Sederet Alasan Kenapa Konsep Dapur Outdoor Belum Familier di Indonesia. Banyakan Seremnya~

Konsep dapur outdoor

Baru-baru ini topik tentang konsep dapur terbuka sedang menjadi perbincangan viral di media sosial. Banyak yang menginginkan konsep dapur terbuka karena bisa menyatu dengan alam dan cenderung lebih adem saat memasak. Sebagian lagi menganggap bahwa konsep dapur seperti ini kurang cocok diterapkan karena Indonesia memiliki iklim tropis yang panas dan hujannya bisa berlangsung dalam waktu yang lama.

Advertisement

Pasalnya, dapur merupakan tempat yang cukup penting pada sebuah rumah karena merupakan tempat untuk menyimpan beragam bahan makanan. Jadi, area ini memang benar-benar harus dipersiapkan. Kira-kira apa aja yang menjadi alasan dapur terbuka belum sepopuler di luar negeri? Yuk cek ulasan Hipwee Hiburan berikut~

1. Dapur terbuka bisa menjadi tempat atau sarang bagi para serangga dan berpotensi dikunjungi hewan melata lainnya. Bukannya estetik malah kesannya jorok

Rawan serangga | Credit via @saripatilele on Twitter

Iklim negara Indonesia yang tropis dan banyak pemukiman di sekitar aliran sungai atau rawa, membuat banyak hewan air yang kerap mampir ke area rumah. Mulai dari ular, biawak, kodok, hingga deretan serangga seperti tikus dan kecoa siap menghantui hunianmu kalau diberi akses yang mudah. Apalagi jika rumah dalam kondisi yang lembap dan kurang cahaya matahari, hewan tersebut pun siap sedia memenuhi area rumahmu.

Bayangkan jika kamu memiliki dapur dengan konsep di luar ruangan. Dapur terbuka cukup berisiko karena bisa menjadi lembap ketika hujan dan bisa menjadi sarang serangga dan hewan melata. Selain risiko hewan berbahaya, peralatan dapurmu kemungkinan juga bisa dihinggapi oleh serangga seperti lalat dan kecoa. Niatnya mau estetik dan masak dengan adem, malah jadi nggak higienis 🙁

Advertisement

2. Nggak bisa dimungkiri hal-hal berbau mistis masih dipercaya di Indonesia. Nah, kalau punya dapur yang terbuka apa nggak takut kalau mau bikin mie instan tengah malam?

Photo by Cory Bjork on Unsplash

Banyak yang ingin memiliki dapur di luar ruangan karena untuk mengurangi hawa panas saat memasak sekaligus bisa menyatu dengan alam. Tapi, dapur dengan konsep terbuka ini rasanya kurang cocok bagi orang-orang yang sering lapar tengah malam dan penakut. Kayaknya kaum-kaum penakut ini bakal memilih menahan lapar daripada harus berjibaku memasak di tengah-tengah suasana yang hening di luar rumah. Apalagi suasana yang sepi kadang membuat kita merasa sedang ada ‘memperhatikan’.

Selain itu, kalau kamu harus memasak malam hari, kamu juga rentan terpapar angin malam yang kurang baik untuk kesehatan. Alih-alih kenyang, kamu justru masuk angin. Kalau sudah begini, masak mie instan tengah malam jadi nggak menyenangkan lagi.

3. Indonesia punya iklim tropis yang panas dan hujannya bisa berlangsung sepanjang tahun. Repot juga kalau tiap hujan dapurnya jadi becek

Advertisement

Image by toddpharistx from Pixabay

Selain rentan ‘dikunjungi’ oleh serangga dan hewan melata, konsep dapur terbuka ini juga rawan lembap akibat tampias air hujan. Beberapa daerah di Indonesia memiliki intensitas hujan yang tinggi. Bahkan, terkadang disertai angin kencang, sehingga bisa berdampak pada dapur terbuka. Bayangkan kalau kamu perlu memasak ketika cuaca sedang hujan deras disertai angin kencang dan petir. Seram juga, kan?

Apalagi musim hujan di Indonesia biasanya berlangsung selama enam bulan. Bayangin kalau kamu harus membersihkan dapurmu secara intens selama musim hujan. Tentu akan menguras tenaga banget, bund. Kalau kamu tetap ingin mengadposi konsep dapur terbuka, siasati area tersebut supaya nggak tampias saat hujan, ya!

4. Selain takut bikin dapur jadi lembap dan berdebu, konsep dapur terbuka ini bisa jadi sasaran orang yang nggak bertanggung jawab. Contohnya, gas elpiji atau kompor diambil orang lain karena diletakkan di luar~

Peralatan dapur | Credit via Rumah123.com

Kunjungan serangga dan tampias air hujan masih belum seberapa daripada kunjungan ‘tamu’ yang nggak diinginkan alias maling. Kalau kamu menggunakan konsep dapur terbuka, otomatis semua peralatan memasakmu akan diletakkan di luar. Kompor dan gas elpiji bisa menjadi objek sasaran para orang yang nggak bertanggung jawab juga lo. Selain itu, saat bepergian ke luar rumah pun kita jadi was-was :”)

5. Dapur dengan konsep terbuka memerlukan biaya perawatan yang tinggi. Bayangin aja setiap hari peralatan dapurmu berdebu~

Photo by form PxHere

Dapur terbuka di luar ruangan akan membuat peralatan memasakmu lebih cepat berdebu dan rentan terkontaminasi. Makanya, penerapan konsep dapur terbuka ini membutuhkan biaya perawatan yang tinggi untuk menjaga barang-barang dan area dapur tetap bersih dan higienis. Kalau nggak dipersiapkan secara matang, alih-alih memasak dengan suasana alam, kamu justru bakal capek tenaga untuk membersihkan dapur dan keluar uang lebih banyak untuk perawatan alat masak.

Konsep dapur terbuka ini memang menarik, ya. Tapi banyak hal yang harus dipertimbangkan supaya hunianmu tetap aman dan bersih. Nggak semua apa yang terlihat keren di luar negeri itu berarti keren juga di Indonesia. Seperti misalnya yang sudah diulas dalam tulisan tren kamar tidur terbuka ini.  Jangan sampai niatnya mau masak dengan udara segar, tapi barang-barangmu rusak dan berantakan semua.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE