Dari Pace Sampai Mbak Bercadar, Supir Ojol Ini Telah Buktikan Mereka Nggak Kayak yang Orang Pikirkan

salah menilai orang

Sadar nggak sih kalau kita sering kelewatan menilai orang hanya dari penampilannya saja. Kita sering melabeli orang yang bahkan nggak kita kenal; menganggap cewek diskotik bukan orang baik, orang Timur itu jahat, sampai cewek bercadar itu bahaya. Kita sering kali tidak adil sejak dari dalam pikiran.

Advertisement

Belum lama ini ada pelajaran penting yang bisa dipetik dari pengalaman seorang supir ojol. Lewat utasnya, akun @ryan_nus membagikan pengalamannya pengalaman ngojeknya yang penting untuk dijadikan pelajaran bersama. Apakah itu? Yuk, simak!

Seorang supir ojol menyadari bahwa ia telah banyak salah dalam menilai orang. Beberapa orang ternyata nggak seperti yang dikatakan masyarakat

Lewat utasnya, @ryan_nus yang merupakan supir ojol membagikan pengalaman hidupnya. Selama 3,5 tahun ngojek ia menyadari bahwa ada yang keliru dari persepsi masyarakat terhadap segelintir orang. Sebagai contoh ia telah membuktikan sendiri.

Advertisement

Ia menemukan bahwa cewek diskotik yang diantarkannya ternyata dermawan. Berada di lingkungan yang dianggap nakal ternyata nggak membuatnya lupa untuk menyumbang ke pembangunan masjid. Pun halnya dengan cowok diskotik, meski ia bekerja di tempat yang dianggap maksiat, namun ia masih tetap menjalankan salat.

Yang paling membuka mata ialah saat ia menceritakan pengalaman mengantarkan orang Timur. Ternyata mereka nggak seram tapi lucu

Ternyata baik kok via mobile.twitter.com

Konflik di Indonesia Timur sedang berlangsung hingga kini. Sadar atau nggak label “tukang rusuh” yang sebelum kejadian ini disalahalamatkan kepada mereka kian tebal. Nah pengalaman Ryan telah membuktikan sendiri bahwa stereotip itu nggak benar. Alih-alih jahat atau kasar, Ryan justru menemukan bahwa penumpangnya itu lucu dan baik hati.

Pengalaman Ryan ini membuktikan bahwa banyak orang salah menilai. Nggak semua orang Timur itu jahat, kasar, tukang rusuh, dan label ngawur lainnya.

Advertisement

Pengalaman supir ojol ini mestinya menyadarkan ati kita. Berhenti menilai orang dari luarnya, berhenti menilai sebelum mengenalnya lebih dekat

Berhenti menilai orang dari luarnya saja via revivenations.org

Selain cewek diskotik dan orang Timur, masih banyak lagi golongan orang yang Ryan nilai. Satu contoh lain cewek bercadar. Awalnya Ryan merasa aneh karena ia duduknya sangat berjarak, namun akhirnya Ryan menyadari bahwa mbak bercadar itu ternyata ramah, peduli dan perhatian.

Jangan lihat siapa yang membagikan kisahnya, tapi seberapa penting apa yang disampaikan. Meski Ryan seorang supir ojek, namun kisahnya telah menjernihkan. Banyak stereotip yang ngawur tentang suatu golongan. Berhentilah menilai orang dari luarnya. Berhenti menilai orang sebelum mengenalnya lebi dekat.

Seperti kata kutipan buku Bumi Manusia, “seorang terpelajar itu harus adil sejak dalam pikiran”.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE