu cepat merasa akrab

Gimana nggak disenyumin mas-mas, kalau wajah kamu gini

Gimana nggak disenyumin mas-mas, kalau wajah kamu gini via www.tumblr.com

Waktu menengok ke sebelah kiri kamu untuk kesekian kalinya. Mas-mas yang tepat di samping kamu, tiba-tiba tersenyum sambil mengangguk ke arahmu. Otomatis kamu langsung tersenyum balik dengan canggung. Tapi, setelah itu kamu berpikir,

Perasaan nggak kenal deh sama mas ini, tapi kenapa dia senyum ya? Hmmm, nggak apa deh, muka Masnya manis juga… #loh hahaha

4. Bukan cuma orang dewasa aja yang suka ngelihat wajah ramahmu. Saat di tempat umum, kamu juga sering diperhatiin sama anak-anak kecil, bahkan ada yang terang-terangan cari-cari perhatian ke kamu

Hai, ade... main sama tante yuk

Hai, ade… main sama tante yuk via www.mirror.co.uk

Kamu ngerasa anak kecil di depanmu itu memperhatikanmu terus. Pas kamu senyum ke dia, eh dia salah tingkah atau bahkan dengan menggemaskannya langsung mencari-cari perhatian ke kamu. Apalagi pas kamu sapa,

Adek, namanya siapa?

Seringnya si anak senyum-senyum cuma senyum-senyum malu dibalik badan ibunya. Atau, kalau dia cukup berani, pertanyaan kamu akan dijawab meski tetap dengan gaya malu-malunya.

Sini-sini dek, main sama Tante Mbak… hehehe

5. Keramahan wajah juga bikin suasana hati yang buruk tertutupi. Jadi, jarang ada yang tahu bebanmu di dalam hati

lagi sedih aja masih tetep ramah

lagi sedih aja masih tetep ramah via tentwentyone-blog.tumblr.com

Salah satu keuntungan wajah ramah yang patut disyukuri sekali adalah, saat-saat kamu sedang mumet banyak pikiran dan suasan hati kamu kacau, orang nggak sadar dengan hal itu. Biarin deh, cukup kamu aja yang merasakan kesusahan dan kegundahan ini. 🙁

Iya, iya… Aku ora opo-opo… *ngomong dalam hati*

6. Sifat yang ramah bikin kamu nggak enak kalau nggak merespon orang dengan sopan. Padahal, mungkin kamu juga sebenarnya lagi malas ngobrol…

senyum aja, meski dalam hati kesel

senyum aja, meski dalam hati kesel via pichost.me

Kadang sedih juga sih, kalau waktu nggak mood masih harus mendengar curhatan orang. Padahal kamu juga pengen bisa di dengar sekali-kali. Hmmm… ya udah lah ya, tetap kasih respon yang baik supaya kamu nggak dicap sombong dan nggak penertian. Senyum aja.

Senyum kan ibadah, gais… 🙂

7. Oh iya, banyak yang bilang senyum kamu manis lho! Hihi

emang udah dari sananya begini..

emang udah dari sananya begini.. via allisonargentthearchergirl.tumblr.com

Selain wajah yang dari sananya sudah ramah, banyak yang bilang senyum kamu manis! Padahal kamu juga nggak tahu sih, senyum manis itu yang gimana ya? Ihihi~

8. Karena biasanya wajahmu ramah dan sumringah, kalau kamu lagi kesel, semua orang pun jadi takut dan sementara menjauh

Jarang-jarang kamu begini

Jarang-jarang kamu begini

Wajah ramah bukan berarti kamu bisa tenang dan kalem saat kesabaranmu hampir hilang. Sekalinya kamu marah, semua orang yang di sekitarmu nggak cuma kaget, tapi juga takut dan akhirnya memutuskan untuk sementara menjauh.

Lah, iya… wajah ramah dan sumringahmu itu udah terlalu nempel di indentitasmu. Jadi wajar kalau mereka syok melihat wajahmu yang membara karena amarah.

9. Sering juga terlintas di pikiranmu, gimana ya kalau wajah kamu jutek? Kayak apa sih rasanya? Apa tetap ada orang yang nyapa atau ngajak ngobrol seperti biasanya?

Gimana kalau mukamu tiba-tiba begini? yakin bisa?

Gimana kalau mukamu tiba-tiba begini? yakin bisa? via qlady.ru

Keseringan dibilang baik, menyenangkan, perhatian, atau santun justru membuat kamu sering bertanya,

Kira-kira kalau aku tiba-tiba jutek gimana ya?

Terus rasanya kayak apa sih, jadi orang jutek?

Masa iya, kamu bakal dijahuin sama orang karena perubahan itu?

Tapi dari semua pertanyaan itu, ada pertanyaan lain yang selalu muncul seolah menjadi pengingat…

Emangnya bisa pasang muka jutek? Kan cetakannya udah ramah gini wajahnya? Duh, malah galau sendiri.

10. Namanya juga anugerah, dengan berbagai lika-likunya tetap wajib kamu syukuri~

disyukurin aja punya muka ramah

disyukurin aja punya muka ramah via www.huffingtonpost.com

Udah nikmatin aja semua tanggapan baik atau buruk tentang wajah ramahmu. Hak mereka juga untuk mengeluarkan pendapat tentang dirimu. Terpenting, keramahanmu itu nggak cuma di wajah aja, tapi juga ada di sikap dan sifat.

Wajah ramahmu, tetap anugerah yang patut kamu syukuri. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya