“Kuterima kalah, memang harus mengalah
Daripada aku kau siksa
Tak pernah kurasa lembut belaian mesra
hanyalah siksaan yang kau berikan (…)

Lagu bertajuk Terima Kalah yang dinyanyikan oleh Rita Sugiarto ini sedang ramai dibicarakan di dunia maya. Sebuah akun gosip @noona_bigos mengunggah video (sayangnya video tersebut tidak bisa ditampilkan di laman ini karena bersifat privat) seorang anak perempuan kecil bernama Tasya Rosmala, sedang menyanyikan lagu tersebut. Tentu hal ini menuai banyak kontra, lantaran isi lagunya sangat dewasa, salah satu baris kelanjutan lirik di atas adalah “Kau pukuli aku dengan perasaan, kau bercumbu mesra bersama madu cinta…”. Sangat dewasa bukan liriknya?

Anak-anak tentu tidak bisa disamakan dengan orang dewasa dalam segala hal. Ada ragam batasan yang perlu dipahami sebelum menginjak usia tertentu, katakanlah 17 tahun ke atas. Proses pendewasaan diri sebelum waktunya akan membawa dampak yang besar bagi kehidupan anak tersebut. Bagaimana pendapat kamu?

Gadis kecil ini bernama Tasya, di usianya yang masih anak-anak, ia sudah mahir menyanyikan lagu dewasa dengan dandanan yang juga ‘dewasa’

Tunggu album terbaru dari saya

A video posted by 🍒TASYA ROSMALA🍒 (@tasya_ratu_gopo) on

Tak hanya menyanyikan lagu dewasa, penampilan Tasya juga sangat dewasa, jauh melebihi usianya. Meski begitu, memang harus kita akui bahwa suaranya sangat merdu. Agaknya Tasya menuruni bakat tersebut dari sang ibu, Eva Rosmala, yang juga seorang penyanyi dangdut. Sayangnya bakat  yang luar biasa ini menjadi terlihat kurang pantas ketika lagu yang dinyanyikan Tasya ternyata adalah lagu-lagu bertema terlalu dewasa, belum lagi penampilannya.

Mungkin ini salah satu dampak sedikitnya lagu anak-anak yang kita punya sekarang, apalagi lagu dangdut anak-anak

Advertisement

cantiknya 🙂 via www.instagram.com

Persoalan dewasa sebelum waktunya memang banyak dialami oleh anak-anak masa kini. Ragam musik yang mereka dengar dan nyanyikan tentu sedikit banyak telah mengambil peran. Jika kita yang lahir di tahun 90-an sangat dimanjakan dengan bertebarannya lagu anak, maka berbeda bagi generasi Tasya dan kawan-kawannya. Mereka lebih akrab dengan lagu-lagu yang dinyanyikan orang dewasa di sekitar mereka.

Jarangnya lagu anak-anak yang beredar dan terdengar di telinga adalah salah satu penyebabnya. Hampir di setiap tempat, selalu lagu dewasa yang didendangkan. Hal itu yang lantas membuat anak-anak harus tumbuh besar dengan lantunan lagu-lagu orang dewasa. Nggak heran kalau kemudian mereka begitu menggandrungi gaya hidup orang dewasa lengkap dengan lagu cintanya.

Kamu tidak akan menyangka kalau gadis cilik yang bernama lengkap Najwa Camila Tasya ini lahir pada 31 Maret 2003. Penampilannya sudah sangat matang bukan?

Meski begitu, kiprah Tasya di dunia musik dangdut harus kita dukung dan apresiasi. Tidak banyak yang seperti dia~

Kini Tasya sudah bukan anak kecil lagi, ia sudah tumbuh menjadi remaja. Meski masa kanak-kanaknya perlu dikritisi, rasanya kiprah Tasya di dunia musik dangdut tetap harus diapresiasi. Tidak banyak generasi muda, apalagi anak-anak yang masih mencintai musik dangdut. Apalagi bakat menyanyi Tasya memang luar biasa, semoga cita-citanya jadi diva dangdut tercapai ya Dek!

Senior-seniornya di kancah musik dangdut tampaknya juga mendukung Tasya

With ade cantik @tasya_ratu_gopo at pantura show @indosiarid suksess selalu yaa ade😘😍😉

A photo posted by CP ALIEF : 082111147832 (@jenitajanet) on

FYI, Tasya sudah mulai masuk TV dan berduet dengan penyanyi dangdut kondang lho!

Ketemu lagii sama kakak syantikk 😘😘😘 @lestykejora @lestykejora @lestykejora

A photo posted by 🍒TASYA ROSMALA🍒 (@tasya_ratu_gopo) on

Buat kamu yang penasaran dengan keindahan suara Tasya, cek langsung disini ya!

(Harap bersabar untuk menikmati pembukaannya lebih dulu ya. Hihihi.)

Belajar dari kasus Tasya saat masih anak-anak, semoga para pencipta lagu anak segera menunjukkan taringnya ya, kalau bisa ada lagu dangdut anak juga. Atau kamu siap menjadi salah satu dari mereka?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya