Review Film Penyalin Cahaya: Cukup Mengesankan dan Sedikit Edukatif

Penyalin Cahaya punya alur yang mengalir dengan dukungan visual keren

7.5/10

Film "Penyalin Cahaya" memiliki alur cerita yang sangat mengalir dengan visual yang bisa memanjakan mata para penonton. Kualitas akting para pemeran nggak bisa kita ragukan lagi. Film ini juga sangat edukatif dalam mengenalkan persoalan pelecehan. Sayang, kita nggak bisa melepaskan film ini dari kasus salah satu penulis skenarionya yang merupakan pelaku.

Ada banyak sekali film Indonesia rilisan tahun 2021 yang mendapat sorotan dari para penggemar film Tanah Air. Beberapa judul seperti “Yuni” dan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” sampai mendapatkan penghargaan cukup besar di ajang festival-festival dunia. Selain film-film di atas, ada juga film Indonesia rilisan tahun 2021 bertajuk “Penyalin Cahaya” yang menjadi perhatian penonton pada tahun lalu.

Advertisement

Kendati begitu, sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya para penggemar film baru bisa menyaksikan film “Penyalin Cahaya” pada awal tahun 2022 ini. Film garapan Wregas Bhanuteja ini dirilis oleh kanal streaming Netflix dan sempat menjadi hit dan perbincangan media sosial. Bukan soal penilaian secara kesenian, ternyata ada cukup banyak kontroversi yang melingkupi film “Penyalin Cahaya” ini.

Film “Penyalin Cahaya” memiliki alur cerita yang begitu mengalir dan didukung dengan kualitas akting dan visual yang memanjakan

Ceritanya yang mengalir/Credit: Netflix Photocopier

“Penyalin Cahaya” merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2021. Film garapan Wregas Bhanuteja ini baru dibintangi oleh sejumlah aktris baru seperti Chicco Kurniawan, Jerome Kurnia, Shenina Cinnamon dan masih banyak lagi. Secara berani, film “Penyalin Cahaya” bercerita tentang seorang mahasiswi yang menjadi korban pelecehan. Film ini punya tema yang cukup berat meski dibawakan dengan sangat indah dan menarik.

Meski “Penyalin Cahaya” mengangkat cerita kekerasan seksual yang tergolong berat, entah kenapa “Penyalin Cahaya” bisa menyampaikannya dengan sangat indah sekaligus mengalir. Dari segi penceritaan, film ini ditulis dengan begitu rapi. Konflik yang dibangun begitu on point dan meledak di akhir. Singkatnya, film ini terasa begitu mengalir tanpa hambatan. Hal ini juga nggak bisa kita lepaskan dari bagaimana sisi visual film ini membuat nyaman penonton. Belum lagi, akting-akting sejumlah pemeran dalam film ini begitu brilian dan sempurna.

Advertisement

Film ini dengan sangat ringan mampu mengedukasi para penonton pada kasus-kasus pelecehan dan apa yang dirasakan oleh korban

Edukatif/Credit: Netflix Photocopier

Salah satu hal yang membuat “Penyalin Cahaya” cukup layak untuk disaksikan adalah sisi edukatif yang ia berikan. Meski masih terjebak dalam perspekif laki-laki, “Penyalin Cahaya” secara nggak langsung mampu membangun sebuah awareness perihal kekerasan. Menariknya, film ini nggak mencoba untuk menggurui penonton sebagaimana film “Bombshell” tahun 2019 yang dengan sangat gamblang mengkritik hal tersebut.

Dibawakan dengan cerita dan metafora legenda Medusa, film ini rasanya begitu ringan. Kekerasan yang diperlihatkan juga nggak fokus pada kasus-kasus berat. Mengambil foto orang tanpa izin saja sudah merupakan kekerasan yang bisa membuat seseorang trauma. Nggak sampai disitu, “Penyalin Cahaya” juga ingin mengatakan kalau kekerasan bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan pada seorang laki-laki sekalipun. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran tokoh Tariq yang memang menjadi korban kekerasan dari pelaku.

Film “Penyalin Cahaya” nggak bisa dilepaskan dari kasus salah satu penulisnya yang merupakan pelaku kekerasan seksual

Kasus kekerasan/Credit: Netflix Photocopier

Advertisement

Tentu saja film yang bagus nggak bisa dilepaskan dari orang yang berada di belakangnya. Sangat disayangkan, film “Penyalin Cahaya” memang mengundang kontroversi yang cukup banyak. Salah satunya adalah kekerasan yang dilakukan oleh salah satu penulis skenario film ini. Tentu saja, film ini nggak bisa kita lepaskan dari kasus tersebut.

Penonton juga rasanya sudah bisa menilai bagaimana film ini yang sesungguhnya. Apakah film ini memang berkaitan dengan sang penulis atau tidak. Apakah upaya studio yang menutupi nama pelaku kekerasan tersebut merupakan tindakan yang baik? Singkatnya, semua fakta telah dibeberkan dan penonton berhak untuk memberikan pandangan dari segala sisi mengenai film “Penyalin Cahaya”

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

CLOSE