Interview Aurelie Moeremans: Dari Mulai Pengalaman Toxic Relationship Sampai Karir Film dan Musik

Interview Aurelie Moeremans

Ada kabar baik nih buat kamu para penggemar film”Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”. Film spin-off berjudul “The Story of Kale: When Someone’s In Love” sudah tayang mulai Jumat, 23 Oktober 2020, kemarin. Film besutan Angga Sasongko tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris ternama. Salah duanya adalah penyanyi terkenal Ardhito Pramono dan Aurelia Moeremans.

Advertisement

Film tersebut sangat menarik karena mengusung tema besar mengenai toxic relationship. Seperti kita semua tahu aktris Aurelia Moeremans yang bermain dalam film tersebut juga memiliki pengalaman terjebak dalam toxic relationship. Lantas, apa sebenarnya motivasi Aurelie bersedia membintangi film tersebut dan apa sebenarnya toxic relationship di mata Aurelie? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Hipwee Showbiz berkesempatan untuk mewawancarai Aurelie secara eksklusif.

Berawal dari penggemar NKTCHI, Aurelie bahagia bisa bermain peran sebagai Dinda dalam film Film “Story of Kale: When Someone’s In Love”

Aurelie adalah aktris yang telah membintangi belasan film. Ia telah menekuni dunia akting sejak berusia 14 tahun. Ia juga termasuk seseorang yang senang menonton film-film Indonesia. Dari pengakuannya, saat film NKTCHI dirilis, ia langsung menyukai film dan menjadi penggemar. Nggak disangka-sangka, ia mendapat kesempatan untuk bermain di film spin-off NKTCHI berjudul “Story of Kale: When Someone’s In Love” langsung dari sang sutradara, Angga Sasongko.

Dalam proses produksi film, Aurelie mengaku merasa senang dan nggak terbebani. Hal ini berkaitan dengan persamaan pengalaman karakter yang ia perankan dengan kehidupan pribadinya yang pernah berpengalaman dalam toxic relationship. Ia juga mengatakan bahwa film terbarunya ini terasa berbeda karena memiliki nuansa musik yang kuat.

Advertisement

“Banyak motivasi aku untuk tetep on the track saat ngerjain film ini. Antara lain adalah karakter Dinda yang sama kayak aku. Udah itu film ini juga punya unsur-unsur musik yang membedakannya dari film-film aku sebelumnya. Ditambah aku tahu kalau film ini adalah film spin-off karakter Kale di film NTCHI,” ujar Aurelie.

Mengingat Aurelie adalah salah satu tokoh utama, film terbaru ini memasangkan Aurelie dan Ardhito Pramono dalam satu set yang cukup banyak. Saat ditanya soal bagaimana cara ia menyatukan visi dan chemistry dengan lawan mainnya, Aurelie mengatakan bahwa ia mendapatkan banyak bantuan dari Ardhito.

Advertisement

“Sebenarnya, kita nggak memiliki banyak waktu untuk menyatukan chemistry karena deadline film. Tapi semua itu fine-fine aja sih. Dan sebenarnya aku kebantu dengan adanya Ardhito. Dia kan orangnya fun, nyambung sama aku. Kita juga dengan musik yang sama. Jadi langsung nyaman sih,” kata Aurelie sambil tertawa.

Selain berkolaborasi dalam film, Aurelie juga akan merilis sebuah lagu bersama Ardhito Pramono. Lagu tersebut rencananya akan dirilis bersamaan dengan perilisan film “Story of Kale: When Someone’s In Love”

Pengalaman Aurelie terjebak dan cara keluar dari toxic relationship ala Aurelie

Menurut pengakuan Aurelie, salah satu hal yang membuat film terbarunya sangat berkesan adalah tema besarnya yang mengangkat soal toxic relationship. Menurutnya karakter Dinda yang ia mainkan memiliki pengalaman serupa dengan kehidupan pribadinya. Saat ditanya soal toxic relationship, Aurelie menjalaskan bahwa toxic relationship adalah kondisi dimana seseorang mewajarkan sesuatu yang nggak wajar.

