Mendekati hari raya Idul Fitri, kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Hendrik Ceper yang sudah sekitar 10 hari koma di RS Singaparna Medika Citra Utama, Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia. Hendrik – komedian bertubuh mungil ini telah dipanggil Sang Pencipta pada Minggu (3/7/2016) pukul 2 WIB  dini hari.

Sebelumnya, komedian yang sudah jarang terlihat wara-wiri mengisi program televisi ini memang kembali ke kampung halamannya. Dunia hiburan yang tak menjanjikan kesejahteraan selamanya ini membuatnya terpaksa beralih profesi. Seperti apa kisah hidupnya sehari-hari? Simak yuk sisi lain Hendrik Ceper yang bisa kamu ambil sebagai pelajaran berharga.

 

Mengawali karir sebagai komedian, Hendrik Ceper juga terlibat dalam sinetron dan FTV.

nggak cuma sitkom, tapi sinetron dan ftv juga via www.storibriti.com

Karir Hendrik mulai cemerlang sejak membintangi program televisi Tawa Sutra pada 2006. Setelahnya Hendrik kebanjiran tawaran job dan bukan lagi sekadar acara lawak aja. Tapi job seperti sinetron dan film televisi (ftv) pun dilakoninya.

Advertisement

 

Seperti kebanyakan pria pada umumnya, Hendrik juga hobi memelihara burung.

gemar pelihara burung via showbiz.liputan6.com

“Dulu ada banyak, tapi sekarang tinggal tiga. Burung kenari semua,” ujar Hendrik,

seperti dikutip dari rappler.com

Pada Mei 2015 lalu, Hendrik mengungkap salah satu kegemarannya memelihara burung kenari. Hal itu terucap saat dia menjadi bintang tamu pada acara Bukan Empat Mata – program talk show televisi swasta. Dia pun tak sungkan mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan hewan favoritnya itu sebesar Rp500.000 setiap bulannya.

 

Saat dirinya sepi job, Hendrik memutuskan pulang ke kampung halaman dan kerja di pabrik tekstil.

banting setir jadi buruh pabrik via www.tabloidbintang.com

“Kang Hendrik sudah tiga bulan kerja di pabrik tekstil di Kabupaten Bekasi. Shooting kalau jadi tamu undangan saja,” kata Nur,

seperti dikutip dari rappler.com

Sang Istri – Nur Zalillah menyakini bahwa memburuknya kesehatan Hendrik juga disebabkan kondisi psikisnya. Sudah beberapa bulan ini tawaran job kepada sang suami jarang menghampiri. Oleh karena itu, Hendrik memilih kembali ke kampung halaman dan bekerja di pabrik teksil.

 

Rumah tangganya pernah dikabarkan retak karena KDRT yang dilakukan sang istri. Tapi ia kembali bersama hingga Hendrik wafat.

setia mendampingi hingga wafat via hot.detik.com

Kecemburuan yang melanda Nur sempat menyebabkan rumah tangga yang telah dibina dari 2009 ini retak. Hendrik memilih pisah ranjang karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan sang istri. Nur – saat itu cemburu dengan lawan main Hendrik dalam program sitkom Superhero Kocak.

Hendrik bercerita kalau Nur sering marah, memukulinya dengan kemoceng, dan menggigit tanggannya. Nur pun tak segan membanting perabotan rumah tangga. Meski begitu, keduanya pun bersatu lagi dan menghasilkan seorang anak hingga Hendrik wafat.

 

Komplikasi jantung dan kerusakan ginjal akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan instan telah merenggut nyawanya. 

sempat membaik, namun menurun dan meninggal pada Minggu (2/7/2016) via www.bintang.com

Kesehatan Hendrik menurun sejak Rabu (20/6/2016) lalu. Ketika itu Hendrik yang baru kembali dari Jakarta ke Tasikmalaya, Jawa Barat, mengeluh kepada Nur kalau dadanya sakit. Menurut Nur penyakit jantung memang sudah lama diderita Hendrik, namun tak terlalu parah.

Kondisi Hendrik sebenarnya sempat membaik pada Sabtu (2/7/2016) lalu, tapi saat pukul 00.00 (3/7/2016) ia mengalami kritis lagi. Dokter pun mengabarkan 2 jam kemudian bahwa Hendrik dinyatakan meninggal. Tak hanya jantung, kerusakan fungsi ginjal pun menjadi penyebab buruknya kondisi Hendrik. Hal ini menurut Dokter tak lain karena ia sering mengonsumsi makanan instan.

 

Di usia 37 tahun, Hendrik meninggalkan seorang istri dan anak.

semoga kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan via hot.detik.com

Komedian kelahiran 1979 ini meninggalkan seorang istri dan anak. Kegigihannya dalam bertanggungjawab menafkahi keluarga tak gentar dia lakukan, hingga menggeluti profesi sebagai pekerja di pabrik tekstil yang berbeda dengan pekerjaannya sebagai komedian.

Lawakannya mungkin ada yang kurang berkenan di hati, namun tak ada salahnya memaafkan dan mendoakan Hendrik Ceper. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan kerabatnya ditabahkan. Selamat tinggal Hendrik Ceper, kisah hidupmu semoga selalu menginspirasi.