Review Film “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness”: Kebahagiaan Tak Harus dari Pasangan

Review film Story of Dinda

7/10

Story of Dinda: Second Chance of Hapiness memikiki cerita yang nggak terlalu kuat dan konflik romansa yang masih berputar di sekitar film sebelumnya. Kendati begitu, setidaknya film ini memberikan visual yang indah dan kualitas akting para aktor yang nggak asal-asalan.

Para penggemar semesta “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” atau “NKCTHI” kini boleh berbahagia. Pasalnya pada tanggal 29 Oktober kemarin, film terbaru dari semesta romansa tersebut telah rilis. Film terbaru ini berjudul “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness”. Sama seperti judulnya, film ini berfokus pada cerita dari sosok Dinda yang diperankan oleh aktris Aurelie Moeremans.

Film terbaru “Story of Dinda” ini sendiri punya durasi yang cukup pendek yakni 1 jam saja. Film ini disutradarai oleh Ginanti Rona Tembang Asri dengan membawa sejumlah aktor ternama lain seperti Ardhito Pramono sebagai Kale dan juga Abimana Aryasatya yang berperan sebagai karakter baru bernama Pram. Nah, buat kamu yang belum nonton, kali ini Hipwee Hiburan akan mencoba menulis ulasan terkait film ini. Apakah film ini bagus atau jelek? Apakah layak untuk disaksikan? Daripada berlama-lama lagi, yuk langsung aja simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

ADVERTISEMENTS

Film “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness” berkisah tentang perspektif tokoh Dinda dalam film “Story of Kale: When Someone’s In Love”

Review Film

Film ini berkisah tentang kisah cinta Dinda / Credit: Bioskop Online

Kita akan mulai dari judul yakni “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness”. Dari judul saja kita sudah bisa menebak kalau film ini sepenuhnya bercerita tentang kehidupan cinta Dinda. Sebenarnya sebelum menonton film ini alangkah lebih baik kita menonton dulu dua film sebelumnya, “NKCTHI” dan juga “Story of Kale”. Namun, kalau kamu belum nonton dua film tersebut, sebenarnya nggak apa-apa langsung menonton film ini.

Ada alasan tersendiri kenapa kamu harus menonton dua film yang sudah disebutkan sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan plot dan sudut pandang dalam film ini. Secara singkat, film ini sebenarnya berkisah tentang perspektif Dinda terkait kisah cintanya dengan Kale dalam film sebelumnya. Jadi kita secara terpisah melihat alasan di balik keputusan Dinda untuk mengakhiri hubungannya dengan Kale.

Menariknya, plot ini cukup ditulis dengan rapi. Film ini sama menggunakan alur maju mundur yang sebenarnya sangat mudah untuk kita cerna. Sayang, film ini nggak menawarkan sesuatu hal yang baru. Ia masih berkisah tentang cinta dan masalah-masalah soal toxic relationship yang sebenarnya sudah tuntas di film pertama. Jadi menonton film ini seperti hanya melihat sisi lain dari cerita yang sama. Beruntung durasinya hanya satu jam jadi nggak terlalu membosankan untuk kita tonton. Sedikit kritik, seharusnya sutradara atau penulis film ini bisa menghadirkan konflik baru agar filmnya jauh lebih segar.

ADVERTISEMENTS

Kemunculan tokoh baru bernama “Pram” memberikan warna dan konteks pembangunan karakter Dinda sendiri. Singkatnya, tokoh ini nggak hanya muncul sebagai tokoh sampingan yang tak berkesan

Review Film

Kemunculan tokoh Pram sangat krusial / Credit: Bioskop Online

Meski ceritanya kurang kuat dan ada beberapa plot hole dalam ceritanya, kemunculan tokoh Pram yang diperankan oleh Abimana Aryasetya sangatlah menarik. Tokoh tersebut datang membawa sedikit angin segar dengan pembawaan, karakter dan kisah hidupnya yang 180 derajat berbeda dengan tokoh Dinda meski saling beririsan mengenai cinta.

Fakta bahwa karakter baru ini mengubah Dinda, memberikan warna dan keberanian pada tokoh Dinda yang sebenarnya labil dan penakut sangatlah baik. Kita jadi melihat transformasi sosok Dinda sampai-sampai ia berani untuk memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Kale. Lebih baiknya lagi, karakter Pram ini berkesan bagi penonton. Setidaknya, tokoh Pram ini bukan sekadar tokoh sampingan yang hanya ngelewat saja. Kemungkinan besar tokoh Pram bisa dieksplorasi lebih jauh untuk mengembangkan semesta “NKCTHI” di masa depan. Yup, bisa jadi kita akan melihat Story of Pram di masa depan. Kamu setuju nggak?~

ADVERTISEMENTS

Dua hal yang perlu kita apresiasi dari film ini adalah sinematograsi dan visualnya yang memukau serta akting Aurelie Moeremans dan Abimana Aryasatya yang sangat baik

Review Film

Akting Aurelie dan Abimana begitu memukau / Credit: Bioskop Online

Ada dua hal yang sebenarnya perlu kita apresiasi dari film “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness”. Pertama adalah masalah teknis visual yang sangat memukau. Secara sinematografi, film ini cukup rapi dan memberikan pemandangan yang nyaman untuk mata kita. Warna filmnya juga dibuat dan disesuaikan dengan mood adegan. Beragamnya latar dengan shoot-shoot still semakin membuat penonton bisa merasakan emosi yang mendalam.

Semua penggambarakan mood lewat gambar tentu nggak akan bisa berhasil tanpa kualitas akting dari Aurelie Moeremans dan juga Abimana Aryasatya. Kedua aktor ini sangat profesional bahkan aktingnya sangat-sangat bagus. Dialognya nggak terlalu cheesy meski kadang ada beberapa repetisi yang cukup menjengkelkan. Secara keseluruhan, akting Aurelie dan Abimana sangatlah bagus. Keduanya bisa bersatu dan saling bersahutan satu sama lain. Mengalir natural seperti mereka benar-benar punya hubungan tersebut di dunia nyata.

Akhir kata, film “Story of Dinda: Second Chance of Hapiness” mungkin menjadi film yang wajib ditonton oleh kalian penggemar semesta “NKTCHI”. Meski ceritanya nggak terlalu kuat dan konflik romansanya masih berputar di sana, setidaknya film ini memberikan visual yang indah dan kualitas akting para aktor yang nggak asal-asalan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam