Review Film Story of Kale: When Someone’s In Love. Gambaran Toxic Relationship yang Sempurna

Review film story of Kale: When Someone's In Love

8/10

Story of Kale: When Someone's In Love berhasil membawakan tema besar soal toxic relationship dengan alur yang unik namun tetap mudah dimengerti dan dicerna. Great work!~

Menjalani sebuah hubungan bukan perkara yang mudah. Di dalamnya selalu ada tantangan dan masalah yang melintang. Salah satu masalah yang cukup banyak melanda pasangan adalah toxic relationship. Dalam banyak kasus toxic relationship, korban kerap mencari pembenaran dari tindakan pasangan yang melakukan kekerasan. “Nggak papa, aku yakin dia pasti berubah ntar”, “Dia nggak sengaja kok”, sampai “Aku yang salah” kerap jadi pembenaran atas kelakuan toxic pasangan. Seakan masih berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja dan ke depannya pasangan yang toxic ini akan berubah baik dengan sendirinya.

Advertisement

Bahayanya toxic relationship menjadi tema utama dari film terbaru garapan Angga Sasongko. Film spin-off dari semesta “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (NKCTHI) berjudul Story of Kale: When Someone’s In Love ini membawa kembali cerita masa lalu Kale saat pertama kali berpacaran. Film ini dibintangi beberapa nama besar. Terutama bagi para karaker utama yang diperankan Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans. Film ini sudah bisa kamu saksikan di Bioskop Online Indonesia sejak Jumat, 23 Oktober 2020 kemarin. Harga menonton film ini juga murah kok. Kamu cukup membayar 10 ribu rupiah saja. Jadi nggak ada alasan buat nungguin/nonton versi bajakan, ya!!!

Film ini menggambarkan kisah cinta dengan alur maju mundur. Jeniusnya, Angga Sansoko bisa membuat film ini halus dan mudah dimengerti

Dinda mutusin Kale/Photo by Visinema Pictures

Story of Kale adalah film drama cinta yang terbilang sederhana. Film ini menceritakan kisah seorang perempuan bernama Dinda yang terjebak dalam sebuah hubungan toxic relationship. Dikisahkan Dinda sering mengalami berbagai kekerasan dari mulai manipulasi, kekerasan mental, sampai kekerasan fisik dari mantannya bernama Argo. Dinda yang sudah nggak tahan dengan hubungan tersebut akhirnya putus dan menjalani hubungan baru dengan Kale.

Meski terdengar sederhana, Angga Sasongko menggunakan metode cerita dengan alur maju-mundur yang acak. Biasanya metode ini cukup sulit dicerna penonton awam. Tapi kejeniusan Angga membuat setiap transisi dan perpindahan alur dalam film ini halus dan mudah dimengerti. Selain itu pergerakan dan penempatan kamera di setiap adegan membawa dialog sederhana semakin terasa kuat dan atmosfir emosi semakin meledak-ledak yang sangat dibutuhkan film drama cinta.

Advertisement

Film “Story of Kale: When Someone’s In Love” berhasil menggambarkan tema besar toxic relationship dan berbagai aspek lain yang nggak kalah penting

Kenapa sih, Din?/Photo by Visinema Pictures

Setelah menonton filmnya, kita bisa menyimpulkan bahwa film “Story of Kale: When Someone’s In Love” berhasil menyuguhkan gambaran soal toxic relationship. Makna-makna besar yang ingin disampaikan oleh film sangat mudah dimengerti. Akibatnya, emosi penonton dibuat naik-turun pada setiap adegan rasionalitas yang dipilih setiap karakter.

Gambaran dan bentuk toxic relationship yang terlihat dalam film ini antara lain gaslighting, kekerasan fisik, membentak, memukul dan mempermainkan mental agar korban terus merasa ‘bersalah’ dan ‘simpatik’. Film ini ingin menyampaikan pada penonton bahwa hubungan yang toxic bisa terjadi pada siapa dengan cara yang beragam.

Hal tersebut digambarkan lewat karakter Dinda yang berhadapan dengan karakter Argo yang emosional dan Kale yang lebih halus. Meski ada perbedaan sifat, kedua laki-laki tersebut tetap membawa hubungan yang nggak sehat bagi karakter Dinda. Selain makna major soal toxic relationship, film ini juga menyinggung soal kehidupan kreatif para musisi sampai ide-ide feminisme dan pentingnya kesehatan mental bagi seseorang.

Advertisement

Story of Kale adalah bukti kolaborasi apik antara Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans baik dari segi akting maupun dari segi musikalitas

Dinda dan Kale/Photo by Visinema Pictures

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya,  film ini sangat sederhana. Film berdurasi 1 jam 17 menit ini kebanyakan memperlihatkan adu peran antara Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans. Keduanya berakting penuh dengan keyakinan akan karakternya masing-masing.

Setiap gestur, dialog dan ekspresi dari kedua orang tersebut dieksekusi dengan sempurna dan membuat penonton terpesona. Dari awal film kita sudah bisa melihat kalau Ardhito maupun Aurelie begitu klik dan nggak terasa ada kecanggungan satu sama lain. Bahkan keduanya berani melakukan adegan romantis yang membuat kebanyakan penonton baper sekaligus patah hati. Nggak hanya dalam akting, Aurelie dan Ardhito juga berkolaborasi sangat baik dalam penulisan soundtrack film” Story of Kale: When Someone’s In Love” ini.

Film ini juga menjadi bukti keseriusan seorang Ardhito untuk terjun ke dunia perfilman Indonesia. Seperti kita tahu, Ardhito baru saja melakukan debutnya pada film “NKTCHI”. Karakter Kale sendiri telah merasuk pada sosok Ardhito dan banyak para penggemarnya yang ingin melihat kembali sang musisi bermain film. Ya semoga saja Story of Kale ini jadi titik awal berkembangnya karir Ardhito di dunia perfilman.

Kekuatan besar dalam film ini adalah lagu-lagu yang mengiringinya. Soundtrack film membuat “Story of Kale” berada satu tingkat di atas film drama cinta biasanya

Diam-diam Dinda juga tersiksan/Photo by Visinema Pictures

Jika kamu bertanya, apa yang paling mengesankan dan kekuatan terbesar dari film ini, maka jawabannya adalah soundtrack dan musik-musiknya. Bahkan saat diwawancara oleh Hipwee, Aurelie Moeremans mengatakan kalau salah satu alasan ia mengambil peran dalam film ini karena musiknya.

Meski bukan hal yang spesial dan banyak dipraktikan dalam film lain, lagu-lagu yang dibawakan Ardhito dalam film ini sangat membawa film ini ke level yang lebih jauh. Dengan adanya tema musik beserta musik yang mengiringinya, “Story of Kale: When Someone’s In Love” bukan sekedar film drama roman biasa.

Beruntungnya, Visinema telah merilis seluruh soundtrack film ini berbarengan dengan perilisan filmnya Jumat kemarin. Lagu-lagu yang dirilis tersebut termasuk lagu featuring antara Ardhito dan Aurelie Moeremans. Wih keren banget kan?

Akhir kata, buat kamu yang ingin menonton film ini, kamu bisa langsung klik di link ini. Yuk dukung terus industri perfilman Indonesia dengan menonton film originalnya!~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE