4 Keunggulan Bertanya pada Orang daripada Google. Meski Kadang Jawabannya Keliru juga

Tanya pada orang

Teknologi memudahkan manusia, contoh paling dekatnya adalah kehadiran fitur Google yang canggih. Segala hal bisa dicari di Google. Caranya pun semakin lama semakin mudah, dari yang tadinya kamu harus ngetik terlebih dahulu, kini bisa langsung tanya dengan menggunakan fitur Google Voice.

Advertisement

Kebiasaan orang pun akhirnya berubah. Orang perlahan jadi lebih sering bertanya pada Google ketimbang orang lain. Namun hal tersebut nggak berlaku pada penulis yang cenderung lebih nyaman bertanya pada orang. Meski nggak selalu mendapat jawaban, bertanya pada orang lebih meninggalkan kesan. Inilah empat keunggulan bertanya pada orang dibandingkan pada Google.

1. Bertanya pada orang lain lebih menyenangkan karena adanya interaksi. Inilah yang nggak bisa digantikan oleh teknologi

Enakan tanya sama orang. | credit: Mimi Thian via unsplash.com

Google mungkin bisa menjawab semua pertanyaan, tapi nggak bisa menggantikan interaksi manusia. Sebab manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi antarsesamanya agar hidup jadi lebih hidup. Bertanya pada orang lain meninggalkan kesan tersendiri pada diri. Kesan yang susah dijelaskan oleh kata-kata, hanya bisa dirasakan.

Advertisement

2. Penjelasan yang didapat dari manusia kadang lebih subtil dari Google. Ini yang nggak tergantikan sih

Lebih jelas tanya orang yang tahu. | credit: Jessica Da Rosa via unsplash.com

Google memang menyediakan jawaban dari semua pertanyaan, tapi kadang kala kita jadi bingung sendiri. Pertama, karena sumbernya terlalu banyak. Mau nggak mau kita harus menyimpulkan sendiri dari beberapa jawaban yang muncul. Kedua, karena penjelasannya terlalu tekstual. Otak butuh memproses lagi teks-teks itu menjadi sebuah konsep yang mudah dipahami.

Beda cerita kalau nanya sama manusia. Jawaban yang didapatkan bisa lebih subtil dan komprehensif daripada Google. Kalau masih nggak paham bisa minta jelaskan lagi sampai paham.

Advertisement

3. Nggak perlu modal kuota untuk bisa paham dan tahu sesuatu. Cukup bermodalkan sopan santun aja kamu sudah bisa dapat pengetahuan

Nggak perlu kuota. | credit: detik.com via inet.detik.com

Sering banget kejadian kuota habis di waktu nggak tepat. Orang yang terbiasa bertanya pada Google akan kesulitan menghadapi situasi ini, terlebih mereka yang mageran. Mereka harus mengerahkan diri untuk pergi ke counter. Beranjak dari posisi nyaman itu nggak semudah kelihatannya.

Kesulitan lainnya juga datang kalau kamu sedang bokek. Mau nggak mau harus nyari gratisan Wi-Fi. Ya, mesti bergerak lagi. Enakan nanya orang langsung. Modalnya cuma sopan santun.

4. Bertanya pada orang menjauhkan kita dari perilaku menyendiri dan mencegah kita dari kesepian

Rentan hilang teman. | credit: Anthony Tran via unsplash.com

Sadar nggak sih kamu, keseringan bertanya pada Google pelan-pelan akan menjauhkan kita dari orang lain? Pertanyaan-pertanyaan yang tadinya kita tanya ke orang sekarang dialamatkan ke Google. Seperti halnya budaya bertanya jalan yang tergantikan Google Maps. Bisa jadi di masa depan nanti manusia nggak terbiasa lagi ngobrol dengan sesamanya. Mereka butuh layar sebagai perantara. Kalau benar begitu, hidup bakalan terasa sepi. Orang-orang rentan merasa kesepian.

Itulah empat keunggulan bertanya pada manusia. Google memang menyediakan semua jawaban, tapi tetap nggak bisa mengalahkan manusia.

Ukurannya bukan lagi akurasi jawaban, melainkan interaksi sosialnya. Jadi nggak usah heran kalau masih ada orang-orang yang suka nanya, padahal HP-nya udah canggih. Dia bukan gaptek, dia hanya butuh teman ngobrol.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE