Review Film Habibie & Ainun 3: Mengulik Percintaan Ainun dengan Cowok Lain, Bukan Habibie

Review film Habibie Ainun 3

7/10

Karena sudah ketiga kalinya dijadikan film, kisah cinta Habibie dan Ainun mulai habis dikulik. Syukurlah, hadir tokoh baru yang mewarnai percintaan Ainun. Namun, perjuangan Ainun untuk jadi dokter lebih menarik dibanding kisah asmaranya.

Beberapa bulan sebelum dirilis, film Habibie Ainun 3 udah banyak diperbincangkan. Sebab salah satu pemainnya, Jefri Nichol, terjerat kasus narkoba. Tetapi bagaimana dengan kualitas filmnya sendiri? Sebagai penonton setia Habibie & Ainun sejak tahun 2012, saya berharap cukup banyak pada film ketiga ini. Apalagi Maudy Ayunda berperan sebagai tokoh utama perempuannya. Dia dipilih sendiri oleh Habibie semasa hidup, sebab katanya pembawaan dan kepintaran Maudy setara dengan Ainun.

Advertisement

Barangkali udah direncanakan, tanggal rilis film Habibie Ainun 3 bertepatan dengan ulang tahun Maudy, yaitu 19 Desember 2019. Yuk, simak ulasan film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini~

Berkat dirias selama 7 jam, Reza Rahadian betulan mirip Habibie di masa tuanya. Namun saat berperan jadi Habibie di masa SMA, penampilannya malah ketuaan~

Reza Rahadian saat berperan menjadi Habibie. via www.hipwee.com

Di dalam film ini, jatah muncul Habibie nggak banyak, tetapi cukup berkesan. Apalagi penampilan Reza Rahadian betul-betul mirip dengan Habibie semasa tua. Dilansir dari Tempo, persiapan make up Reza dimulai dari pukul 04.30 karena membutuhkan waktu 7 jam! Namun usaha itu setimpal. Bentuk hidung, mata, kerutan, dan rambut Reza betulan seperti Habibie saat tua.

Berbeda halnya saat dia memerankan Habibie yang masih SMA. Dia kelihatan mencolok di tengah teman-temannya yang tampak berusia belasan tahun. Sebab walaupun kumisnya udah dicukur, Reza lebih kelihatan kayak guru PPL daripada anak SMA. Menurut saya dandanannya udah maksimal, sayangnya Reza memang udah ketuaan untuk peran itu. Mungkinkah harusnya Habibie muda diperankan orang lain?

Advertisement

Lupakan Habibie sejenak. Film ini berfokus pada perjuangan Ainun untuk menjadi dokter di tengah diskriminasi. Cukup mengharukan, rasanya mahasiswa kedokteran perlu nonton

Ainun sedang mengobati orang-orang. via id.bookmyshow.com

Di film Rudy Habibie, udah diceritain masa muda Habibie semasa kuliah di Jerman. Kini giliran Ainun. Selepas SMA, dia masuk ke Jurusan Kedokteran Universitas Indonesia. Dia memang kepengen banget jadi dokter. Sayangnya pada tahun 1950-an, diskriminasi di bidang itu masih besar. Ainun dianggap nggak mampu jadi dokter hanya karena dia cewek. Sedih, ya! Di film ini, ada beberapa adegan yang “dokter banget” dan cukup menarik. Bahkan ada satu adegan puncak yang mengharukan, saat Ainun harus menerapkan ilmunya dalam kondisi darurat.

Kali ini percintaan Ainun dan Habibie nggak banyak disorot. Sebab Ainun asyik cinta-cintaan sama Jefri Nichol. Ternyata Jefri cakep banget dan seksi!

Ahmad dan Ainun. via www.instagram.com

Sebelum menikah dengan Habibie, wajar kalau Ainun pernah jatuh cinta pada cowok lain. Cowok beruntung itu adalah Ahmad yang diperankan oleh Jefri Nichol. Berkebalikan dengan Habibie yang serius, Ahmad tampil lebih segar dengan sifatnya yang ceria dan agak kekanak-kanakan. Dia kelihatan serasi dengan Ainun. Saya juga baru sadar kalau Jefri Nichol ternyata ganteng banget. Apalagi ada adegan dia buka baju dan memperlihatkan tubuhnya yang berotot. Waduh.

Baju-baju yang dipakai para pemain terkesan vintage, tapi tetap modis. Latar tempatnya juga kelihatan dibuat dengan cermat

Ainun dan teman-temannya. via www.instagram.com

Ainun sering tampil feminin dengan baju terusan selutut tanpa lengan. Sedangkan Ahmad biasanya pakai kemeja yang dimasukkan ke celana. Pakaian mereka terlihat vintage dan tetap modis. Selain itu, latar tempatnya pun sesuai zaman. Yang paling saya suka adalah saat Ainun dan Ahmad melalui deretan toko di pinggir jalan. Adegan itu terasa kayak di luar negeri, mungkin karena bangunannya masih kental sentuhan Belanda. Lantas bagaimana dari segi musik? Sayangnya, soundtrack yang dinyanyikan Maudy Ayunda mendapat porsi muncul kurang banyak.

Advertisement

Saya merasa cukup senang setelah nonton film ini, tetapi nggak sepuas saat nonton dua film sebelumnya. Jadi rasanya nggak perlu ada Habibie & Ainun 4

Ainun dan Habibie via www.youtube.com

Karena udah ketiga kalinya dijadikan film, kisah cinta Habibie dan Ainun mulai habis dikulik. Dalam film Habibie & Ainun 3, percintaan Ainun dan Ahmad memang memberi warna baru. Tetapi adegan-adegan favorit saya justru saat Ainun berjuang menjadi dokter. Oh, ya, film ini juga menyelipkan nilai-nilai nasionalisme seperti dua film sebelumnya. Bukannya bikin terharu, sejujurnya saya merasa bosan. Apalagi nasionalismenya lebih banyak ditunjukkan lewat kata-kata.

Akhir kata, saya merasa kalau film ini nggak perlu dilanjutkan sampai Habibie & Ainun 4. Sebab apa lagi yang mau diceritakan? Daripada ceritanya sengaja dipanjang-panjangin, lebih baik dicukupkan sampai sini mumpung masih terasa manis dan indah.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Senois.

CLOSE