“Toxic relationship ini tuh sebenarnya banyak bentuknya. Muncul dari berbagai bentuk. Ada yang kekerasan fisik, kekerasan mental dengan level yang beda-beda. Ada yang belum terlalu parah tapi ada juga yang parah banget. Jadi sebenarnya film ini membahas semua soal toxic relationship. Ceritanya di film ini karakter Dinda punya mantan pacar bernama Argo. Orang ini toxic tapi Dinda nggak sadar kalau mantannya toxic. Jadi gitu dia mewajarkan sesuatu yang sebenarnya nggak wajar,” ucap Aurelie

Selain membahas soal toxic relationship, Aurelie juga membagikan pengalaman serta caranya keluar dari fase tersebut. Menurutnya seseorang yang terjebak dalam sebuah toxic relationship harus berani bercerita pada orang terdekat. Aurelie berhasil keluar dari hubungan tersebut berkat memiliki teman curhat.

“Kalau sarannya sih harus coba dibenerin kalau memang bisa dibenerin. Tapi kalau udah toxic banget harus pergi tinggali. Sebenarnya hal penting itu harus ada temen yang bisa diajak cerita. Dulu aku nggak punya temen yang bisa diajak cerita. Aku nggak berani cerita ke orang. Saat aku mulai berani cerita, aku bisa bebas dari toxic relationship,” kata Aurelie bercerita.

“Aku pernah punya pengalaman sampai kena kekerasan fisik. Awalnya sin nggak ada. Awalnya cuman cemburu, lama-lama posesif, terus mental aku kena hajar. Bahkan masalah keuangan juga kena. Puncaknya dipukul dan diludahin. Sebenarnya aku oon sih nggak keluar dari sana. Tapi aku nggak pernah nyesel. Karena fase tersebut yang bikin aku bisa jadi Aurelie yang sekarang,” pungkasnya.

Perjalanan karir dan rencana selanjutnya seorang Aurelie Moeremans

Sebelum terjun ke dunia akting, Aurelie sebenarnya sudah hampir berkecimpung di dunia musik. Dari ceritanya ia sempat akan dibuatkan album oleh Anang Hermansyah. Saat itu ia ingin menyanyi karena ia belum lancar berbahasa Indonesia. Sayangnya rencana tersebut urung dan membuat Aurelie sakit hati.

 Tahun 2009 aku tuh mau dibikinin album sama mas Anang. Tapi waktu itu mas Anang ada masalah dengan produsernya dan pisah. Akhirnya nggak jadi. Padahal dulu aku pengin nyanyi karena belum lancar bahasa Indonesia. Dari situ aku langsung kaya sakit hati gitu. Yaudah dari situ aku fokus aja ikut syuting,” tuturnya.

Oiya, Aurelie adalah sosok yang lahir dan besar di Belgia. Namun ia besar di Indonesia. Ia mulai meniti karir sebagai aktor, musisi dan industri hiburan semenjak usia 14 tahun. Saat ditanya soal kesannya berkarir di Indonesia, ia mengatakan bahwa perjalanannya cukup menyenangkan. Mantan kekasih Ello ini juga mengatakan kalau ia nggak memiliki goals pasti untuk karirnya namun nggak pernah merasa puas dan ingin terus berkembang.

“Aku memang lahir dan besar di Belgia. Tapi sebenarnya aku tumbuh dewasa di Indonesia. Aku pindah ke sini saat umur 14 tahun dan langsung ikut-ikut syuting. Jadi aku nggak punya karir sebelumnya. Tapi perjalanan karir aku cukup menyenangkan” cerita Aurelie sambil tertawa

“Sebenarnya aku nggak punya goals. Dulu aku punya goals untuk nggak bisa ikut casting kalau mau ikut main film. Dulu kan aku harus casting panas-panasan dan nunggu berjam-jam untuk casting. Sekarang udan nggak casting lagi karena orang udah tahu aku. Ya meski sekarang nggak ada goals pasti, aku nggak pernah puas dan pengen lebih terus kalau soal karir,” lanjut Aurelie

Kini Aurelie telah dikenal sebagai artis multitalenta. Ia memiliki beberapa proyek di masa depan. Salah satunya adalah film besar yang diundur dan mendapat penundaan akibat pandemi Covid-19. Selain itu nggak memiliki rencana di dunia musik. Ia belum menemukan kembali feel untuk kembali ke dunia musik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE